Kelapa sawit berperan sangat penting dI Indonesia selain untuk meningkatkan devisa negara,, memeprluas lapangan kerja juga untuk mengentaskan kemiskinan. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia berkembang pesat (14% /tahun), dan kemungkinan akan terus bertambah karena agroekosistem dan agroklomat sesuai dengan pertumbuhan tanaman, juga lahan masih cukup luas tersedia terutama di pula Sumatera dan Kalimantan. Tanaman sawit yang luasnya lebih dari 7 juta ha, menghasilkan limbah yg cukup banyak yang jika diolah menjadi hasil ikutan yang bernilai yaitu sebagai sumber pakan ternak. Pada umumnya limbah tanaman sawit bermutu lebih baik dibanding jerami padi. Produk hasil ikutan pengolahan limbah kelapa sawit sebagai pakan ternak dapat berupa: Palm Pressing Fibre (PPF), adalah hasil ikutan yang didapatkan dari proses penempaan (pressing) buah kelapa sawit segar setelah dilakukan perebusan (sterilisasi) dan pelepasan buah dari tandannya. Ada juga para praktisi yang menyebut serat buah sawit dengan istilah residu kering (dry residue). Dalam proses untuk memperoleh CPO, serat buah ini telah dipisahkan secara otomatik dan beratnya sekitar 10 % dari tandan buah segar. Akan tetapi pada saat menuju tempat penumpukan salurkan bersama dengan air pencucian dan lumpur sawit. Untuk meningkatkan pemanfaatannya salurkanlah terpisah sampai penumpukan. Serat buah kelapa sawit rendah nilai pakannya dan bersifat volumeis, dan tidak ekonomis diberikan secara sendiri. Pemanfaatannya cenderung untuk memenuhi volume pakan. Perlakuan proses kimiawi dengan sodium hydroxide, urea dan ammonium hydroxide menunjukan perbaikan tingkat konsumsi dan daya cerna. Misalnya dengan penggunaan sodium hidroxide 8% dapat meningkatkan daya cerna bahan kering (dry matter digestible-DMD) dari 43,3 % menjadi 58 % . Palm Sludge (PS), adalah hasil ikutan yang diperoleh dari pencucian dan proses pemisahan CPO dan pemisahan minyak makan, Volumenya berkisar 20% dari TBS. Bahan ini banyak digunakan sebagai sumber lemak dalam pakan ternak berlambung tunggal. Tetapi untuk ternak ruminansia tidak baik karena dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan metabolisme. Palm Kernel Cake (PKC), atau bungkil kelapa sawit adalah hasil ikutan dari proses pengolahan inti sawit menjadi palm kernel oil (PKO), yang mengandung 7,7-18,7 % protein kasar. Bungkil kelapa sawit (palm kernel cake) beratnya sekitar 49,5 % dari inti sawit, banyak digunakan untuk pakan ternak, dengan tingkat daya cerna 70%. Dalam penelitian yang dilaksanakan di Malaysia, penggunaa PKC sebagai bahan pakan untuk ternak sapi penggemukan sebanyak 6-7 kg/hari dengan tembahan “feed additive”(mineral dan vitamin) secukupnya dapat menghasilkan pertambahan berat hidup 0,7-1 kg/hari. Oil Palm Fronds (OPF), adalah ikutan yang diperoleh dari pelepah dan daun pada penyiangan saat panen tandan buah segar. Meski volumenya cukup besar yakni setiap satu pohon kelapa sawit dapat menghasilkan 22 pelepah dan daun per tahun. Tiap pelepah dan daun dapat menghasilkan 8 kg bahan pakan ternak. Akan tetapi pada saat ini belum umum digunakan untuk pakan ternak, walaupun ternyata sapi Bali mau makan daun segar tanpa diproses terlebih dahulu.Pelepah bagian dalam bila digigit terasa manis dan dapat berfungsi sebagai sumber energi. Pada saat ini pelepah dan daun banyak ditumpuk diantara pertanaman. Menurut penelitan, OPF mengandung protein kasar mendekati 15%, potensial untuk diolah menjadi bahan pakan ternak ruminansia. OPF diproses dalam bentuk pellet dengan ukuran diameter 9 mm dan panjang 3-4 cm diperoleh daya cerna 33% dan dapat menghasilkan pertambahan berat hidup 0,93 kg/hari . Empty Fruits Bunch (EFB), atau tandan buah kosong dapat juga digunakan untuk pakan ternak, setelah diolah dan dibuat dalam bentuk pellet serta perkayaan nilai gizinya. EFB disebut oleh para pekebun sebagai pupuk tandan sebar (PTS) karena dikembalikan ke kebun dan disebar diantara tanaman kelapa sawit. Tiap tandan beratnya setara 35% dari tandan buah segar. Dengan mengelola limbah kelapa sawit selain melestarikan lingkungan juga mendatangkan keuntungan. (Sri Puji Rahayu/yayuk_edi@yahoo.com)