Loading...

MENJAGA MUTU MANGGA GEDONG GINCU UNTUK EKSPOR

MENJAGA MUTU MANGGA GEDONG GINCU UNTUK EKSPOR
Direktorat Jenderal Hortikultura merencanakan untuk meningkatkan ekspor mangga dari 2.212 ton pada 2019 menjadi 2.433 ton pada 2020 ini. Salah satu jenis mangga yang biasa diekspor yaitu mangga gedong gincu. Mangga ini sama dengan mangga lainnya, yaitu mempunyai sifat cepat busuk. Oleh karena itu, perlu dijaga mutunya tetap baik agar aman dikonsumsi dan diterima di Negara tujuan ekspor. Mutu buah mangga hanya dapat dipertahankan tidak dapat diperbaiki. Mempertahankan mutu buah mangga dimulai dari kegiatan panen, pembersihan, sortasi, grading, pelilinan, pengemasan, penyimpanan, dan distribusi. Panen Buah mangga yang siap dipanen mempunyai ciri-ciri antara lain: 1) Buah telah berumur 100 – 120 hari setelah bunga mekar; 2) Tangkai buahnya sudah rontok dan cabangnya telah kering 65%; 3) Ujung buah rata atau lekukan hampir hilang; 4) Pori-pori merata dan berwarna coklat; 5) Lapisan lilin menebal pada permukaan buah; 5) Buah bila dipukul-pukul ringan tidak berbunyi; dan 6) Kulit buah bagian pangkal yang berwarna hijau berubah menjadi oranye kemerahan. Cara panen yang tepat dapat mengurangi kerusakan dan meningkatkan mutu buah. Memetik buah sebaiknya pada pukul 09.00 sampai pukul 15.00 dan cara petik mangga gunakan alat yang sesuai, seperti: gunting pangkas, galah bergunting dan dilengkapi keranjang. Buah mangga dipetik bersama tangkai buah sekitar 1 cm, untuk menghindari menyebarnya getah mengenai kulit buah. Usahakan getah tidak terkena permukaan buah karena akan mempercepat kerusakan buah. Caranya buah setelah dipetik tidak boleh dilempar untuk mengurangi kerusakan akibat memar, tetapi dimasukan dalam wadah dengan posisi tangkai di bagian bawah dan wadahnya ditaruh di tempat yang teduh agar buah tidak rusak terkena sinar matahari. Setelah getah kering, buah mangga yang bagus (tidak cacat/luka) ditaruh ke dalam keranjang atau boks plastik yang berisi 20 kg, dengan diberi alas kertas koran atau daun kering. Lalu dikumpulkan di gudang supaya terhindar dari pengaruh fisik lingkungan. Gudang harus bersih, aliran udara dari luar (aerasi) baik, suhu kamar, dan kelembaban maksimum 90 %. Selanjutnya dilakukan kegiatan pembersihan, Pembersihan Buah mangga dicuci atau direndam dalam bak pencucian dengan menggunakan: 1) kalsium oksida/lime (kapur tohor) dengan dosis 200 gram/100 liter ait atau mango wash (caco2) dengan dosis 2,5 gram per 100 liter air selama 2 menit; 2) air bersuhu 52oC ditambah fungisida benlate atau benomyl atau thiobendazole (TBZ) untuk mencegah serangan antraknose yang disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporoides, dengan perendaman selama 1-3 menit. Setelah direndam, buah mangga ditiriskan dengan posisi tangkai menghadap ke bawah, bila perlu buah dilap dengan kain yang lembut, bersih dan kering. Lalu dilakukan precooling dengan suhu 18-20oC selama 10 menit. Sortasi Selanjutnya dilakukan sortasi, yaitu kegiatan pemilihan buah mangga yang baik, antara lain utuh, bentuk normal, tidak cacat, tidak bernoda hitam, tidak berlubang dan tidak tergores/pecah. Buah mangga yang baik dipisahkan menurut tingkat kematangan. Cara mengetahui tingkat kematangan dengan memasukkan buah mangga dalam bak yang berisi air. Bila buah tenggelam artinya buah telah matang (90 – 100%) dan bila buah melayang artinya buah belum begitu matang (80 – 85%). Tingkat kematangan yang sama dimasukkan dalam keranjang atau boks yang sama dan dialasi kertas koran atau daun pisang kering atau lainnya yang biasa digunakan di wilayah setempat, lalu