Inovasimetode SRI SRI adalahteknikbudidayapadi yang mampumeningkatkanproduktifitaspadidengancara mengubahpengelolaantanaman, tanah, air danunsurhara, terbuktitelahberhasilmeningkatkan produktifitaspadisebesar 50% , bahkan di beberapatempatmencapailebihdari 100%. Prinsip-prinsipbudidayapadiorganikmetode SRI Tanamanbibitmudaberusiakurangdari 12 harisetelahsemai (hss) ketikabibitmasihberdaun 2 helai Bibitditanamsatupohonperlubangdenganjarak 30 x 30, 35 x 35 ataulebihjarang Pindahtanamharussesegeramungkin (kurangdari 30 menit) danharushati-hati agar akartidakputusdanditanamdangkal Pemberian air maksimal 2 cm (macak-macak) danperiodetertentudikeringkansampaipecah (Irigasiberselang/terputus) Penyiangansejakawalsekitar 10 haridandiulang 2-3 kali dengan interval 10 hari Sedapatmungkinmenggunakanpupukorganik (komposataupupukhijau) Keunggulanmetode SRI Tanamanhemat air, Selamapertumbuhandarimulaitanamsampaipanenmemberikan air max 2 cm, paling baikmacak-macaksekitar 5 mm danadaperiodepengeringansampaitanahretak ( Irigasiterputus) Hematbiaya, hanyabutuhbenih 5 kg/ha. Tidakmemerlukanbiayapencabutanbibit, tidakmemerlukanbiayapindahbibit, tenagatanamkurangdll. Hematwaktu, ditanambibitmuda 5 – 12 hss, danwaktupanenakanlebihawal Produksimeningkat, di beberapatempatmencapai 11 ton/ha Ramah lingkungan, tidakmenggunaanbahankimiadandigantikandenganmempergunakanpupukorganik (kompos, kandangdanMikro-oragismeLokal), begitujugapenggunaanpestisida. TeknikBudidayaPadiOrganik metode SRI 4.1. Persiapanbenih Benihsebelumdisemaidiujidalamlarutan air garam.Larutan air garam yang cukupuntukmengujibenihadalahlarutan yang apabiladimasukkantelur, makatelurakanterapung. Benih yang baikuntukdijadikanbenihadalahbenih yang tenggelamdalamlarutantersebut.Kemudianbenihtelahdiujidirendamdalam air biasaselama 24 jam kemudianditiriskandandiperam 2 hari, kemudiandisemaikanpada media tanahdanpupukorganik (1:1) di dalamwadahsegiempatukuran 20 x 20 cm (pipiti). Selama 7 hari.Setelahumur 7-10 haribenihpadisudahsiapditanam 4.2. Pengolahantanah PengolahantanahUntukTanampadimetode SRI tidak berbedadengancarapengolahantanahuntuktanampadicarakonvesionalyaitudilakukanuntukmendapatkanstrukturtanah yang lebihbaikbagitanaman, terhidardarigulma. Pengolahandilakukanduaminggusebelumtanamdenganmenggunakantraktortangan, sampaiterbentukstrukturlumpur.Permukaantanahdiratakanuntukmempermudahmengontroldanmengendalikan air. 4.3. Perlakuanpemupukan Pemberianpupukpada SRI diarahkankepadaperbaikankesehatantanahdanpenambahanunsurhara yang berkurangsetelahdilakukanpemanenan.Kebutuhanpupukorganikpertamasetelahmenggunakansistemkonvensionaladalah 10 ton per hektardandapatdiberikansampai 2 musimtaman. Setelahkelihatankondisitanahmembaikmakapupukorganik bias berkurangdisesuaikandengankebutuhan. Pemberianpupukorganikdilakukanpadatahappengolahantanahkedua agar pupukbisamenyatudengantanah. 