Loading...

Model Kawasan Rumah Pangan Lestari di Daerah Pedesaan

Model  Kawasan Rumah Pangan Lestari  di Daerah Pedesaan
Rumah pangan lestari (RPL) adalah tempat tinggal bagi keluarga atau rumah tangga yang memanfaatkan pekarangannya secara intensif melalui pengelolaan sumberdaya alam lokal secara bijaksana sehingga menjamin kesinambungan ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas, nilai dan keanekaragamannya. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) diwujudkan dalam satu rukun tetangga atau rukun warga/dusun (kampung) yang telah menerapkan prinsip Rumah Pangan Lestari dengan menambahkan intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah, dan lainnya), lahan terbuka hijau, serta pengembangan pengolahan dan pemasaran hasil. Suatu kawasan harus menentukan komoditas pilihan yang dapat dikembangkan secara komersial. RPL/KRPL diterapkan di daerah perkotaan dan pedesaan dengan model yang beragam sesuai dengan luas pekarangan dan lahan terbuka hijau yang tersedia. Model RPL/KRPL di daerah pedesaan adalah sbb. 1) Pekarangan sangat sempit/tanpa pekarangan, dengan model budidaya sbb Vertikultur (model gantung, tempel, tegak, rak), dengan komoditi : (a) Sayuran, yaitu sawi, kucai, pakcol, kangkung, bayam, kemangi, calsim, saledri, selada bokor dan bawang daun; (b) Toga/tanaman obat, yaitu kencur, antanan, gempur batu, daun jinten, sambiloto, jahe merah, binahong, sirih Pot/polibag, benih/bibit, dengan komoditi : (a) Sayuran, yaitu cabai, terong, tomat, mentimun: (b) Toga, yaitu jahe, kencur, kunyit, temu lawak, kumis kucing, sirih hijau/merah, pegangan, lidah buaya, sambiloto 2) Pekarangan sempit (luas <120 m²), dengan model budidaya sbb. Vertikultur (model gantung, temple, tegak, rak), dengan komoditi: (a) Sayuran,yaitu sawi, kucai, pakcol, kangkung, bayam, kemangi, calsim, saledri, selada bokor ; (b) Toga/tanaman obat, yaitu kencur, antanan, gempur batu, daun jinten, sambiloto, jahe merah, binahong, sirih Pot/polibag,/tanam langsung, benih/bibit, pelestarian tanaman pangan, dengan komoditi : (a) Sayuran, yaitu cabai, kenikir, terong, tomat, kecipir, kacang panjang, bincis tegak, buncis rambat ; (b) Toga, yaitu jahe, kencur, kunyit, sirih hijau/merah, pegagan, lidah buaya dan sambiloto; (c) buah, yaitu papaya, jeruk nipis, jambu; (c) tanaman pangan, yaitu talas, ubijalar, ubikayu, ubikelapa, garut, ganyong, jagung, atau tanaman pangan lokal linnya. Kandang, dengan komoditi ayanm buras Kolam terpal, dengan komoditi ikan 3) Pekarangan sedang (luas 120 - 400 m²), dengan model budidaya sbb. Pot/polibag/tanam langsung, dengan komoditi: (a) Sayuran, yaitu cabai, sawi, kenikir, terong, tomat, bayam, kangkung, kecipir, kacang panjang,; (b) Toga, yaitu jahe, kencur, kunyit, lengkuas, sirih, temulawak; Kandang, dengan komoditi ternak kambing, domba dan atau ayam buras Kolam, dengan komodi untuk pemeliharaan ikan lele/nila/gurame Bedengan, surjan, multistrata, untuk intensifikasi pekarangan dengan komoditi sayuran/buah/umbi/kacang-kacangan Multistrata , untuk intensifikasi pagar dengan komoditi kaliandara, dadap, gliriside, rumput, garut, talas, pisang, nenas, melinjo, ganyong dan garut. 4) Pekarangan luas (luas >400 m²), dengan model budidaya sbb. Pot/polibag, bedengan, dengan komoditi: (a) Sayuran, yaitu cabai, sawi, kenikir, terong, tomat, bayam, kangkung, kacang panjang, kecipir, buncis tegak dan rambat (b) Toga, yaitu jahe, kencur, kunyit, lengkuas, temulawak, sirih, lidah buaya; Kandang . komoditi ternak kambing, domba dan atau ayam buras Kolam, dengan komoditi ikan lele/nila/gurame Bedengan, surjan, multistrata, benih/bibit, untuk intensifikasi dengan komoditi; sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, /kacang-kacangan, sayuran dan tanaman pangan Multistrata, untuk instensifikasi pagar dengan komoditi: kaliandra, dadap, gliriside, rumput, garut, talas, pisang, nenas, melinjo, ganyong dan garut 5) Intensifikasi pagar jalan, dengan model budidaya sbb. Multistrata, dengankomoditi : tanaman buah, tanaman hijauan makanan ternak. 6) Intensifikasi halaman kantor desa, sekolah, dan fasilitas lainnya, dengan model budidaya sbb. Pot, Bedengan, tanam langsung, dengan komuditi: tanaman sayuran, tanaman buah dan tanaman pagar multistrata 7) Kebun bibit desa, dengan model budidaya sbb. Pot, rak, bedengan, dengan komoditi: tanaman sayuran dan tanaman pangan 8) Pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan, dengan model budidaya sbb.. Bedengan, dengan komoditi: tanaman pangan lokal yaitu aneka umbi (ubi, gembili, gadung, dll), aneka talas, suweg, aneka jenis jagung dan serelia (sorgum, jewawut, hotong dll), Sumber: Petunjuk pelaksanaan pengembangan model kawasan rumah pangan lestari, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian pertanian 2011 Gambar dari: http://bppsumbergempol.blogspot.com/2012/10/model-kawasan-rumah-pangan-lestari-m.html Penulis : Marwati (Penyuluh, Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Kementan)