dilakukan grading. Grading Kegiatan grading, yaitu kegiatan pengelompokan buah mangga berdasarkan tingkat kematangan dan ukuran. Tujuan grading untuk mendapatkan ukuran buah mangga yang seragam berat dan tingkat kematangan. Buah mangga dengan tingkat kematangan yang sama ditimbang per biji, sekaligus dikelompokkan menurut kelasnya berdasarkan SNI 01-3164-1992, sebagai berikut: Kelas besar: lebih 250 gram; Kelas sedang: 200 - 250 gram; Kelas kecil: 150 - 199 gram; dan kelas sangat kecil: 100 – 149 gram. Masing-masing kelas ditempatkan dalam tempat yang terpisah. Pelaksana grading (grader) harus terampil dan terlatih. Setiap buah mangga ditempelkan label sebagai identitas kelas buah dan produsen. Pelilinan Pelilinan buah mangga bertujuan untuk memperpanjang daya simpan dengan menggunakan emulsi yang sempurna dari jenis lilin bee wax (lilin lebah) dan carnauba wax (lilin carnauba) dengan bahan pengemulsi trietanolamin dan asam oleat. Mangga diberi perlakuan pelilinan, lalu ditiriskan. Pelabelan Setiap buah ditempel sticker berisi nama dan asal buah, sedangkan label ditempel pada kotak kemasan, berisi identitas buah (jenis, jumlah, berat, waktu panen dan nama produsen). Pengemasan Pengemasan bertujuan untuk melindungi buah mangga terhadap kerusakan, mengurangi kehilangan air, dan mempermudah dalam hal pengangkutan. Pengemasan merupakan kegiatan menyusun buah mangga ke dalam suatu wadah atau tempat. Posisi buah mangga dalam kemasan dengan pangkal buah menghadap ke bawah. Untuk pemasaran ekspor, sebelum dimasukkan ke dalam karton, mangga diberi pelapis net foam untuk mencegah kerusakan fisik akibat benturan selama dalam transportasi. Setelah dilakukan pengemasan dengan net foam, baru kemudian dimasukkan ke dalam kardus yang kuat dan berlubang untuk ventilasi. Ukuran kardus 40 x 30 x 10 cm dengan isi tiap kardus 2 kg Penyimpanan Setelah buah dikemas kemudian dilakukan penyimpanan di gudang untuk pengiriman. Gudang penyimpanan buah mangga harus bersih, kondisi suhu 8 - 10oC, dan kelembaban lebih 90% dan bebas dari hama. Pada suhu tersebut, umur kesegaran mangga dapat dipertahankan hingga 2 – 3 minggu, tetapi jika disimpan pada suhu telalu dingin (0 - 9oC) buah mangga akan rusak secara otomatis. Kerusakan oleh suhu rendah ini antara lain terlihat adanya perubahan warna kulit menjadi abu-abu, terbentuknya lobang-lobang pada kulit dan buah tidak merata menjadi masak, warna buah jelek, dan rasanya tidak enak. Pengeluaran barang menggunakan system FIFO (First In First Out), yaitu kardus yang masuk terdahulu harus keluar keluar terdahulu juga. Distribusi Buah mangga bersifat cepat busuk, maka alat pengangkutan untuk tujuan pemasaran domestik maupun ekspor harus menggunakan mobil yang dilengkapi ruang pendingin dengan suhu yang tepat 10°C, dan harus selalu dikontrol agar tidak menurun karena dapat menurunkan kualitas. Dalam kendaraan diatur dengan rapih dengan tumpukan maksimum 8 kardus. Tulisan di atas, mudah-mudahan bermanfaat bagi Penyuluh Pertanian sebagai bahan materi penyuluhan kepada petani dan selanjutnya petani mampu menerapkan, sehingga hasil panen mangga gedong gincu tetap bermutu baik serta dapat bersaing di pasaran, dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. (Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Daftar Referensi: Pasca Panen Buah Pohon (Seri Mangga Gedong Gincu). Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2013. Penanganan Buah Pohon untuk Ekspor. Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2011. Broto, W. Mangga: Budidaya, Pascapanen dan Tata Niaganya. Jakarta: Agromedia Pustaka.