Loading...

NUTRISI TANAMAN

NUTRISI TANAMAN
NUTRISI TANAMAN Kata Pengantar Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya, sehingga tulisan ini dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. Tulisan ini merupakan bahan untuk dagang teknologi atau pokok pembahasan pada pertemuan dua mingguan di BPP Rawagenjer dengan Judul Nutrisi Tanaman. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna untuk itu mohon kiranya kritik dan saran yang kondusif demi perbaikan dan kesempurnaan tulisan ini. Akhirnya penulis mengharap semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi penulis sendiri maupun bagi pihak-pihak yang membutuhkannya Rawagenjer, Maret 2018 Wasalam dari Penulis, Jamingan, SP Daftar Isi Kata Pengantar ...................................................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................................................ Pendahuluan ................................................................................................................ Nutrisi bagi Tanaman ................................................................................................... Pengertian Nutrisi Tanaman .................................................................................. Unsur Hara Esensial ............................................................................................... Sumber Unsur Hara ............................................................................................... Bentuk Unsur Hara yang digunakan Tanaman ...................................................... Peranan Unsur Hara Pada Tanaman ...................................................................... Kondisi Tanaman Bila Deficienci/Kekahatan Unsur Hara ...................................... Kesimpulan dan Saran .................................................................................................. Penutup ........................................................................................................................ Daftar Pustaka .............................................................................................................. PENDAHULUAN Secara umum kita mengetahui bahwa tanaman membutuhkan sekali akan adanya Karbon dioksida dari udara, air dan zat-zat mineral di dalam tanah. Kita mengenal ada 16 macam unsure hara esensial bagi tanaman, diantaranya ; C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Cl, Fe, Zn, Mn, B dan Mo Kemudian ada unsure -unsur yang tidak termasuk hara esensial (non esensial) bagi seluruh tanaman adalah Na, Si, dan Co, namun unsure tersebut esensial untuk tanaman tertentu, misalnya tanaman padi memerlukan Si, dan beberapa tanaman tingkat tinggi memerlukan Na dan Co. NUTRISI BAGI TANAMAN Seperti halnya dengan manusia dan hewan, bila makanannya cocok dan cukup serta pengankutan makanan teratur dengan baik, maka tanaman akan sehat tumbuhnya. Pengertian Nutrisi adalah zat hara yang diperlukan untuk kelangsungan hidup energi untuk pertumbuhan tanaman. Unsur Hara Esensial Suatu unsure hara dikatakan esensial bila : Kekurangan unsur tersebut dapat menghambat dan mengganggu pertumbuhan bsik vegetative maupun generative Kekurangan unsur tersebut tidak dapat diganti oleh unsur lain. Unsur tersebutcharus secara langsung terlihat dalam gizi makanan tanaman. Sumber unsur hara Unsur makro Dari udara dan air : C, H, O. Dari tanah : N, P, K, Ca, Mg, S. Unsur mikro Dari tanah : Cu, Cl, Fe. Zn, Mn, B, Mo Unsur Makro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak. Unsur Mikro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit. Suatu kenyataan bahwa 94-99,5 % jaringan tanaman segar tersusun dari C, H, dan O dan hanya 0,5 – 5 atau 6 % berasal dari tanah, tetapi walaupun demikian biasanya unsur hara dari tanah merupakan penghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu unsur- unsur hara yang berasal dari udara dan air