Loading...

MOL BONGGOL PISANG HUTAN

MOL BONGGOL PISANG HUTAN
Permasalahan yang di alami oleh petani didaerah yang jauh jangkauan dari kota sehingga untuk memperoleh pupuk sangat sulit sekali sementara pupuk itu sangat diperlukan oleh petani. Dengan adanya permasalahan tersebut sehingga petani berusaha untuk menggunakan tumbuhan lokal sebagai bahan penambah nutrisi bagi tanaman . Bonggol pisang hutan ini sama manfaatnya dengan bonggol pisang yang ditanam.Tujuan dibuatnya Mol Bonggol pisang hutan ini adalah untuk pupuk organic dalam usaha pertanian bagi petani didaerah pedalaman yang sulit mendapatkan pupuk an organic atau pupuk subsidi.Kegunaan cairan MOL ini setelah mengalami proses oleh mikroba akaya zat perangsang tumbuh dan unsur fosfor sehingga dapat digunakan sebagai pupuk cair sama fungsinya dengan SP36 dan juga berfungsi sebagai bahan decomposer.Bahan:Bonggol pisang hutan sebanyak 10 kgAir cucian beras sebanyak 10 liter.Air kelapa sebanyak 3Air gula sebanyak 2 liter (terbuat dari gula pasir 1 kg dan gula merah 1 kg).Cara Membuat :Bonggol pisang dihaluskan/ditumbuk dan dimasukan ke dalam tong/ember plastik;Tambahkan air beras, air kelapa dan air gula.Tutup dengan plastik penutup beri lubang udara dengan cara memasukan slang plastik kecil yang dihubungkan dengan botol berisi air;Biarkan selama 15 – 30 hari.Penggunaan :Pengomposan : Campurkan MOL Bonggol Pisang dengan air dengan perbandingan 1 : 5 liter (1 bagian MOL, 5 bagian air). Siramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan secara merata.Untuk tanaman: Dapat disemprot sebagai pupuk cair pada berbagai tanaman dengan konsentrasi 400 cc dicampur dengan 14 Liter Air Tawar.Untuk tanaman padi penyemprotan sejak fase vegetatif hingga generatif (umur 10,20,30,40 hari). Disemprotkan padi pagi/sore hari, hindari penyemprotan di siang hari (terik matahari).