Loading...

MIMBAR SARASEHAN TINGKAT KECAMATAN ADONARA BARAT

MIMBAR SARASEHAN TINGKAT KECAMATAN ADONARA BARAT
Mimbar Sarasehan adalah merupakan forum konsultasi antara petani dengan pihak pemerintah untuk membicarakan, memusyawarahkan dan mencari kesepakatan mengenai hal-hal yang menyangkut pelaksanaan program pemerintah dan kegiatan petani nelayan dalam rangka pembangunan khusunya dalam sektor pertanian. Kesepakatan Mimbar Sarasehan ialah keputusan yang disepakati antara kelompok tani dengan Pemerintah mengenai sesuatu pemecahan masalah. Kesepakatan dirumuskan secara tertulis oleh penyelenggra Mimbar Sarasehan dan disahkan oleh kedua belah pihak untuk dilaksanakan oleh pihak-pihak yang bersepakat sesuai tugas, hak, wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Mimbar sarasehan tingkat Kecamatan Adonara Barat dilaksanakan pada tanggal 21 Nopember 2022, yang bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Waibelen Kecamatan Adonara Barat. Peserta mimbar sarasehan berasal dari Pengurus KTNA tingkat Kecamatan Adonara Barat sebanyak 1 orang, Kepala Desa, Gapoktan, Kelompok Tani dengan total peserta 25 orang yang masing - masing peserta sudah mewakili setiap desa yang ada di wilayah Kecamatan Adonara Barat. Dalam kegiatan mimbar sarasehan ini, diawali dengan Laporan Panitia/Kepala BPP Waibelen. Dalam laporannya, Kepala BPP menyampaikan tujuan kegiatan ini yaitu untuk menumbuhkembangkan kerjasama antar dan inter petani-nelayan, petani nelayan dengan pihak lain, forum konsultasi dan dialog antar Kelompok Tani dengan pemerintah yang menghasilkan kesepakatan-kesepakatan. Membangun watak petani nelayan yang beretos kerja tinggi, berdisiplin, produktif, berkualitas, hemat dan mandiri, yang lebih menitik beratkan pada pola pikir Agribisnis serta beperilaku mulia dalam kehidupan. “Output lain yang ingin dicapai adalah adanya dukungan komitmen dari pihak terkait, baik dari pemerintah maupun dari swasta, dukungan yang lebih dari upaya penguatan kelembagaan petani serta stimulasi pendanaan, sehingga provitas yang dihasilkan meningkat secara signifikan serta adanya jaminan harga komoditi yang pada akhirnya kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha berangsur-angsur dapat ditingkatkan dan adanya perubahan pola piker petani dan nelayan lebih kreatif, serta bisa jeli terhadap market pasar.” Camat Adonara Barat dalam sambutannya menyampaikan beberapa harapan diantaranya para penyuluh dan aparat pertanian agar senantiasa terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta profesionalisme sebagai modal pelaksana pendamping kepada kepada petani-nelayan, menjadikan Kelompok Tani sebagai wadah komunikasi serta tempat menyalurkan aspirasi petani-nelayan sehingga berbagai permasalahan dihadapi oleh petani-nelayan dapat dipecahkan, menjadikan kegiatan mimbar sarasehan sebagai ajang penyampaian aspirasi para petani-nelayan serta upaya pemecahannya, serta diharapkan supaya pemangku kepentingan diminta peran serta untuk bersama-sama mendukung pemerintah untuk melaksanakan pembangunan yang mengoptimalkan sumberdaya dan wawasan lingkungan. Disamping itu, Camat Adonara Barat juga mengharapkan agar para Kepala Desa dapat merekrut tenaga pertanian untuk mrenjadi penyuluh di desa dengan menggunakan Dana Desa untuk pembiayaannya. Yang menjadi poin penting yang harus diperhatikan dalam peningkatan mutu pertanian adalah infrastruktur, motivasi dan upaya. Bila infrastruktur memadai, akfifitas petani juga lancar. “Pemberdayaan SDM petani juga harus kita tingkatkan, jangan ada imej bahwa petani hanya bisa membawa cangkul, mengolah padi disawah saja akan tetapi petani juga harus respon terhadap Iptek pertanian yang dewasa ini gencar sekali di sosialisasikan oleh PPL seperti, cara tanam double track, jajar logowo, semua itu tentunya di harapkan bisa mendongkrak petani dalam hal pendapatan.” Harapan semoga dengan adanya acara Sarasehan ini bisa menjadi ajang tukar pendapat baik, ilmu pengetahuan, serta mempererat silaturahmi sesama petani, PPL, Muspika, LSM dan instansi terkait lainnya. Kesepakatan Hasil Mimbar Sarasehan : Mengaktifkan kembali kelembagaan petani mulai dari kepengurusan, tertib administrasi untuk kelancaran lembaga tani di masing-masing desa. Program kerja kegiatan kelompok tani dibuat setiap musim tanam di masing-masing kelompok dalam wilayah Desa Se-kecamatan Adonara Barat. Melaksanakan koordinasi dan informasi secara priodik. Mendukung dan membantu kebijakan program Pembangunan Pertanian. Mengaktifkan kembali kepengurusan KTNA dengan diadakan pemilihan kepengurusan yang baru. Mengaktifkan kembali kepengurusan P3A dengan diadakan pemilihan kepengurusan yang baru. Meningkatkan peran serta kaum muda/petani milenial dalam bidang pertanian Sarana dan Prasarana Kantor BPP perlu dilengkapi dengan melaksanakan percontohan di lahan BPP yang dapat dilaksanakan oleh Kelompok Tani. Pembentukan Posluhdes. Merekrut tenaga penyuluh di desa dengan dibiayai menggunakan dana desa untuk membantu kerja penyuluh pertanian yang ada di BPP. Mengoptimalkan lahan pekarangan untuk untuk menanam tanaman sayuran dan tanaman obat keluarga ( Toga ). Bantuan Pemerintah Pusat/Propinsi/Kabupaten kepada petani melalui kelompok tani/gapoktan, supaya selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan maupun permintaan petani, agar bisa bermanfaat dengan maksimal. Penulis : Eduardus Kopa Apenobe, SP (Koordinator BPP Waibelen)