Loading...

mewaspadai dan mengendalikan penyakit antraknose pada tanaman cabai

mewaspadai dan mengendalikan penyakit antraknose pada tanaman cabai
tanaman cabai adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dipasaran lokal, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi petani di nagari kuranji hilir untuk melakukan budidaya tanaman cabai dengan harapan dapat meningkatkan penghasilan tinggi dengan lahan yang tidak begitu luas. dalam pelaksanaan budidaya cabai merah ini banyak hal yang harus diperhatikan misalnya cara budidaya dan pengendalian hama dan penyakit yang menjadi kunci utama keberhasilan dalam usaha pembudidayaan cabai merah. antraknose adalah satu penyakit tanaman cabai yang paling di waspadai petani karena dapat mengakibatkan gagal panen, antraknose sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur colletotrichum acutatum. penyakit antraknosa dapat menyerang semua bagian tanaman mulai dari batang, ranting dan buah, khususnya untuk buah penyakit antraknose ini dapat menyerang semua fase buah mulai dari yang muda sampai matang, apabila tanaman cabai telah terserang oleh penyakit antraknose maka akan sangat sulit untuk dikendalikan, akibat penurunan produksi petani dapat mengalami kerugian antara 20-90% terutama pada musim penghujan. gejala serangan biasa juga disebut cacar buah menyerang buah muda sampai matang gejala awal ditandai dengan bercak coklat kehitam-hitaman pada buah dan membusuk dan lunak dibagian tengah terdapat titik -titik hitam serangan berat dapat membuat buah mengerut dan mengering tindakan pencegahan dan pengendalian menggunakan benih yang sehat seperti contoh biasanya rawit lokal lebih tahan terhadap antraknose pengapuran pada lahan budidaya cabai utuk memperoleh ph ideal 6,00 -7,00 pengaturan jarak tanam tidak terlalu rapat untuk mengurangi kelembaban pemilihan lokasi budidaya bukan lahan bekas tanaman inang seperti tomat, terung dan tanaman cabai perawatan lingkungan sekitar tanaman harus optimal pembersihan tunas wiwilan dan penyiangan mutlak di lakukan untuk menghindari kelembaban yang tinggi yang menjadi suhu optimal bagi jamur penyebab penyebab antraknose mengalirkan air yang tergenang tetap dalam upaya mengurangi kelembaban tanah penggunakan mulsa plastik hitam perak karena dengan menggunakan mulsa plastik sinar matahari dapat dipantulkan pada bagian bawah permukaan daun lakukan penyemprotan gunakan fungisida berbahan aktif berbahan aktif mankozeb dan propineb sejak terbentuknya buah pertama, penyemprotan ini dilakukan disesuaikan dengan kondisi tanaman dan kondisi cuaca lakukan pemupukan secara berimbang karebna kelebihan unsur nitrogen menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit buah cabai yang terindikasi serangan segera petik dan musnahkan bersihkan tangan dan alat-alat pertanian setelah kontak lansung dengan tanaman yang terinfeksi dengan dilakukannya usaha pengendalian diharapkan dapat mengurangi kerugian petani dalam berbudidaya tanaman cabai terutama bagi petani di wilayah kuranji hilir, tindakan pengendalian masih terus dilakukan oleh petani dan penyuluh se optimal mungkin agar terciptanya budidaya sehat dan bernilai ekonomis tinggi di nagari kuranji hilir. terimakasih (oleh: lidya hendrita ppl nagari kuranji hilir) dari berbagai sumber)