Loading...

Musim Kemarau Tiba, Alhamdulillah Untung Menanam Kangkung Lebih Banyak.

Musim Kemarau Tiba,   Alhamdulillah Untung Menanam Kangkung Lebih Banyak.
Mulai maret 2024 intensitas curah hujan harian di Kecamatan Rupat Utara sangat sedikit. Pada bulan Maret ini jumlah hari tanpa hujan dalam sebulan mencapai 26 hari sedangkan di bulan April sampai saat ini sudah mencapai 20 hari tampa hujan. hal ini membuktikan musim kemarau sedang melanda kecamatan ini. Musim kemarau bagi sebagian orang mungkin akan sangat menyiksa, hal ini di karenakan selain suhu udara yang meningkat, pada sebagian wilayah pada ruas jalan jumlah pertikel debu yang terbawa udara ketika berada di jalan yang belum di cor alias jalan tanah maupun pasir batu semakin banyak. Sehingga mengganggu pernafasan dan penglihatan pengendara bermotor. Bahkan bagi petani karet kemarau panjang akan mengakibatkan jumlah latek pada tanaman karet akan menurun secara drastis. Hal ini di karenakan pada musim kemarau tanaman karet akan mengalami rontok daun dan mengganggu proses fotosisntesis pada tanaman karet yang berakibat pada menurunnya produksi latek. Namun tidak bagi petani kangkung di Rupat Utara, keberadaan musim kemarau membawa berkah tersendiri. Hal ini di alami oleh ibuk Nurhayati salah satu ketua kelompok Wanita Tani di Kecamatan Rupat Utara. Musim kemarau ini terasa membawa berkah pada jumlah panen kangkung yang meningkat dan menurunnya biaya produksi pada tanaman kangkung yang di tanam. biasanya pada musim penghujan atau dengan kondisi curah hujan tinggi gulma akan cepat tumbuh sehingga sebagian besar waktu akan tersita untuk membersihkan gulma di lokasi pertanaman, selain itu pada kondisi kelembapan tinggi penyakit bercak daun dan kutu kebul juga sering menjadi permasalahan di lapangan sehingga diharuskan mengeluarkan biaya, tenaga Waktu dan Pikiran lebih ekstra untuk menghasilkan tanaman kangkung yang bagus. Sedangkan pada musim kemarau, jumlah serangan hama dan penyakit sangat berkurang. Hal ini dirasakan dengan berkurangya serangan penyakit pada bagian akar dan pada bagian daun kangkung serta sedikitnya gulma yang tumbuh pada lokasi pertanian pada musim kemarau. hal ini cukup membantu dan menguntungkan petani sehingga tidak harus repot mengurusi hama dan gulma apalagi penyakit, walaupun terkadang muncul itupun dengan serangan dalam kadar yang masih bisa di tolerir. Dari kegiatan bertani kangkung ini dalam sekali panen ibuk nur bisa menghasilkan 50 sampai dengan 100 ikat kangkung setiap dua hari, biasanya kangkung hasil panen di jual kepada pedagang dengan harga Rp. 2000 setiap ikat dan diecer menjadi Rp.3000 di tingkat konsumen. Biasanya proses panen dilakukan sore hari pada saat cuaca teduh dan mulai jual ke pedagang pada sore hari sebelum maghrib untuk di ecer besok paginya oleh pedagang pengecer.