Loading...

OPT PADI GOGO

OPT PADI GOGO
Petani yang menanam padi gogo di Provinsi Lampung jumlahnya sangat banyak dan tentunya Organisme pengganggu tanaman seperti gulma yang tumbuh pada pertanaman padi gogo di lahan kering dapat dikendalikan dengan cara penggunaan herbisida secara kultur teknis dan secara kimiawi. Secara mekanis gulma dapat dikendalikan dengan menggunakan cangkul atau kored. Pelaksanaannya dilakukan pada saat tanaman berumur 14 – 28 hari dan 60 hst. Hama yang sering menyerang tanaman padi gogo, antara lain: 1) Hama lalat bibitLalat bibit (Atherigona oryzae) termasuk hama penting pada padi gogo. Larva dari lalat ini menimbulkan kerusakan pada tanaman muda. Larva menyerang anakan tanaman padi yang sedang tumbuh, sehingga anakan mati seperti terserang sundep. Anakan yang dapat bertahan daunnya cacat dan mudah sobek dan pada umumnya tanaman yang terserang hama ini dapat sembuh, tetapi akan terlambat masak sekitar 7 – 10 hari. 2) Hama lundiHama lundi (Phillophaga helleri) atau lebih dikenal dengan hama uret termasuk hama penting pada pertanaman padi gogo. Stadia yang merusak dari hama lundi adalah larvanya. Untuk hidupnya, hama ini membutuhkan kelembaban tanah yang tinggi. Disamping itu hama lundi menyukai tanaman yang berakar serabut. Pemakaian bahan organik juga dapat mendorong hama lundi, karena larva yang baru menetas akan makan bahan organik yang ada di dalam tanah. Tanaman padi yang terserang menjadi kerdil dan kayu. Pengendalian hama lundi secara kultur teknis dapat dilakukan dengan penundaan pengolahan tanah sampai kumbang dewasa selesai bertelur, yaitu kira-kira terjadi setelah 3 minggu turun hujan. Dengan pengolahan tanah yang dalam, telur dan larva akan terangkat ke permukaan tanah sehingga dapat dirusak oleh sinar matahari atau musuh alaminya. Insektisida yang efektif untuk hama lundi adalah Furadan atau Dharmafur 3 G yang diberikan dekat alur tanaman pada saat tanam dengan dosis 10 kg/ha. 3) Hama wereng coklatWereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus. 4) Walang sangit (Leptocoriza acuta)Menyerang buah padi yang masak susu dengan cara menghisap cairan di dalamannya. 5) Hama tikus (Rattus argentiventer)Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejalanya yaitu adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Pengendalian: pergiliran tanaman, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan pestisida dengan tepat, intensif dan teratur, memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. Dan untuk penyakit tanaman padi gogo dapat berupa bercak daun coklat yang disebabkan jamur Helmintosporium oryzae, penyakit ini menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji bercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. Penyakit lain yang sering menyerang tanaman padi, yaitu Blast yang disebabkan oleh jamur Pyricularia oryzae yang menyebabkan proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. Selain itu tanaman juga sering diserang penyakit coklat daun (Narrow brown leaf spot,) yang menyerang daun dan pelepah. Sama halnya dengan penyakit busuk pelepah daun yang juga menyerang daun dan pelepah daun. Hanya saja, perbedaannya penyakit coklat daun menghambat proses pembungaan dan pengisian biji. Sedangkan penyakit busuk pelepah daun menyerang tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. Sumber : http://www.academia.edu/6295609/Budidaya_Padi_Gogo_...... Penulis : Nety