Normal 0 false false false EN-GB X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-language:EN-US;} Petani dengan mengelola berbagai jenis usaha tani ini, tahun 2014 mewakili Kabupaten Buleleng untuk dilombakan ditingkat Provinsi Bali, setelah melalui ajang penilaian mulai tingkat Desa, Kecamatan maupun Kabupaten. Petani dengan dua putra ini tinggal di Banjar Dinas Gesing III, Desa Gesing Kecamatan Banjar Buleleng, pada ketinggian +/- 500 meter dpl. Pada kondisi udara sejuk dengan jarak tempuh 1,5 jam dari Kota Singaraja, menyusuri lereng perbukitan melewati Desa Kayuputih, Banyuatis dan Desa Munduk, serta 17 km dari kota Kecamatan Banjar. Dari kondisi lahan kering dengan ketinggian tempat , Petani bertubuh tegap ini memiliki berbagai jenis komoditi usaha tani, diantaranya Sektor Tanaman pangan, yakni jagung, sektor Perkebunan, meliputi tanaman kopi, sektor hortikultura memiliki usaha tani Jeruk, cabai, buncis dan wortel. Sektor Peternakan Nyoman Budana memiliki ternak kambing, ayam buras dan ternak sapi. Saat penulis datang kelokasi kediaman dan usaha tani yang digeluti, saat ini dilokasi ada tanaman wortel, yang siap panen, dan pengolahan tanah dan pertananaman cabai umur 1 bulan. Sedangkan untuk tanaman jeruk buahnya baru sebesar kelereng. Tanaman kopi sedang berbuah pula walaupun hanya sebatas tanaman campuran. Petani dengan gemar bermasyarakat ini, dalam kehidupannya sebagian waktu dipergunakan untuk memberdayakan kelompok tani yang dipimpinnya yakni Kelompok Tani Ternak Kambing Pala Sari, dan di Gapoktan sebagai bendahara Gapoktan Gunung Merta Jaya Desa Gesing dengan 17 Poktan. Demikian pula Nyoman Budana juga aktif sebagai kelian Banjar Adat selama kurun waktu 15 tahun sampai sekarang. Didalam mengelola usaha taninya, Nyoman Budana menggunakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar lokasi Desa, ketika ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh anggota keluarganya. Tenaga yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah kegiatan yang dilakukan, seperti mengolah tanah, panen, pemupukan dan pengendalian hama/penyakit. Biasanya Nyoman Budana membayar upah dengan upah harian yang sudah berlaku di Desa Gesing. Didalam menimba pengetahuan tentang usaha Tani, Nyoman Budana melakukan kerjasama tegnologi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banjar diantaranya tentang budidaya Wortel, Jeruk, Pemeliharaan ternak kambing dan Pengendalian Diplodia pada tanaman jeruk, demikian pula budidaya cabai besar. Melakukan study banding didalam pengolahan pupuk kompos dilakukan ke Desa Kaliasem, Ke daerah kintamani didalam budidaya jeruk siem dan mengikuti kegiatan Pelatihan bersama Penyuluh di BPP saat ada Pelatihan PPL di BPP Banjar. Dari hasil budidaya Pertanian yang digelutinya Nyoman Budana mampu menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi di Denpasar. Hasil rata-rata dari kegiatan Usaha Tani Pak Budana per bulan mencapai hasil 3 sampai 4 juta rupiah, dengan tanggungan keluarga 4 orang. “ Saya mempunyai hoby sebagai petani, sehingga saya sangat senang bertemu dengan para petugas Pertanian yang selalu memberikan dorongan berbagai tegnologi Pertanian yang terbaru, sehingga saya selalu bersemangat untuk bekerja “ demikian diungkapkan ketika penulis dating bersama Penyuluh dikediamannya di Desa Gesing. Nyoman Budana menggunakan tegnologi pemanfaatan sabut kelapa yang difermentasi untuk menyiram tanaman jeruk maupun disemprotkan ke pertanaman cabai, sehingga memberikan tambahan nutrisi berupa unsur Kalium pada pertanaman, Pupuk cair Sabut kelapa ini dibuatnya dari rendaman sabut kelapa yang dicampur dengan air beras serta gula yang difermentasi menggunakan jerigen selama dua minggu, dan dapat langsung disemprotkan di pertanaman cabai. Untuk tegnologi mengatasi penyakit layu Nyoman Budana memanfaatkan PGPR, Mengatasi Hama pengisap dilakukan dengan Beauveria Bassiana. Yang tegnologinya diberikan oleh BPP Banjar.( I Nyoman Sudrana, SP) Normal 0 false false false EN-GB X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-language:EN-US;}