Loading...

MUDAHNYA BETERNAK KERBAU

MUDAHNYA BETERNAK KERBAU
Kerbau merupakan salah satu ternak besar yang sudah dikenal dan dipelihara sejak dahulu kala oleh petani di perdesaan. Banyak keuntungan yang didapat petani jika memelihara ternak ini. Diantaranya : memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kehidupan peternak maupun sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD); pemeliharaannya yang relatif mudah karena ternak kerbau masih dapat berproduksi dan bereproduksi dengan baik pada kondisi alam dan agroekosistem yang sangat kritis; ternak kerbau dapat mengubah pakan yang sangat rendah; serta tenaganya dapat digunakan untuk menggarap lahan maupun transportasi. Agar dapat memberikan keuntungan yang optimal maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut pemeliharaan ternak kerbau. Yang terutama diantaranya adalah : Pemilihan Bibit, Pakan, Kandang dan Peralatan, Tata Laksana pemeliharaan, serta Kesehatan Hewan. Bibit. Banyak jenis kerbau yang dapat dijadikan sebagai bibit. Beberapa diantaranya yang dapat dijadikan sebagai pilihan adalah : Kerbau Murrah (asal India, warna hitam /kelabu kehitaman); Kerbau Nilli/Ravi (asal India, warna hitam / coklat tua); Kerbau Surti (asal India, warna hitam/coklat); Kerbau Belang/Tedong Bonga (asal Sulawesi Selatan/Toraja); Kerbau Lokal (warna abu-abu, asal Sumba, Bali, Kalimantan, Sumatera). Jenis manapun pilihan bibit yang diambil tidak menjadi masalah asal bibit kerbau tersebut memenuhi persyaratan kualitas. Bibit yang berkualitas bagus bisa dilihat dari silsilah keturunannya. Selain itu, beberapa faktor yang juga harus diperhatikan yaitu berat saat lahir, berat saat disapih, pertambahan berat. Secara kasat mata juga dapat dilihat ciri-ciri kerbau yang sehat dan berkualitas seperti berikut : Matanya terlihat putih bersih; Kulitnya terlihat bercahaya dan tidak terlihat luka di kulitnya seperti kurap; Tubuhnya terlihat gemuk yang menandakan kerbau itu sehat dan doyan makan; Hidungnya tidak beringus. Walaupun beringus, usahakan cari yang sedikit ingusnya; Tidak terlihat cacat, baik itu fisik maupun mental; Kerbau jantan memiliki alat kelamin dan kakinya harus yang kuat; Kerbau betina mempunyai alat kelamin yang normal serta ambingnya baik. Pakan. Berbagai jenis pakan yang dapat diberikan kepada kerbau diantaranya Hijauan Makanan Ternak (HMT), kacang-kacangan dan limbah pertanian lainnya. Beberapa contoh HMT diantaranya : Rumput Gajah, Rumput Raja, Rumput Setaria, rumput Benggala, Rumput Lapangan dan lain-lain. Sedangkan kacang-kacangan antara lain : Lamtoro, Glirisidia (Gamal), Turi dan lain-lain. Limbah pertanian antara lain : Jerami Padi, Jerami Jagung, Jerami Kedelai dan Jerami Kacang buah. Selain itu perlu juga dilengkapi dengan konsentrat berupa dedak halus, bungkil-bungkilan. Pemberian dan susunan pakan haruslah seimbang. Sebagai contoh, campuran pakan berupa : Hijauan = 35 – 50 Kg (terdiri dari 70% rumput-rumputan dan 30% kacangkacangan) dilengkapi dengan Konsentrat = 2-5 Kg/hr/ekor. Kandang dan Peralatan. Kerbau harus dikandangkan, terutama pada malam hari. Dalam kandang harus dilengkapi dengan tempat makan dan tempat minum. Ukuran kandang kerbau : Dewasa = 1,5 m X 2 m/ekor; Anak = 1 m X 0,8 m/ekor; Kandang jepit = 1,2 m X 0,55 m X 1,5 m/ekor. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang antara lain kandang tidak boleh dekat dengan rumah tempat tinggal dan ada penampungan kotoran /limbah. Tata Laksana pemeliharaan. Pemeliharaan kerbau tergantung dari tujuan yaitu : Penggemukan (Pemberian pakan); Bibit (Pengaturan perkawinan); Pemeliharaan anak (Pembesaran). Kesehatan Hewan. Untuk menjaga kesehatan ternak kerbau kebersihan kandang dan ternaknya harus dijaga dengan baik. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kerbau antara lain : a. Antrax. Penyebab : Kuman Antrax. Gejala : Bengkak pada dada leher dan perut, keluar darah dari lubang hidung, rongga mulut,anus dan kelamin menjelang kehamilan. Pencegahan : Vaksinasi Antrax; b. Brucellosis. Penyebab : Kuman Brucella Gejala : Biasanya terjadi keguguran pada kebuntingan 5 – 8 bulan. Pencegahan : Pemeriksaan darah secara berkala, menjaga kebersihan kandang ternak, dan Vaksinasi. c. Penyakit Ngorok. Penyebab : Kuman Pasteurella multocida. Gejala : Gangguan pernapasan/ngorok pencegahan : vaksinasi Perlu diingat bahwa kerbau dapat menghasilkan produk berupa daging, kulit, susu dan lain-lain. Ternak kerbau selain dijual hidup di pasar hewan (per kilo gram berat hidup atau dengan taksiran) dapat juga dijual dalam bentuk olahan seperti halnya daging sapi yang diolah dalam berbagai aneka kuliner. (Inang Sariati) Diambil dari berbagai sumber