Untuk menjamin ketersediaan pangan nasional saat ini menghadapi berbagai ancaman dan kendala biofisik yang harus diantisipasi dan ditanggulangi. Hal ini meliputi alih fungsi lahan sawah produktif (Jawa), perubahan iklim, degradasi sumberdaya lahan, air dan lingkungan (longsor, erosi dan pencemaran). Alaih fungsi lahan sawah produktif ke non pertanian yang semakin meluas, maka lahan kering menjadi pilihan alternatif selain karena memang tersedia cukup luas, dan dan belum diusahakan secara optimal sehingga memungkinkan peluang dalam pengembangannya.Dalam kaitannya dengan memposisikan lahan kering sebagai sumberdaya pertanian masa depan, maka pemanfaatan lahan kering perlu diperluas dan lebih memberikan aspek penting, utamanya untuk pengembangan pertanian tanaman pangan sebagai penopang kehidupan bagi masyarakat, dengan tetap menjaga peranannya sebagai stabilisasi dan peningkatan fungsi ekosistem. Dari total luas lahan kering yang ada, sebagian besar terdapat di dataran rendah dan sesuai untuk budidaya pertanian penghasil bahan pangan seperti padi gogo, jagung, kedele, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dll.Konservasi LahanLahan kering mempunyai kontribusi dalam ketahanan pangan, penyangga ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan yang tidak memihak kepada pertanian akan menggangu stabilitas ketahanan pangan, memperburuk kualitas lingkungan, dan berdampak buruk terhadap stabilitas ekonomi, sosial dan politik. Untuk keberlanjutan perikehidupan dan menjamin ketersediaan pangannya, maka manusia tidak bisa mengabaikan upaya konservasi dalam upaya mencegah degradasi berbagai fungsi tanah.Kendala produksi di lahan kering adalah kondisi fisik lahan, kesuburan tanah relatif rendah, topografi lahan tidak datar, kedalaman tanah relatif dangkal, sebagian horizon hilang tererosi, sumber pengairan dari air hujan, teknologi penerapan teknik konservasi yang lemah, dan lemahnya modal untuk menerapkan teknologi anjuran bagi petani pelaksana teknologi konservasi. Oleh karena itu pengelolaan lahan kering yang tepat dan mengarah pada peningkatan produksi yang berkesinambungan mutlak perlu dilakukan. Curah HujanFaktor iklim terutama curah hujan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan tanaman di lahan kering. Di lahan kering seringkali mendapat berbagai tekanan karena kekeringan, keracunan dan kekahatan berbagai unsur-unsur hara, selain gangguan berbagai penyakit dan gulma. Jumlah dan sebaran hujan merupakan komponen iklim yang amat penting yang mencirikan kesesuaian suatu lingkungan untuk pertumbuhan tanaman.Ketersediaan air untuk tanaman tergantung pula pada sifat fisik tanah, terutama daya menahan airnya. Oleh karena itu, pada lahan kering curah hujan dan kapasitas tanah dalam menahan air merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan produksi pangan. Untuk mengatasi masalah ini antara lain dengan penggunaan varietas unggul berumur genjah, saat tanam yang tepat dan membuat konservasi air permukaan berupa embung/waduk kecil.Di lahan kering curah hujan agar dimanfaatkan secara seksama dan dimanfaatkan secara efesien agar dapat mendukung proses produksi tanaman pangan semusim selama 2 musim tanam, dengan asumsi kebutuhan air tanaman pangan sebesar 120 mm/bulan.Pengendalian ErosiPengendalian erosi tanah di lahan kering dapat dilakukan dengan cara usahatani konservasi. Hal ini sangat berperan penting dalam upaya memperbaiki produktivitas lahan, dan memperbaiki sifat lahan yang rusak. Penggunaan teknologi konservasi untuk meningkatkan produktivitas lahan kering yang relatif mudah dilakukan petaniadalah penggunaan bahan organik. Peranan mulsa, limbah organik, kompos dan pupuk kandang(bahan organik) dapat mengendalikan erosi tanah, memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah dan meningkatkan produksi tanaman. Pengendalian Gulma, Hama dan PenyakitPertumbuhan gula di lahan kering merupakan masalah yang cukup berat, karena dapat menyaingi pertumbuhan tanaman yang diusahakan, seperti dalam hal hara, cahaya, air dan ruangan. Demikian halnya dengan berkembangnya hama dan penyakit.Keberhasilan usahatani tanaman pangan terganntung dari keberhasilan pengendalian gulma, hama dan penyakit. Pola tanam sepanjang tahun dan penerapan paket teknologi yang sesuai merupakan cara efektif dalam pengendalian.Lahan kering di Indonesia merupakan modal yang cukup besar untuk dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan dan peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman pangan. Lahan kering juga merupakan salah satu sumberdaya yang mempunyai potensi besar untuk pemantapan swasembada pangan maupun untuk pembangunan pertanian lainnya seperti hortikultura, perkebunan, dan peternakan.Ruslia AtmajaSumber : Badanlitbang Pertanian