Loading...

MUDAHNYA PEMELIHARAAN BURUNG PUYUH

MUDAHNYA PEMELIHARAAN BURUNG PUYUH
Burung puyuh sudah dikenal masyarakat sejak lama dan memiliki potensi besar sebagai penghasil telur. Burung yang tergolong kedalam aneka ternak ini juga terbilang produktif karena dapat bertelur lebih dari 260 butir dalam setahun produksi pertamanya. Oleh karena itu, pemeliharaan burung puyuh merupakan alternatif utama selain ayam dan itik, sebagai penghasil telur dan telah menjadi sumber penghasilan masyarakat petani peternak.Pemeliharaan burung puyuh tidaklah terlalu sulit. Misalnya, tidak memerlukan lahan yang luas. Bahkan, dapat dipelihara di tanah pekarangan. Beberapa kemudahan dan keuntungan lain dalam pemeliharaan burung puyuh adalah: (1) Tidak memerlukan modal yang besar; (2) cepat menghasilkan telur dan daging; (3) Dapat dipelihara oleh anggota keluarga; (4) Pangan yang dihasilkan berupa telur dan daging bergizi tinggi serta enak rasanya. Daging burung puyuh sangat dibutuhkan oleh pedagang kuliner. Sebutlah misalnya restoran kaki lima, warung pecel ayam dan lain-lain.; (5) Dari segi penjualan hasil produksi, burung puyuh mempunyai prospek yang bagus karena permintaan pasar masih cukup tinggi, sehingga peluang berkembangnya peternakan burung puyuh akan semakin besar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan burung puyuh adalah : lokasi lahan; kandang; bibit; pakan, pemeliharaan dan hama penyakit.Lokasi lahan, harus jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk; mudah diakses oleh transportasi terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran; bebas dari wabah penyakit; bukan merupakan daerah banjir; merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.Kandang, haruslah memenuhi kriteria antara lain : temperatur berkisar 20-250C; kelembaban antara 30-80%; penerangan cukup 25-40 watt pada siang hari, dan 40-60 watt di malam hari. Tata letak kandang diatur agar sinar matahari pagi bisa masuk kedalam kandang. Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 bisa diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur. Kandang yang digunakan: (1) Kandang induk pembibitan. Kandang ini mempengaruhi langsung produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Ukuran kandang tergantung jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2: (2) Kandang induk petelur. Fungsinya sebagai kandang untuk induk pembibit. Bentuk, ukuran, dan keperluan peralatannya sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama; (3) Kandang anak puyuh, mulai umur satu hari sampai 3 minggu. Fungsinya untuk menjaga dan melindungi anak puyuh agar mendapatkan kehangatan (panas) sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm dan tinggi kaki 50 cm (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh); (4) Kandang puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu). Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram. Dalam kandang juga harus tersedia perlengkapannya berupa : tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.Bibit, disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan. Ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu : (1) untuk produksi telur, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat, bebas dari penyakit; (2) untuk produksi daging, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran; (3) untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat dan siap membuahi puyuh betina agar bisa menjamin telur tetas yang baik.Pakan, bisa diberikan dalam bentuk: pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh suka usil mematuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh bibitan terus-menerus.Hama dan Penyakit, bisa menyerang burung puyuh kapan saja. Diantaranya : (1) Radang usus (Quail enteritis). Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisahkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi; (2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae). Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala "tortikolis" yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya; (3) Berak putih (Pullorum). Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dgn pengendalian penyakit tetelo; (4) Berak darah (Coccidiosis). Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox. Agar terhindar dari berbagai penyakit perlu sanitasi yang baik, tindakan preventif dan pengontrolan. Caranya, selalu menjaga kebersihan lingkungan kandang, mencegah timbulnya penyakit serta melakukan pengobatan. Untuk pencegahan penyakit, lakukan vaksinasi secara teratur dan sedini mungkin. Apabila ditemukan tanda-tanda terganggunya kesehatan ternak puyuh segera dilakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat (Inang Sariati)Sumber : 1. http://www.peternakhebat.com/2015/02/cara-beternak-burung-puyuh-dengan-mudah.html2. http://www.budidaya-petani.com/2012/12/beternak-burung-puyuh-budidaya-burung.html3. https://images.search.yahoo.com/search/images;puyuh.jpg&action=click