Loading...

MENJAGA BUAH MANGGA TETAP BERMUTU BAIK

MENJAGA BUAH MANGGA TETAP BERMUTU BAIK
Buah mangga umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar, meskipun ada juga dalam bentuk olahan. Buah mangga seperti hasil pertanian lainnya, yaitu mempunyai sifat cepat busuk. Oleh karena itu, perlu dijaga mutunya tetap baik agar aman dikonsumsi. Mutu buah mangga hanya dapat dipertahankan tidak dapat diperbaiki. Mempertahankan mutu buah mangga dimulai dari kegiatan panen sampai diterima konsumen, sebagai berikut: Waktu panen dan cara petik yang tepat dapat mengurangi kerusakan dan meningkatkan mutu buah. Pada saat panen, buah tidak boleh dilempar untuk mengurangi kerusakan akibat memar. Buah mangga dipanen harus sudah memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1) Buah telah berumur 90 – 120 hari setelah bunga mekar atau menurut varietasnya; 2) Tangkai yang buahnya sudah rontok dan cabangnya telah kering 65%; 3) Ujung buah rata atau lekukan hampir hilang; 4) Pori-pori merata dan berwarna coklat; 5) Lapisan lilin menebal pada permukaan buah; 5) Buah bila dipukul-pukul ringan tidak berbunyi; dan 6) Kulit buah yang berwarna hijau berubah hijau kebiruan (misalnya arumanis) dan oranye kemerahan untuk gedong gincu.Jika akan melakukan panen, pengendalian hama, penyakit, dan gulma dihentikan sekitar 7-10 hari sebelum panen. Waktu petik buah mangga mulai jam 09.00 – 15.00, agar buah yang di petik tidak langsung terkena sinar matahari karena akan mempercepat rusaknya buah. Adapun cara panennya sebagai berikut: Memanen mangga gunakan alat yang sesuai, seperti: gunting pangkas, galah bergunting dan dilengkapi keranjang. Buah mangga dipetik bersama tangkai buah dengan panjang sekitar 10 cm, agar mengurangi banyaknya getah dan menghindari menyebarnya getah yang dapat mengenai permukaan buah. Khususnya buah mangga berwarna hijau banyak mengeluarkan getah dari tangkai yang baru dipotong. Usahakan getah tidak terkena permukaan buah karena akan mempercepat kerusakan buah, caranya buah setelah dipetik dimasukan dalam wadah dengan posisi tangkai di bagian bawah dan wadahnya ditaruh di tempat yang teduh agar buah tidak rusak terkena sinar matahari. Setelah getah kering, buah mangga ditaruh ke dalam keranjang atau boks plastik yang berisi 20 kg, dengan diberi alas kertas koran atau daun kering. Lalu dikumpulkan di gudang supaya terhindar dari pengaruh fisik lingkungan. Gudang harus bersih, aliran udara dari luar (aerasi) baik, suhu kamar, dan kelembaban maksimum 90 %. Selanjutnya dilakukan kegiatan pembersihan, sortasi, grading, pengemasan, penyimpanan, dan penangkutan. PembersihanSetelah panen selesai, buah mangga segera dibersihkan dengan memotong tangkai yang diikutkan saat memetik dan dicuci untuk membersihkan getah yang menempel di permukaan buah. Cara mencucinya sebagai berikut: buah mangga dimasukkan ke dalam bak berisi air, lalu buah digosok dengan spon atau kain lembut, waktu pencucian buah 3-5 menit. Lakukan pembilasan dengan menggunakan air yang bersih dan air cucian diganti setelah air keruh (sekitar 10 kali pencucian). Buah yang telah dicuci, ditiriskan dengan meletakkan pada rak susun, dan dikering-anginkan. Setelah kering, buah dilap dengan kain lap yang bersih dan lembut serta kering. SortasiSetelah buah mangga bersih dilakukan sortasi, yaitu kegiatan pemilihan buah mangga yang baik, antara lain utuh, bentuk normal, tidak cacat, tidak bernoda hitam, tidak berlubang dan tidak tergores/pecah. Buah yang tidak baik dipisahkan, bisa langsung dikonsumsi untuk bahan rujak, lalap, dan lainnya. Buah mangga yang baik dipisahkan menurut tingkat kematangan. Cara mengetahui tingkat kematangan dengan memasukkan buah mangga dalam bak yang