Loading...

meningkatkan produksi padi dengan pemanfaatan alsintan transplanter

meningkatkan produksi padi dengan pemanfaatan alsintan transplanter
komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan industri pangan. dari sisi ketahanan pangan nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis. kebutuhan pangan masyarakat di indonesia sebesar 96,09% didapat dari mengkonsumsi beras, dengan demikian aspek sistem usaha pertanian tanaman pangan sangat diperlukan. usahatani padi berkaitan dengan dua hal yaitu dari sisi penerimaan dan dari sisi pembiayaannya. komponen biaya usahatani pada umumnya terdiri dari biaya sarana produksi, upah tenaga kerja, dan biaya lainnya. salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi antara lain melalui pengaturan jarak tanam. transplanter merupakan mesin penanam padi yang digunakan pada areal tanah sawah kondisi siap tanam untuk menanam bibit padi dari hasil semaian yang menggunakan tray atau dapog dengan umur bibit sekitar 15 hari atau ketinggian bibit tertentu. mesin tanam ini dirancang agar dapat beroperasi pada lahan berlumpur (puddle) dengan kedalaman kurang dari 40 cm. oleh karena itu mesin ini dirancang ringan dan dilengkapi dengan alat pengapung. selain itu transplanter bisa dikatakan penanam bibit padi dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. keuntungan lain menggunakan alsintan transplanter juga dapat mengurangi penyusutan hasil panen (kerugian) sebesar 10 persen dan meningkatkan nilai tambah, karena proses pengolahan dan panennya yang cepat. produksi yang diperoleh petani lebih tinggi, pendapatan petani juga bisa ikut naik. transplanter menghemat tenaga kerja sebesar 92,5%, sekaligus mengurangi biaya tanam sekitar 33,3%. keunggulan rice transplanter diantaranya (1) produktivitas tanam cukup tinggi 6 jam/ha, (2) jarak tanam dalam barisan dapat diatur dengan ukuran 12, 14, 16, 18, 21 cm, (3) penanaman yang presisi (akurat), (4) tingkat kedalaman tanam dapat diatur dari 0,7 - 3,7 cm (5 level kedalaman), (5) jumlah tanaman dalam satu lubang berkisar 2 – 4 tanaman per lubang dan (6) jarak dan kedalaman tanam seragam sehingga pertumbuhan dapat optimal dan seragam. penulis: m. bushoiri, sp bpp gampengrejo