Loading...

Optimalkan Lahan Sawah Dengan Menerapkan Tumpang Sari Tanaman (Turiman) Padi Gogo dengan Jagung

Optimalkan Lahan Sawah Dengan Menerapkan Tumpang Sari Tanaman (Turiman) Padi Gogo dengan Jagung
Penurunan luas lahan, tingginya serangan penyakit dan keterbatasan sumber air merupakan masalah yang dihadapi dalam meningkatkan produksi pangan. Upaya mengoptimalkan lahan dan air dapat dilakukan dengan menanam tanaman dengan teknik tumpang sari. Tumpangsari adalah bentuk pola tanam yang membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satuan waktu tertentu. Startegi penanaman secara tumpang sari disesuaikan dengan pola tanam yang telah ada. Pilihan Pola Tanam Startegi tumpang sari tanaman pangan atau turiman di lahan sawah yang terbatas airnya, biasanaya dilakukan pada musim kemarau (MKI atau MK II). Bila petani telah melakukan pola tanam padi – palawija, maka dapat diubah menjadi: padi - turiman padi gogo dengan jagung/kedelai. Sementara di lahan yang sudah terbiasa padi – padi - palawija dapat ditingkatkan menjadi: padi – padi - turiman padi gogo dengan jagung, atau pola padi – padi - turiman padi gogo dengan kedelai. Petani juga bisa menanam dengan cara padi-padi-kedelai tumpang sari dengan jagung. Pola tumpangsari juga menjadi mitigasi risiko kegagalan panen yaitu bila tanaman padi terserang hama, maka petani masih ada hasil dari tanaman jagung atau kedelai. Kelebihan tumpangsari, misalnya padi dan kedelai, maka tanaman kedelai bisa menjadi refugia atau tanaman tempat bersarangnya musuh hama wereng yang selama ini menyerang tanaman padi. Pada lahan kering, pola tumpangsari dapat dilakukan pada musim hujan (MH). Pada awal musim hujan di lahan kering dengan pengaturan pola tanam dari sebelumnya padi/palawija-palawija dapat ditingkatkan menjadi turiman padi gogo dengan jagung, kemudian pada masa tanam berikutnya baru tanam palawija. Pada artikel ini akan dijelaskan penaman padi gogo dengan jagung di lahan sawah/rawa dengan pendekatan pola tanam padi-padi-turiman padi-turiman. Persiapan Lahan dan Benih Pengolahan tanah dilakukan dengan olah tanah minimum dan tanpa olah tanah (TOT). Olah tanah minimum dilakukan setelah panen padi sawah dengan cukup membersihkan lahan dari tunggul jerami dan rumput dengan menggunakan herbisida pra tumbuh. Pembuatan alur bajak untuk tanam dan saluran drainase sekeliling lahan. Varietas benih yang digunakan disarankan mempunyai karakteristik antara lain: Padi: pilih varietas toleran terhadap naungan, toleran terhadap keterbatasan air/kekeringan,ketahan atas penyakit blas (khusus pada lahan kering). Penanaman di lahan sawah di MK 2, varietas yang dapat digunakan adalah lnpago dan lnbrida Padi lrigasi (lnpari) yang tahan kekeringan. Pada lahan Rawa pada musim kering (MK), varietas yang digunakan sama dengan pada lahan sawah. Varietas yang dianjurkan di antaranya Limboto, Towuti, Batutegi Situbagendit, lnpari 10, Inpari 13, Inpari 19, Inpari 20, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42 dan lnpari 43 dan Inpago (4 s.d. 9). Jagung; memiliki bentuk daun yang lancip. Varietas jagung yang disarankan ditanam dilahan sawah MK 2 adalah Lamuru, Bisma, Bima 2, Bisi 18, P-35. Pada lahan rawa varietas yang ditanam Sukmaraga, P-77, NK22 dan termasuk varietas yang ditanam di lahan sawah. Penanaman Penanaman padi gogo dilakukan lebih awal dengan selang waktu tiga minggu sebelum penanaman jagung. Setelah kondisi lahan optimal, segera dilakukan penanaman benih padi dengan tugal. Kebutuhan benih padi sebanyak 50kg/ha dengan 5-7 biji per lubang dan kebutuhan benih jagung sebanyak 30 kg/ha dengan 1 biji per lubang. Jarak tanam padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam jagung 40 cm (antar barisan) x 12,5 cm (dalam barisan). Sedangkan jarak antara blok padi atau jagung sebesar 30-40 cm atau disesuaikan dengan lebar mesin panen untuk mempermudahkan pada waktu pemanenan. Pola penanaman turiman padi gogo-jagung sesuai dengan gambar 1. Pemupukan Pemupukan menggunakan rekomendasi pemupukan padi. Tanaman jagung memperoleh manfaat dari pemupukan padi. Dosis pupuk yang digunakan adalah 300 kg Urea/ha + 350 kg Ponska/ha + 1 ton pupuk organik/ha. Cara pemupukan padi gogo + jagung : 1/3 bagian dosis pupuk Urea dan seluruh dosis pupuk Ponska diberikan setelah tanaman padi gogo tumbuh berumur + 10 hari, kemudian 2/3 bagian dosis pupuk Urea sisanya diberikan setelah tanaman berumur 35 hari. Pupuk organik diberikan setelah tanam sebagai penutup luhang tanam jagung Pemeliharaan dan Panen Pengendalian gulma dapat dikombinasikan dengan herbisida dan penyiangan manual. Penyemprotan herbisida purna tumbuh di umur + 15 hari dari penanaman jagung dan penyiangan secara manual umur + 30 hari dari penanaman padi dan jagung. Atau disesuiakan dengan tumbuhnya gulma. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) dan penggunaan pestisida dilaksanakan bila populasi hama melampaui batas ambang kendali. Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk padi gogo bilamana 90% bulir padi telah menguning; untuk jagung bila biji telah mengeras dan membentuk lapisan hitam 50% dan klobot sudah mengering; dan pada kedelai bila polong pada batang utama berwarna coklat dan 95% daun telah menguning. Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Sumber Tulisan: Badan Litbang Pertanian. 2018. Petunjuk Teknis Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta. Ditjen Tanaman Pangan. 2018. Petunjuk Pelaksanaan Tumpangsari 2018. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Kementerian Pertanian. Jakarta