Bahan tanam karet yang baik merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan agribisnis karet. Kesalahan dalam memilih bahan tanam karet akan dirasakan selama umur ekonomis tanaman, karena tanaman yang tidak berkualitas memiliki heterogenitas tinggi, pertumbuhan lambat dan produktivitas rendah. Pemeliharaan yang optimal tetap tidak memberikan manfaat, sehingga penggunaan benih berkualitas yang membawa sifat genetik unggul (klon unggul) mutlak harus dilaksanakan. Bibit bermutu haruslah secara fisik memenuhi ukuran pertumbuhan yang normal, secara fisiologi memiliki daya hidup yang baik, dan secara genetis terdiri dari klon yang asli dan murni. Dalam menghasilkan karet yang baik dan benar diperlukan batang bawah (root stoct), entres /batang atas (budwood) dan okulasi (grafting) yang benar.Biji untuk batang bawah.Pengadaan benih sebagai sumber batang bawah merupakan tahap awal dari suatu proses pertanaman dan sangat menentukan keberhasilan suatu program penanaman. Biji untuk batang bawah berasal dari kebun sumber biji yang sudah ditetapkan, yaitu kebun monoklonal yang memiliki luasan minimal 10 ha dan berasal dari salah satu klon anjuran. Biji yang baik dan matang fisiologis adalah biji yang segar dengan kesegaran >70% bernas, mengkilat, tidak berlobang dan tidak cacat. Biji diseleksi dengan cara merendam dalam air.Biji yang tergolong baik mempunyai ciri: a) Daging buah (endosperm) menunjukkan warna putih dan masih segar, serta kotiledon masih rapat (kelas I); b) Daging buah berwarna putih agak kekuningan, kotiledon terbuka tidak lebih dari 1 mm (kelas II). Jika daging buah berwarna kuning, kuning kehitaman serta lembek dan berminyak maka biji sudah jelek dan tidak akan mampu tumbuh menjadi kecambah normal (biji afkir masuk kelas III dan IV).Selanjutnya biji disemaikan dalam bedengan dengan media pasir atau serbuk gergaji dengan ketebalan10-15 cm, dan disemai pada media secara teratur, atau dengan ditebar. Kecambah yang baik yaitu kecambah yang muncul sampai dengan 21 hari setelah pendederan.Pilih kecambah yang sehat untuk dipindahkan, yaitu kecambah yang akar tunggangnya lurus dengan stadia pancing sampai jarum. Selanjutnya dilakukan penanaman kecambah dengan tugal (tongkat kayu yang runcing untuk membuat lubang di tanah yang akan ditanami benih).Dalam menyiapkan benih batang bawah, perlu dilakukan pemeliharaan dengan cara penyulaman, pengendalian gulma, pemupukan dan pengendalian penyakit,Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman mati dalam waktu paling lambat satu bulan setelah penanaman. Pada saat tanaman masih muda perlu dilakukan pengendalian gulma dengan manual atau secara kimia saat batang sudah berwarna coklat. Satu bulan setelah tanam dilakukan pemupukan dengan dosis sesuai anjuran. Pengendalian penyakit dilakukan pada saat daun muda, menggunakan fungisida dengan dosis dan interval aplikasi sesuai anjuran.Bibit yang siap diokulasi adalah bibit yang pertumbuhannya seragam dan sudah mencapai umur tertentu untuk kriteria okulasi hijau (umur batang bawah 4-6 bulan), dan cokelat (umur 8-18 bulan). Benih karet anjuran untuk pembibitan batang bawah antara lain: AVROS 2037, GT1, PB 260 dan RRIC 100, PB 330 dan BPM 24Mata okulasi (entres).Untuk mendapatkan bahan tanam hasil okulasi yang baik, diperlukan entres yang baik. Entres berasal dari kebun entres yang sudah dimurnikan, terawat baik dan terdiri klon-klon anjuran. Umur dan kriteria panen disesuaikan dengan teknik okulasi yang digunakan. Untuk okulasi hijau umur tunas 3-4 bulan, diameter 0,5 -1 cm, dan warna hijau. Untuk okulasi coklat umur tunas 7-18 bulan, diameter 2,5 – 4 cm dan warna coklat. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan menggunakan gunting pangkas atau gergaji entres. Pemotongan dilakukan pada saat payung teratas kondisi dorman (pertumbuhan berhenti) dan ditandai dengan kulit mudah terlepas.OkulasiOkulasi merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata entres dari satu tanaman ke tanaman sejenis dengan tujuan mendapatkan sifat yang unggul.Batang bawah yang sudah mencapai kriteria tertentu sesuai dengan teknik okulasi dibersihkan dari kotoran. Selanjutnya dibuat jendela okulasi dengan dua irisan vertikal sejajar sepertiga dari ukuran batang bawah setinggi 5-10 cm dari permukaan tanah. Buat potongan horizontal di atas atau bawah dua irisan vertikal. Ambil perisai mata dari entres sedikit lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. Perisai mata ditempelkan pada jendela okulasi dan dibalut dengan plastik okulasi. Tiga-empat minggu setelah okulasi, plastik okulasi dibuka dan okulasi yang jadi ditandai dengan mata temple berwarna hijau. Satu minggu kemudian bibit siap dipotong dan dibongkar menjadi stum mata tidur.Stum mata tidurStum mata tidur adalah bibit yang diokulasi di lahan persemaian dan dibiarkan tumbuh selama kurang dari 2 bulan setelah pemotongan batang atas pada posisi 10 cm di atas mata okulasi, dengan akar tunggang tunggal dan bercabang. Stum mata tidur merupakan bibit okulasi yang mata okulasinya masih belum tumbuh. Bibit yang baik adalah bibit dengan akar tunggang tunggal yang lurus dengan panjang minimal 30 cm dan akar lateral 5-10 cm. Apabila akar tunggangnya bercabang 2 atau lebih dapat dipotong dan disisakan satu akar yang kuat dan lurus. Akar tunggang yang menjari, bengkok dan berdengkol tidak boleh digunakan. Stum segar ditandai dengan masih mengeluarkan lateks, pertautan mata okulasi sempurna dan bebas dari serangan jamur akar putih.Bahan tanam dalam polybagBahan tanam dalam polybag sudah mencapai > 20 cm diukur dari pertautan okuasi sampai ke titik tumbuh dengan diameter 8 mm pada ketinggian 10 cm dari pertautan okulasi dengan sudut tunas kurang lebih 200o. Payung dalam kondisi dorman, daun tua dan berwarna hijau segar dan sehat. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP)Sumber:1. PEDOMAN BUDIDAYA KARET (Hevea brasiliensis) YANG BAIK. Direktorat Jenderal Perkebunan. KEMENTERIAN PERTANIAN. 2014.2. STANDAR MUTU BAHAN TANAM KARET (Hevea brasiliensis) UNTUKBATANG ATAS DAN BATANG BAWAH. Oleh Yeti Ernaningtyas,S.Si,MPPBT BBP2TP Medan3. Penyiapan bahan tanam Tanaman Karet oleh Elly Sarmis Pukesmawati, SP, MP, BLPP Jambi.4. Ewkaret.blogspot.com.