lahan pertanian di Perekotaan sudah semakin sempit bahkan terdapat rumah yang banyak memilikim pekarangan yang sempit bahkan ada yang tidak mempunyai halaman. Dan tanah sudah beralih fungsi menjadi bangunan hal ini tentunya mengakibatkan semakin berkurang lahan pertanian , agar tetap tersedia pangan segar minimal untuk kebutuhan pangan keluarga perlu diusahakan agar lingkungan juga tetap hijau juga tanaman tersebut dapat menghasilkan O2 untuk kebutuhan manusia maka solusinya kita harus melaksanakan bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan yang ada, dengan situasi seperti ini yang cocok untuk Bercocok tanam dengan menggunakan metoda vertikultura. Dimana dengan mengunakan system ini memungkinkan bahwa masyarakat bisa bertanama tanaman yang dapat menghasilkan bahan pangan untuk dapur seperti dari jenis sayuran bahkan dapat menjual untuk tanbahan penghasilan kebutuhan keluarga, karena Vertikultura adalah system budidaya pertanian yang dilakukan secara vertical atau bertingkat, Vertikutura berasal darai kata vertikal dan culture. Maka vertikultura dapat diartikan sebagai sistem budidaya secara vertikal, baik dilakukan di ruangan ataupun diluar ruangan. Vertikultura merupakan pilihan untuk mengatasi keterbatasan lahan yang tersedia karena lahan beralih fungsi menjadi bangunan dan metode vertikultura sangat cocok dengan situasi halaman yang serba kecil bahkan tidak punya halaman rumah. Dengan menggunakan Metode vertikultura berarti kita dapat mengatasi pangan, dengan demikian kita dapat memanfaatkan perkarangan rumah yang sebelumnya tidak dapat ditanam dengan menggunakan metoda vertikultura maka kita juga dapat menciptakan seni dari cara bercocok tanam dari segi keindahan karena vertikultura dapat di design dalam ragam instalasi sehingga dapat menciptakan nilai tambah secara estetika, dan juga vertikultura dapat menciptakan situasi halaman rumah dengan ditanami berbagai jenis tanaman sayuran yang sangat produktif di perkarangan rumah yang merupakan tempat tinggal keluarga. Kelebihan dari metoda vertikultura selain ditanam pada lahan yang terbatas, metoda ini juga dalam rangka untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Pada umumnya apabila kita menanam tanaman pada lahan 1 meter hanya dapat ditanami sebanyak 4 sampai 6 tanaman, namaun jika mengunakan metoda vertikultara dengan lahan yang luasnya 1 meter dapat menanam sebanyak 20 tanaman. Bercocok tanam secara vertikultura dapat membantu keluarga dalam menangani kebutuhan sayuran sehari – hari, hal tersebut dapat menghemat pengeluaran untuk membeli kebutuhan sayuran setiap hari bagi kebutuhan keluarga di rumah. Apabila penerapan vertikurtura dengan baik atau serius, hasilnya dapat mengurangi kebutuhan pengeluaran keluarga sehari – hari di rumah. Pada umumnya yang biasa pada setiap hari untuk membeli kebutuhan belanja sayuran dapat dialihkan penggunaanya untuk kebutuhan lain bagi keluarga dan dapat juga merupakan pendapatan keluarga dari hasil penjualan tanaman tersebut Dalam menggunakan metoda vertikultura yang biasa ditanam adalah dari jenis tanaman yang dibagi kedaalam tiga kelompok utama tanaman yaitu tanaman sayuran, tanaman bumbu dapur terutama empon – empon, tanaman obat untuk keluarga yang popular disebut toga. Tanaman yang ditanam dalam 3 kelompok yang dapat dibudidayakan sebagai berikut : Kelompok tanaman sayuran diantarnya ‘ Sayuran daun , semua jenis sayuran hijau seprti bayam, kangkong, caisin, pakcoy, sawi putih, kubis, kalian, selada, bawang daun, seledri, kemangi, dll. Sayuran bunga, kembang kol dan brokoli Sayuran buah, cabe, tomat, terong, paprika, pare, mentimun, dll. Sayuran polong, kacang Panjang, kapri, buncis, okra, dll. Sayuran umbi, bawang, wortel, lobak, kentang, dll. Kelompok Tanaman Bumbu Dapur diantaranya adalah : Tanaman bumbu dapur atau empon – empon merupakan sebutan untuk sekelompok tanaman yang berumbi rimpang yang sangat banyak jenisnya seperti : Tanaman jahe, kunyit, lengkuas, kencur, temu kunci, temu lawak, dll. Kelompok Tanaman Obat Keluarga Tanaman obat keluarga merupakan kelompok tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat bagi keluarga. Seperti ; lidah buaya, daun dewa, sambung nyowo, kumis kucing , jeruk nipis, selasih, kenikir tapak dara, dll. Dengan menggunakaan metoda vertikultura dapat menananm tanaman yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga atau taanaman yang produktif, sehingga dapat menambah penghasilan yang dapat digunakan untuk keperluan keluarga bagi keperluan lainnya, disamping itu bisa menyalurkan hobi dan juga kebutuhan pangan keluarga dapat teratasi, serta metoda vertikultura sangat cocok untuk halaman rumah di Perkotaan. Materi Cyber, tanggal 23 April 2020 Penulis : Ali Nurdin