berisi air. Bila buah tenggelam artinya buah telah matang (90 – 100%) dan bila buah melayang artinya buah belum begitu matang (80 – 85%). Tingkat kematangan yang sama dimasukkan dalam keranjang atau boks yang sama dan dialasi kertas koran atau daun pisang kering atau lainnya yang biasa digunakan di wilayah setempat. GradingSetelah buah dilap semua, segera dilakukan grading, yaitu kegiatan pengelompokan buah mangga berdasarkan tingkat kematangan dan ukuran. Tujuan grading untuk mendapatkan ukuran buah mangga yang seragam berat dan tingkat kematangan. Buah mangga dengan tingkat kematangan yang sama ditimbang per biji, sekaligus dikelompokkan berdasarkan kelasnya, yaitu: Kelas A: 450 – 550 gram; kelas B: 350 - Pengemasan Pengemasan merupakan kegiatan memasukkan dan menyusun hasil panen buah mangga ke dalam suatu wadah atau tempat. Posisi buah mangga dalam kemasan dengan punggung buah menghadap ke bawah dan isi setiap kemasan maksimal 10 kg. Pengemasan harus mampu melindungi mangga dari kerusakan yang terjadi selama pengakutan sampai pemasaran/konsumen. Kemasan dilengkapi dengan sekat/pemisah/partisi dan irisan kertas/jaring buah dari styrofoom. Pengemasan bertujuan untuk melindungi buah mangga terhadap kerusakan, mengurangi kehilangan air, dan mempermudah dalam hal pengangkutan. Perlu diperhatikan, bahwa kemasan harus baik, antara lain bersih dan dapat menjamin sanitasi (lingkungan yang sehat). Bagian luar kemasan diberi label untuk identitas produsen, mutu dan varietas berat bersih, kelas, varitas, serta tanggal masak buah untuk dikonsumsi dan identitas produsen/kebun.Untuk pemasaran ekspor, sebelum dimasukkan ke dalam karton, mangga diberi pelapis net foam untuk mencegah kerusakan fisik akibat benturan selama dalam transportasi. Setelah dilakukan pengemasan dengan net foam, baru kemudian dimasukkan ke dalam karton yang dibagian dalam diberi pelapis lilin. Ukuran karton 40 x 30 x 10 cm dengan isi tiap karton 2 kg PenyimpananSetelah buah dikemas kemudian dilakukan penyimpanan di gudang untuk menunggu pemasaran sampai ke konsumen. Gudang penyimpanan buah mangga harus bersih, kondisi suhu 10 - 15oC, dan kelembaban lebih 90%. Pada suhu tersebut, umur kesegaran mangga dapat dipertahankan hingga 2 – 3 minggu, tetapi jika disimpan pada suhu telalu dingin (0 - 9oC) buah mangga akan rusak secara otomatis/faali. Kerusakan oleh suhu rendah ini antara lain terlihat adanya perubahan warna kulit menjadi abu-abu, terbentuknya lobang-lobang pada kulit dan buah tidak merata menjadi masak, warna buah jelek, dan rasanya tidak enak. Dalam gudang penyimpanan diatur dengan rapih dengan tumpukan maksimum 8 kemasan. PengangkutanPengangkutan merupakan faktor penting untuk mengantarkan buah mangga ke lokasi pemasaran atau konsumen dengan aman dan tetap bermutu baik. Buah mangga bersifat cepat busuk, maka alat pengangkutan untuk tujuan pemasaran domestik maupun ekspor harus menggunakan mobil yang dilengkapi ruang pendingin dengan suhu yang tepat 10°C. Tulisan di atas, mudah-mudahan bermanfaat bagi Penyuluh Pertanian sebagai bahan materi penyuluhan kepada petani mangga dan selanjutnya petani mampu menerapkan, sehingga hasil panen buah mangga tetap bermutu baik serta dapat bersaing di pasaran, dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. (Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Rebin, dkk. 2012. Budidaya Tanaman Mangga. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropikal, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Solok-Sumatera Barat.2. Anonim. 2009. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka.3. Broto, W. 2003. Mangga: Budidaya, Pascapanen dan Tata Niaganya. Agromedia Pustaka, Jakarta.4. Dari berbagai sumber.