Loading...

Merintis Sekolah Peternakan Rakyat Ipb

Merintis Sekolah Peternakan Rakyat Ipb
Desa Palon merupakan desa dengan populasi sapi terbesar di Kecamatan Jepon. Jumlah sapi di Desa Palon sekitar 1.137 ekordari sekitar 335 keluarga tani. Sebagian besar sapi masih di kelola secara tradisional di rumah peternak. Sapi masih di kelola secara tradisional sebagai harta simpanan peternak. Untuk itu sangat di butuhkan sentuhan ilmu dan manajemen pengelolaan sapi, agar mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan peternak di Desa palon. SPR-IPB IPB didirikan dengan tujuan memberi ilmu pengetahuan kepada peternak berskala kecil tentang berbagai aspek teknis peternakan dan nonteknis yang melandasi terwujudnya perusahaan kolektif dalam satu manajemen yang dikelola oleh satu manajer dalam rangka meningkatkan daya saing usahanya untuk meningkatkan pendapatannya serta kesejahteraannya. SPR-IPB dibentuk oleh peternak dalam suatu kawasan pemukiman peternak berskala kecil yang dapat berupa satu dusun atau satu desa atau satu kecamatan. Satu SPR terdiri atas minimal 1000 ekor ternak betina produktif, maksimal 100 ekor ternak pejantan, dan diterapkan 10 strategi utama untuk mencapai 1 visi yaitu peternak berdaulat. Seluruh ternak dalam kawasan tersebut tetap dipelihara dan dikandangkan di dekat rumah masing-masing peternak seperti yang dilakukan selama ini atau dipelihara dalam satu kandang kolektif. Ternak yang dipelihara tersebut dapat milik sendiri atau ternak gaduhan. Setiap ternak betina dan pejantan dilengkapi dengan Buku Pemilik Ternak (BPT) yang minimal memuat foto kepala, badan, dan pantat, disertai informasi yang mencakup tempat dan tanggal lahir, nama tetua (Pejantan dan Induk), nomer identitas, tanggal dikawinkan, tanggal beranak, dan tanggal mati. Peternak yang terhimpun dalam SPR-IPB harus menandatangani pakta kebersamaan bermaterai sebagai wujud totalitasnya untuk mengikuti prinsip SPR-IPB menuju terbentuknya perusahaan kolektif berbadan hukum dan ketaatannya menjalankan program pemuliaan. Sepuluh strategi utama yang diterapkan dalam SPR-IPB untuk meningkatkan produktivitas ternak adalah: melaksanakan seleksi ternak berdasarkan satu atau lebih sifat ekonomisnya secara sistematis dan terstruktur; melakukan pengukuran dan pencatatan parameter teknis terkait sifat ekonomisnya seperti bobot lahir, bobot sapih, pertumbuhan bobot badan per hari, produksi susu per hari, dan bobot telur; membangun dan mengembangkan usaha kolektif dalam satu manajemen untuk komoditas ternak dan komoditas lainnya yang dimiliki peternak; mempercepat pertumbuhan populasi ternak dengan meningkatkan angka kelahiran dan menurunkan angka kematian; memperbanyak jumlah induk beranak; memantau kinerja reproduksi dan kesehatan ternak secara periodik; menyediakan pakan secara berlebih; mengoptimalkan penggunaan hasil-samping pertanian untuk direkayasa menjadi sumber pakan bergizi; meramu ransum yang tepat sesuai kandungan nutrisi untuk meningkatkan daya cernanya; mengikuti petunjuk berbisnis kolektif sesuai arahan para pakar; Admin_blora: Dwi Iriyanti, SP, MM. ; Sri Endah M, SP