kurang mendapat perhatian. Unsur hara yang berasal dari tanah ada 13, yang secara relative 6 diantaranya dibutuhkan lebih banyak (N, P, K, Ca, Mg, dan S). keenam unsur tersebut harus mendapat perhatian yang serius, karena kurang dan lambat tersedia dalam tanah terutama N, P, dan K. N, P, K ditambahkan ke dalam tanah biasanya sebagai pupuk. Calcium dan Magnesium biasanya ditambahkan sebagai kapur. Belerang dapat ditambahkan ke dalam tanah bersama pupuk Nitrogen dalam bentuk Amonium Sulfat (ZA) = (NH4)2SO4 , bersama pupuk kandang bankan bersama air hujan. Dalam keadaan tertentu belerang dapat diberikan sebagai tepung belerang. Unsur hara yang lain seperti : Cu, Cl, Fe, Zn, Mn, B, dan Mo digunakan oleh tanaman lebih sedikit, ini berarti unsure tersebut kurang berarti bagi tanaman dibandingkan dengan unsure makro, kecuali Fe. Unsur mikro ditemukan dalam jumlah sedikit tersedia dalam tanah. Walaupun tanaman akan mengadsorbsi dalam jumlah sedikit pada setiap media tanam, tetapi efek penanaman bertahun-tahun akan dengan cepat mengurangi jumlah unsure ini yang tersedia di dalam tanah. Bentuk unsur hara yang digunakan Tanaman Unsur Bentuk Ion Unsur Bentuk Ion Karbon CO2 Mangan Mn2+ , Mn4+ Hydrogen H+ , OH- , H2O Tembaga Cu+ , Cu2+ Oksigen 02 Seng Zn2+ Nitrogen NH4+ , NO3- Molybdenum Mo2- , Mo+ Phosphor HPO42- , H2PO4- Boron BO2- Kalium K+ Chlor Cl- Kalsium Ca++ Natrium Na+ Magnesium Mg2- Silicon Si4+ Belerang SO32- , SO43- Kobalt Co2+ Besi Fe2+ , Fe3+ Peranan Unsur Hara pada Tanaman C, H, O : untuk pembentukan karbohidrat, protein dan lemak Nitrogen (N) : penyusunan utama protoplasma, chlorophyl, protein. lemak dari biji-bijian, dan vitamin. Phosphor (P) : penting dalam fotosintesa dan pembuatan karbohidrat, lemak dan protein terutama pada jaringan meristem dan pemasakan biji dan buah. Kalium (K) : penting dalam fotosintesa, penyusun karbohidrat dan protein, penyusun Nucleus sel, pengatur keadaan air dalam sel. Kalsium (Ca) : penyusun dinding sel, pencegah keracunan asam oksalat, berhubungan dengan kegiatan titik tumbuh. Magnesium(Mg) : penyusun chlorophyll dan merupakan factor penggiat kerja Enzim- enzim sel. Belerang (S) : mempercepat perkembangan akar dan pengaktifan kerjanya enzim- enzim. Chlor (Cl) : menambah kadar air pada daun tembakau, mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan akumulasi tepung di dalam daun. Besi (Fe) : terdapat di semua sel terutama di chloroplast daun untuk Katalisator. Mangan (Mn) pembentukan chlorophyl. Boron (Bo) : berpengaruh dalam proses fotosintesis, fotoperioditas, pemecahan protein dan pengambilan unsur lain terutama Ca. Molybdenum(Mo): mempengaruhi fiksasi N dari udara, metabolism Fe, Mn dan Zn, pemecahan nitrat dan pembentukan vitamin. Unsur hara non esensial Natrium (Na) : mengganti peranan K jika unsure Na ini terdapat dalam jumlah sedikit. Silicon (Si) : sebagai jaringan penguat terbanyak di dindinh sel. Kobalt (Co) : untuk metabolism dan pertumbuhan tanaman. Kondisi Tanaman bila Deficiensi/kekahatan unsur hara. Nitrogen : Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan, pertumbuhan lambat dan kerdil, daun tua berwarna kekuningan dan pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun. Perkembangan buah tidak sempurna, seringkali masak sebelum waktunya. Jika dalam keadaan kekurangan parah, daun menjadi kering di mulai dari bawah terus ke bagian atas. Fosfor : System perakaran tanaman miskin dan tidak berkembang. Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun, cabang, dan batang berwarna ungu. Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot, pemasakan buah bertambah lambat. Kalium : Daun bercak-bercak merah coklat dan mengkerut. Pada tanaman kelapa dan jeruk buah menjadi gugur. Pada tanaman padi-padian batang menjadi lemah dan pendek, tanaman mudah patah dan rebah, pertumbuhan lambat dan kerdil. Daun sebelah bawah seperti terbakar pada tepid an ujungnya, kemudian jatuh sebelum waktunya. Kalsium : Tenunan-tenunan daun di beberapa tempat mati. Pada ujung dan tepi daun muda terjadi warna kekuningan. Kuncup-kuncup yang tumbuh kembali akan mati. Pada umumnya tanaman menjadi lemah. Magnesium : Warna daun tua berubah menjadi kuning dan bercak-bercak merah coklat, sedang tulang daun tetap hijau. Daun-daun pada umumnya menjadi lemah. Pembakaran oleh sinar matahari mudah terjadi karena daun tidak mempunyai lapisan lilin. Pada tanaman biji-bijian daya tumbuh biji kurang. Belerang : Daun berwarna hijau kekuningan dan pertumbuhannya terhambat. Batang tanaman berserat, berkayu, dan berdiameter kecil. Pada tanaman tebu menyebabkan rendemen gula rendah, jumlah anakan terbatas. Tembaga : Pada tanaman jeruk menyebabkan daun berwarna hijau gelap dan berukuran besar, ranting berwarna coklat dan mati, buah kecil berwarna coklat. Besi : Gejala terlihat pada daun muda, tenunan tidak mati. Tulang daun yang berwarna hijau berubah menjadi kuning kemudian putih. Seng : Anakan menjadi berkurang dan tanaman menjadi agak kerdil, daun-daun pada bagian bawah menjadi kuning mulai diantara tulang-tulang daun. Mangan : Gejala terlihat pada daun muda, kecuali perubahan warna di beberapa tempat, jaringan daun mati. Pada tanaman gandum bagian tengah helai daun berwarna coklat kemudian patah, pembentukan biji kurang baik. Boron : Menimbulkan berbagai gangguan fisiologis, terutama pada tanaman sayuran, tembakau, dan pohon apel. Pada jagung menyebabkan biji jagung tidak dapat tumbuh pada tongkolnya. Molybdenum : Pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada tanaman sayuran. Daun keriput dan mongering, mati pucuk yang dapat menyebabkan kematian tanaman. Pada garis besarnya gejala-gejala yang ditimbulkan akibat defisiensi/kekahatan unsur hara adalah : Gejala-gejala Nampak pada seluruh tanaman atau hanya pada daun-daun yang tua saja. Biasanya daun-daun yang tua menjadi kering dan mati, petunjuk bahwa unsur N dan P kurang (tanda-tanda pada seluruh bagian tanaman} Tanda-tanda terbatas pada daun tua yang berada dibawah, menunjukkan K, Mg atau Zn yang kurang. Gejala mula-mula nampak pada bagian-bagian yang muda dan menjalar ke bagian-bagian yang tua, atau tinggal terbatas pada bagian-bagian yang muda. Jikalau tunas yang berada di ujung tanaman tetap hidup, menunjukkan bahwa unsur S, Fe, Mn, atau Cu yang kurang. Jikalau tunas-tunas itu mati, menunjukkan unsur Ca atau B yang kurang. KESIMPULAN DAN SARAN Alam begitu besar telah menyediakan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan dalam membentuk dan membangun jaringan sehingga tanaman tumbuh dan berkembang. Secara alami tanaman sebenarnya akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Campur tangan dari manusia terkadang bisa membuat perkembangan semakin pesat bila dilakukan secara bijaksana , terkendali dan benar, namun karena tidak terkendali / serakahnya justru hasil yang diperoleh hasil sebaliknya(tak mendapat hasil, gagal,rusak dll). Kita sebagainya manusia hanya mengisi atau memindahkan kekosongan nutrisi yang secara alami tidak bisa berpindah, seperti melakukan pemupukan yang berimbang itupun hanya kurang dari 3 % sedangkan 97 % lebih alam telah menyediakan. Patut kita syukuri dan kita atur dengan benar merupakan adalah langkah terbaik untuk melestarikan lingkungan, namun bila salah dalam mengelolanya akan merupakan bencana terbesar untuk kehidupan umat manusia. PENUTUP Demikian tulisan ini saya kutip dan rangkum dari berbagai sumber, dengan harapan ada manfaatnya buat pembaca. Kekurangan isi sangat saya sadari pasti masih ada, untuk itu mohon kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan tulisan ini sangat saya harapkan. Terima kasih. Mombangboru, Maret 2017 Penulis, Jamingan, SP SUMBER TULISAN Petunjuk Teknis Seri TA. 1986/87 DISTAN PSU Bercocok Tanam Jilid I 1979 CV Yasaguna Jakarta Diktat Bahan Kuliah Nutrisi Tanaman dari UMA.