Loading...

Merubah lahan biasa menjadi lahan potensial dengan jambu kristal

Merubah lahan biasa menjadi lahan potensial dengan jambu kristal
Pada tahun 2014 di lokasi poktan Jaya utama II desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur di lokasi bantaran pinggiran bengawan solo ada lahan tegal seluas 30 ha di tanami jagung dengan produkai rata rata 6 ton per hektar, dengan kisaran harga Rp 2800 per kg jika di nominalkan dengan uang rp 16.800.000 di kurangi biaya produksi Rp 6 juta per ha jadi total pendapatan Rp10.800.000.Dengan pendampingan penyuluh pertanian, tokoh masyrakat ketua poktan dan gapoktan, akhirnya pada tgl 17 maret 2015 lahan yang dulu di tanami jagung berubah di tanami jambu biji ( kristal ) dengan luasan 4 ha populasi tanaman kurang lebih 2000 batang . Bibit jambu kristal beasal dari bantuan APBD II Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro. Para petani dengan semangat yang tinggi, tanaman jambu pada tahun pertama sudah mulai berbuah tapi hanya di konsumsi sdnri dan masyarakat lokal/setempat. Memasuki tahun ke 2 jambu sudah mulai berbuah semua setiap pohon rata - rata mengasilkan 15 sampi 25 kg dengan kisaran harga RP 12.500 per kg. Dalam 1 pohon membutuhkan biaya Rp20.000 baik saprodi, pembukusan, pengairan dll, sehingga dalam 1 ha produksi rata rata 9 ton dengan harga Rp 12.500 kalau di nominalkan produksi mencapapai Rp 112.500.000 di kurangi biaya produksi Rp10 jt maka total pendapatan mencapai Rp 102 .500.000 ruipah . Dalam satu musim inilah penghasilan petani jambu kristal atau dalam kurun waktu 3 - 4 bulan. Pada thn tahun berikutnya produksi jambu mulai naik dan sampai saat ini luasan lahan jambu kristal mencapai kurang lebih 17 ha Oleh Warnik, SP -Penyuluh Pertanian Kecamatam Trucuk