Loading...

MENUMBUHKAN BISNIS TERNAK AYAM KAMPUNG DI PERDESAAN

MENUMBUHKAN BISNIS TERNAK AYAM KAMPUNG DI PERDESAAN
Budidaya ayam kampung sebenarnya tergolong cukup mudah dan tidak membutuhkan terlalu banyak waktu, sehingga cocok untuk dijadikan bisnis sampingan. Nilai jual yang lebih tinggi merupakan suatu alasan kenapa harus memulai bisnis ternak ayam kampung, selain itu harga yang cenderung stabil dibandingkan dengan ayam broiler yang memiliki fluktuatif membuat ternak ayam kampung menjadi primadona dimasa datang. Ada 8 prinsip membangun bisnis ternak ayam kampung yang bisa dikembangkan oleh peternak itu sendiri dan pendampingan oleh penyuluh pertanian. Prinsip disini merupakan modal dasar dalam menjalankan bisnis, menentukan planning menjadi bagian terpenting akan keberhasilan usaha ternak ayam kampung. Pertama. Mental dan Keyakinan, ini merupakan hal yang sangat biasa dalam dunia bisnis. Sering sekali dijumpai para pemula dalam berbisnis hanya mempunyai mental yang minim sehingga mudah goyah apabila diterpa masalah. Keyakinan dalam menjalankan sesuatu merupakan modal yang sangat berharga bagi setiap orang. Keyakinan pada diri sendiri menopang semangat untuk menjalankan suatu hal termasuk dalam bisnis ternak ayam Kampung. Mental dan keyakinan dalam menentukan bisnis merupakan satu kesatuan yang harus dimilki oleh para peternak. Mental yang kuat mengajarkan untuk bagaimana bertahan dalam suasana dan kesulitan apapun, sedangkan keyakinan mengajarkan untuk mengeluarkan segala kemampuan yang dimiliki untuk berjuang mensukseskan usaha yang dijalaninya. Kedua. Pengetahuan tentang cara beternak ayam kampung adalah kunci sukses dalam menjalankan usaha tersebut. Jenis usaha apapun yang akan dijalankan pastinya memerlukan informasi dan pengetahuan yang cukup. Bermodalkan pengetahuan yang cukup akan mengantarkan pada kesuksesan dalam menjalankan usaha. Ketiga. Pahami sistem Ternak Ayam Kampung. Sebelum memulai bisnis ayam kampung harus mengetahui terlebih dahulu tentang sistem beternak ayam kampung yang sesuai. Persyaratan lokasi dan pembuatan kandang harus sesuai agar ayam dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Keempat. Dalam menjalankan bisnis ternak ayam kampung pedaging dan petelur tentunya memiliki perbedaan dalam pemeliharaannya. Yang menjadi catatan penting adalah bibit ayam kampung petelur pemeliharaannya lebih difocuskan untuk kuantitas telur dan percepatan telur, sedangkan pedaging difocuskan kepada kualitas dagingnya. Jadi, sebaiknya peternak harus menentukan focus usaha yang akan dijalani. Kelima. Memulai dalam menjalankan bisnis ayam kampung ini harus dimulai dari yang paling mudah terlebih dahulu untuk mengurangi resiko kegagalan dalam investasi. Bisnis ternak ayam kampung pedaging memulainya dengan membeli bibit ayam. Pemeliharaan ayam kampung pedaging lebih mudah dibanding dengan petelur. Waktu pembesaran pun lebih singkat dari petelur. Dalam waktu 2-2,5 bulan ayam sudah dapat besar. Jika ayam sudah besar dapat menambah dengan bibit ayam yang baru untuk dibesarkan, dengan begitu dapat mengatur pola sesuai dengan keinginan. Bisnis ayam kampung dengan segmentasi telur sebaiknya membeli dari peternak ayam petelur dengan usia 4-5 bulan. Umur tersebut lebih mudah dalam pemeliharaan dan tingkat kesuksesannya juga lebih besar. Ayam akan bertelur pada saat ayam berumur 6 bulan. Dengan menggunakan umur tersebut dapat memanen telur lebih singkat dan resiko kematian juga lebih kecil. Sebaiknya ayam petelur harus dibiasakan dengan lingkungan barunya agar ayam mudah beradaptasi sehingga dapat menghasilkan telur. Keenam. Mulailah bisnis ayam kampung dalam jumlah yang kecil sekitar 20-50 ekor untuk tahap awal dan gunakan bibit tersebut untuk pengalaman beternak. Pelajarilah perilaku dan perkembangbiakan ayam dengan detail. Apabila sudah berpengalaman dan sukses pada tahap awal dapat menambahkan bibit dengan jumlah yang lebih banyak. Ketujuh. Pelajari waktu yang tepat untuk memulai bisnis ternak ayam kampung. Keadaan musim misalnya harus betul-betul dipertimbangkan sebelum memulai bisnis ternak ayam kampung. Karena musim akan mempengaruhi hasil dalam bisnis ternak ayam kampung tersebut. Musim yang baik untuk memulai bisnis ternak ayam kampung adalah pada saat musim kemarau tiba. Pada saat musim tersebut akan mempermudah dalam proses pemeliharaan ayam kampung. Apabila terpaksa harus beternak dimusim hujan sebaiknya untuk menambahkan lampu didalam kandang agar kehangatan tubuh anak ayam terjaga dan terlindungi. . Kedelapan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah manajemen bisnis ternak ayam kampung terkait pemeliharaan ayam, Manajemen pemeliharaan yang baik adalah dengan mengatur waktu pemeliharaan seperti perawatan kandang, pemberian pakan, serta pemberian vaksin dan disinfektan. Sebaiknya memilki buku catatan untuk setiap periode ternak yang dapat digunakan sebagai evaluasi dalam beternak kedepannya. (Suwarna- Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber : Berbagai Sumber