Para petani pun biasanya selalu merasa penasaran ingin mengetahui jumlah hasil yang akan didapat dari budidaya tanaman padinya tersebut, namun para petani akan mengetahui jumlah hasil yang didapat setelah seluruh petakan sawahnya selesai dipanen, namun bagaimana untuk mengetahui jumlah perkiraan hasil panen yang didapat tanpa harus memanen petakan sawah seluruhnya? salah satu metode untuk mengetahui perkiraan hasil tersebut adalah dengan cara metode ubinan. Metode Ubinan adalah salah satu metode dalam dunia pertanian untuk mengetahui perkiraan dari jumlah hasil yang akan didapat pada saat panen. Ubinan dapat diterapkan pada budidaya tanaman padi dengan cara sederhana, kitu cukup mengukur beberapa meter untuk dijadikannya tolak ukur atau perwakilan dari jumlah hasil perpetak sawah yang ingin kita ketahui hasilnya. Metode ubinan ini sangat mudah dan sederhana di aplikasikan dilapangan, bahkan petani pun bisa melakukannya sendiri. adapun beberapa persiapan dan langkah dalam mengerjakan ubinan sebagai berikut, Persiapan Bahan dan Alat yang diperlukan dalam melakukan pengubinan adalah karung, timbangan, arit, amparan, tali rapia dan alat untuk memisahkan bulir padi dengan malai serta tidak lupa alat penunjang lainnya seperti kalkulator dan alat tulis. Langkah yang harus dilakukan pertama kali adalah, pilihlah tanaman padi yang terlihat standar, tidak terlalu bagus ataupun sebaliknya. kemudian ubin petakan sawah dengan luasan 2,5x2,5 meter, usahan petakan yang diukur jangan terlalu dekat dengan pematang atau sebaiknya sekitar 3-4 meter dari pematang. setalah diukur dengan luasan 2,5x2,5 meter, tandai dengan tali rapia agar rumpun yang akan di ubin tidak tercampur dengar rumpun yang ada diluar ubinan. rumpun tadi di panen dengan arit kemudian jika sudah terkumpul, pisahkan bulir padi dengan malai. kemudian masukan kedalam karung, setelah itu bulir padi tadi timbang dan kemudian dilakukan penghitungan. Contoh : hasil dari ubinan 2,5x2,5 meter ditimbang mendapat 4,5 kg kemudian dikalikan (x) 1600 maka hasilnya 7200 kg atau 7,2 ton, maka perkiraan hasilnya adalah 7,2 ton/hektar Cara pendugaan produktivitas padi yang sekarang berlaku dan telah lama diterapkan BPS padi yang sekarang berlaku mengunakan ubinan 2,5 x 2,5 m pada awalnya sesuai dengan cara tanam tegel 25 cm x 25 cm. Pengubinan diawali dengan (a) randomisasi letak satu ujung ubinan dalam suatu hamparan, (2) petakan ubinan 2,5 m x 2,5 m, dan (c) faktor konversi hasil gabahn per ubinan (kg/6,25 m2) menjadi produktivitas (kg GKP/ha) yaitu 10.000 m2 / 6,25 m2 = 1.600. Bila hasil ubinan 4 kg, maka dugaan produktivitasnya 1600 x 4 kg/ha = 6400 kg/ha. Adanya keragaman orientasi dan jarak tanam di lapang seperti jajar legowo dan tegel 2,5 m dengan berbagai bentuk dan ukuran, menyebabkan cara ubinan 2,5 m x 2,5 perlu dievaluasi karena tidak mewakili pertanaman dengan jarak tanam konsisten, yang dapat mengakibatkan hasil ubinan dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari semestinya dan bervariasi. Menurut hasil kajian Puslitbangtan, ubinan cara BPS yang menggunakan stainless steal berukuran 2,5 m x 2,5 m masih dapat digunakan pada berbagai cara tanam baik tegel maupun jajar legowo dengan berbagai variasi jarak tanam asalkan memenuhi dua syarat: (1) menempatkan ujung ubinan hasil pengacakan ke posisi simetris mengikuti pola pertanamannya; (2) dilakukan perbaikan konversi dari biasanya 1600 menjadi lebih besar atau lebih kecil sesuai dengan cara dan jarak tanam yang diterapkan. Cara ubinan yang bentuk dan ukurannya mengikuti pola pertanaman padi tetap berlaku, meskipun selalu memerlukan penyesuaian ukuran ubinan. Faktor konversi untuk berbagai cara tanam yang umum diterapkan di lapang pada lampiran tabel. Ditulis oleh DEWI SUSANTI Sumber: Laporan Akuntabilitas Kinerja Puslitbangtan Tahun 2013.