Loading...

OPTIMALISASI IB MELALUI SINKRONISASI BIRAHI PADA KERBAU

OPTIMALISASI IB MELALUI SINKRONISASI BIRAHI PADA KERBAU
Kawin suntik atau lebih dikenal dengan Inseminasi Buatan (IB) adalah suatu cara atau teknik untuk memasukkan mani (sperma atau semen) yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu yang berasal dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut 'insemination gun'. Di Indonesia, IB sudah biasa diterapkan terutama pada sapi, sedangkan pada kerbau masih jarang. Kendala utamanya yaitu sulitnya deteksi birahi karena gejala birahi kerbau umumnya tidak jelas (birahi tenang/ silent heat/ quiet ovulation/ suboestrus). Akibatnya, peternak tidak mengetahui kalau kerbaunya sedang birahi, sehingga IB tidak dilakukan tepat waktu.Kejadian birahi tenang pada kerbau sangat tinggi, mencapai 70 – 80%. Gejala birahi kerbau umumnya tidak sejelas pada sapi, baik perubahan pada alat kelamin luar, leleran vulva maupun tingkah laku seksualnya. Ditambah dengan kebiasaannya senang berkubang akan menyebabkan gejala birahinya lebih sulit diamati. Suatu cara mengatasinya yaitu dengan menerapkan teknis penyerentakan (sinkronisasi) birahi. Cara ini menggunakan sediaan Progestagen dan Prostaglandin F-2. Dengan teknik ini problema deteksi birahi dapat diatasi, sehingga pelaksanaan IB dapat dioptimalisasi. Prinsip Sinkronisasi BirahiSinkronisasi birahi merupakan suatu metode untuk menimbulkan gejala birahi secara bersama-sama, dalam selang waktu yang pendek dan dapat diramalkan pada sekelompok hewan. Tujuannya untuk memanipulasi proses reproduksi, sehingga hewan akan terinduksi birahinya, dapat diinseminasi serentak dan dengan hasil fertilitas yang normal. Penggunaan teknik sinkronisasi birahi akan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi kelompok ternak, disamping juga mengoptimalisasi pelaksanaan IB dan meningkatkan fertilitas kelompok. Secara ringkas keuntungan sinkronisasi birahi adalah : 1) IB dapat dilakukan lebih efisien; 2) Saat kawin dapat terjadi lebih awal; 3) Dapat dicapai "calf crop" yang seragam; 4) Musim beranak dapat dipersingkat; 5) Kebutuhan akan pejantan seperti dalam perkawinan biasa berkurang dan lebih dimungkinkan berkembangnya pemanfaatan semen yang telah teruji dari pejantan-pejantan yang berkualitas.Untuk lebih memahami proses sinkronisasi birahi, perlu ditelaah kembali peristiwa apa yang terjadi pada kerbau dalam siklus birahinya. Hormon estrogen yang bekerja di otak menyebabkan kerbau betina sifat seksualnya menjadi aktif. Hormon estrogen dihasilkan oleh suatu struktur pada ovari yang disebut folikel. Folikel yang menyerupai "blister" tersebut penuh berisi cairan dan di dalamnya terdapat sel telur.Kelenjar pituitary yang terletak pada dasar otak, secara berkala melepaskan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormon (LH) guna mengendalikan siklus ovari. Mendekati saat birahi, desakan LH menyebabkan pecahnya folikel dan sel telur dilepaskan sekitar 30 jam setelah birahi. Lokasi di ovari di mana folikel itu pecah berkembang menjadi suatu struktur yang disebut corpus luteum (CL) atau "badan kuning" sekitar 7 hari kemudian. Apabila tidak terjadi kebuntingan, CL akan mengalami regresi karena aktivitas suatu zat yang disebut prostaglandin. Pada saat ovulasi, CL mulai menghasilkan progesteron yang akan menghambat munculnya birahi, serta melepaskan FSH dan LH dari pituitary. Karena kadar progesteron tetap bertahan tinggi oleh CL, folikel-folikel tidak menjadi masak serta sel telur tidak dilepaskan dan tanda birahi pun tidak tampak. Kira-kira 15 hari setelah telur dilepaskan, prostaglandin yang dihasilkan oleh uterus menyebabkan CL menjadi mengkerut. Kadar progesteron menurun, FSH dan LH meningkat, folikel menjadi masak, estrogen kembali diproduksi, dan hasilnya adalah munculnya kembali birahi. Sinkronisasi Birahi dengan ProstaglandinSinkronisasi birahi pada kerbau umumnya menggunakan prostaglandin atau senyawa analognya. Penggunaan prostaglandin sangat memungkinkan karena banyak tersedia di pasaran. Beberapa senyawa prostaglandin yang tersedia antara lain 1) Reprodin (Luprostiol, Bayer, dosis 15 mg), 2) Prosolvin ( Luprostiol, Intervet, dosis 15 mg), 3) Estrumate (Cloprostenol, ICI, dosis 500 mg) dan Lutalyse (Dinoprost, Up John, dosis 25 mg). Cara standar sinkronisasi birahi dengan prostaglandin ini meliputi 2 kali penyuntikan dengan selang 10–12 hari. Birahi akan terjadi dalam waktu 72-96 jam setelah penyuntikan kedua. Pelaksanaan inseminasi dilakukan 12 jam setelah kelihatan birahi. Atau, sekali pada 80 jam setelah penyuntikan kedua. Sinkronisasi Birahi dengan ProgestagenProgestagen mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan PGF-2. Diantaranya, mampu meningkatkan fertilitas, dapat digunakan pada hewan yang mengalami inaktivitas ovarium dan sinkronisasinya terjadi lebih serentak. Pemberian progesteron untuk sinkronisasi birahi pada kerbau muncul beberapa tahun terakhir ini. Sediaan progesteron yang paling banyak digunakan antara lain adalah Progesteron Releasing Intra Vaginal Device (PRID). Sediaan ini berupa implan intra vaginal terbuat dari karet silikon, berbentuk spiral. Progesteron sintetik tersimpan di dalam implan tersebut dan akan dibebaskan secara pelan-pelan lewat selaput lendir vagina. Pemasangan implan intravagina biasanya selama 15 hari, dan birahi akan timbul pada waktu 48-72 jam setelah pengambilan implan. Angka birahi yang ditimbulkan dapat mencapai 100%, namun angka konsepsi dari inseminasi pertama masih cukup rendah, sekitar 45%. Suatu implan progesteron intravagina yang baru, adalah Controlled Internal Drug Release (CIDR). Implan ini diinsersikan kedalam vagina selama 15 hari dan menghasilkan angka konsepsi 58-66%. Implan CIDR terbuat dari karet silikon, tetapi berbentuk huruf T, sehingga tak mudah lepas walaupun dipasang pada kerbau tua dan juga tidak merangsang timbulnya vaginitis. Progesteron yang terkandung di dalamnya merupakan progesteron alam, sehingga mudah dideteksi dalam darah dan mempunyai waktu paruh yang sangat pendek. Sifat ini memberikan respon pembebasan gonadotrophin yang lebih nyata. CIDR juga memiliki keunggulan lain yang disukai yaitu mengandung progesteron yang tinggi sehingga dapat dipakai berulang-ulang, sampai 5 kali dengan fertilitas yang sama. (Inang Sariati)Sumber :1. https://kampuspeternakan.blogspot.co.id/2016/05/penyerentakan-sinkronisasi-birahi.html2. https://dokterhewanku.wordpress.com/2011/02/25/teknik-sinkronisasi-estrus-pada-sapi/3. https://images.search.yahoo.com/search/images; kerbau