Loading...

Metode Pengendalian Gulma

Metode Pengendalian Gulma
Usaha manusia untuk mengatasi kehadiran gulma pada lahan budidaya berupa pemberantasan, pengendalian, tergantung dari tujuan, jenis tanaman budidaya, kondisi lapngan dan biaya.Keberadaan gulma sebenarnya masih diperlukan karena masih termasuk rantai ekosistem pertanian, sehingga usaha pengendalian sangat diperlukan apa bila memang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu metode pengendalian gulma selain mempertimbangkan efesiensi dan nilai tambah juga harus mempertimbangkan kelestarian lingkungan sekitar.Metode pengendalian gulma meliputi sebagai berikut :Usaha PreventifYaitu usaha pencegahan dan perkembangbiakan dan penyebaran gulma, yaitu dengan menggunakan benih bebas gulma, membersihkan alat-alat pertanian setelah digunakan, menghilangkan bahan-bahan pertanian yang memungkinkan menjadi sumber gulma.EradikasiUpaya memusnahkan semua jenis gulma sampai ke akar-akarnya sebelum berkembangbiak (berbunga atau menghasilkan biji).PengendalianUpaya untuk menekan populasi gulma sampai jumlah tertentu atau sampai ambang batas secara ekonomis tidak merugikan, secara teknis dapat dilakukan, dan secara ekologis dapat dipertanggung jawabkan. Uaha pengendalian ini dapat dilakukan dengan metode mekanis, kultur teknis, (budidaya), fisis, biologis, kimia dan terpadu, yang dilakukan sebagai berikut :Pengendalian MekanisMetode pengendalian dengan menggunakan alat-alat pengendalian yang sederhana dan modern. Contoh alat yang digunakan : cangkul, lalandak (lalandak sepatu atau roda), arit, celurit, alat bajak, alat alat garu dan lain-lain. Prinsip metode mekanis ini adalah mengganggu dan merusak daerah perakaran tanaman (cangkul, bajak, garu), merusak seluruh atau sebagian tanaman (babad, kored, arit, celurit) dan merubah iklim makro menjadi tidak sesuai untuk gulma dengan cara membalik tanah (membajak).Pengendalian Kultur TeknisMetode pengendalian yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemeliharaan tanaman. Contoh metode pengendalian kultur teknis, antara lain : 1. Penggenangan AirPenggenangan air akan sangat efektif untuk tanaman sawah atau tanaman yang tahan dalam kondisi anaerob2. Penggunaan Serasah atau MulsaPenggunaajn serasah atau mulsa juga efektif untuk mengendalikan gulma pada tanaman palawija. Mulsa merupakan sisa-sisa tanaman atau bahan lain (mulsa plastik) yang digunakan untuk menutup lahan budidaya dengan tujuan untuk menekan gulma akibat sinar matahari kurang atau tidak ada. Serasah sama dengan mulsa, bedanya serasah merupakan sisa-sisa tanaman yang sudah mengering atau lapuk.3. Pengaturan Jarak TanamPengaturan jarak tanam akan berpengaruh terhadap intensitas sinar matahari untuk mencapai bagian yang mempengaruhi fotosintesis pada tanaman, termasuk gulma. Jarak tanam yang rapat akan menekan pertumbuhan gulma, tetapi akan mempengaruhi produksi tanaman tertentu dan begitu pula sebaliknya.4. Pergiliran (rotasi) tanamanMetode pengendalian dengan rotasi tanaman sangat efektif bila dilakukan terhadap gulma yang tidak tahan penaungan. Pergiliran tanaman memungkinkan permukaan tanah akan tertutup sepanjang musim, sehingga peluang munculnya keragaman gulma yang muncul akan menjadi berkurang.Pengendalian FisikPengendalian secara fisis dapat dilakukan dengan pembakaran, terutama untuk lahan yang belum pernah ditanami. Pembakaran dapat dilakukan secara konfensional atau menggunakan alat pembakar yang dapat menyemburkan api dengan semburan api kecil.Pengendalian BiologisYaitu pengendalian dengan menggunakan organisme hidup (tumbuhan, serangga, binatang darat, maupun air). Metode pengendalian dengan tumbuhan berupa metode kultur teknik (tanaman pentup tanah), penggunaan serangga pemangsa (predator) kurang efektif mengingat ketersediaan serangga yang terbatas, sulit untuk mendapatkan predator yang dapat memangsa gulma.Pengendalian KimiawiYaitu dengan menggunakan herbisida, dianggap efektif tetapi kurang ramah terhadap lingkungan.Pengendalian TerpaduYaitu pengendalian dengan menggunaka lebih dari satu atau seluruh metode yang sesuai untuk menekan pertumbuhan gulma.Ruslia AtmajaSumber : Badan Libang Kementian Pertanian dan www.petanihebat.com