4.4. Pemeliharaan Sistemtanammetode SRI tidakmembutuhkangenangan air yang terusmenerus, cukupdengankondisitanah yang basah.Penggenangandilakukanhanyauntukmempermudahpemeliharan.Padaprakteknyapengelolaan air padasistempadiorganikdapatdilakukanSebagaiberikut; padaumur 1-10 HST tanamanpadidigenangidenganketinggian air rata-rata 1cm, kemudianpadaumur 10 haridilakukanpenyiangan. Setelahdilakukanpenyiangantanamantidakdigenangi.Untukperlakuan yang masihmembutuhkanpenyianganberikutnya, makaduaharimenjelangpenyiangantanamandigenang.Padasaattanamanberbunga, tanamandigenangdansetelahpadimatangsusutanamantidakdigenangikembalisampaipanen. Untukmencegahhamadanpenyakitpada SRI tidakdigunakanbahankimia, tetapidilakukanpencengahandanapabilaterjadigangguanhama/penyakitdigunakanpestisidanabatidanataudigunakanpengendaliansecarafisikdanmekanik. PerbedaanHasil Cara SRI denganKonvensional. Kebutuhanpupukorganikdanpestisidauntukpadiorganikmetode SRI dapatdiperolehdengancaramencaridanmembuatnyasendiri. Pembuatankompossebagaipupukdilakukandenganmemanfaatkankotoranhewan, sisatumbuhandansampahrumahtanggadenganmenggunakanaktifator MOL (Mikro-organismeLokal) buatan sendiri, begitu pula denganpestisidadicaridaritumbuhanbehasiatsebagaipengendalihama. Dengandemikianbiaya yang keluarkanmenjadilebihefisiendanmurah.Penggunaanpupukorganikdarimusimpertamakemusimberikutnyamengalamipenurunan rata-rata 25% darimusimsebelumnya.Sedangkanpadametodekonvensionalpemberian pupukanorganikdarimusimkemusimcenderungmeningkat, kondisiiniakanlebihsulitbagipetanikonvensionaluntukdapatmeningkatkanprodusiapalagibiladihadapkanpada kelangkaanpupukdikalamusimtanamtiba. Pemupukandenganbahanorganikdapatmemperbaikikondisitanahbaikfisik, kimiamaupunbiologitanah, sehinggapengolahantanahuntukmetode SRI menjadilebihmudahdanmurah, sedangkanpengolahantanah yang menggunakanpupukanorganikterusmeneruskondisitanahsemakinkehilanganbahanorganikdankondisitanahsemakinberat, mengakibatkanpengolahansemakinsulitdanbiayaakansemakinmahal. Hasilpanenpadametode SRI padamusimpertamatidakjauhberbedadenganhasilsebelumnya (metodekonvensional) danterus meningkatpadamusimberikutnyasejalandenganmeningkatnyabahanorganikdankesehatantanah. Berasorganik yang dihasilkandari sistemtanam di musimpertamamemilikiharga yang samadenganberasdarisistemtanamkonvesional, hargainididasarkanatasdugaanbahwaberastersebutbelumtergolongorganik, karenapadalahantersebutmasihadapupukkimia yang tersisadarimusimtanamsebelumnya. Dan untukmusimberikutnyadenganmenggunakanmetode SRI secaraberturut-turut, maka sampaimusimke 3 akandiperolehberasorganikdanakan memikiharga yang lebihtinggidariberaspadidarisistemkonvensional. ManfaatSistem SRI Secaraumummanfaatdaribudidayametode SRI adalahsebagaiberikut Hemat air (tidakdigenang), Kebutuhan air hanya 20-30% darikebutuhan air untukcarakonvensional Memulihkankesehatandankesuburantanah, sertamewujudkankeseimbanganekologitanah Membentukpetanimandiri yang mampumenelitidanmenjadiahli di lahannyasendiri. Tidaktergantungpadapupukdanpertisida kimiabuatanpabrik yang semakinmahaldanterkadanglangka Membukalapangankerjadipedesaan, mengurangipenganggurandanmeningkatkanpendapatankeluargapetani Menghasilkanproduksiberas yang sehatrendementinggi, sertatidakmengandungresidukimia