Loading...

P4S SEBAGAI SENTRA PEMBELAJARAN PETANI (BAGIAN III)

P4S SEBAGAI SENTRA PEMBELAJARAN PETANI (BAGIAN III)
Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) merupakan lembaga kemasyarakatan yang mempunyai misi dan tujuan, yaitu mensejahterakan anak bangsa melalui peningkatan kompetensi pengetahuan dan keterampilan dalam usaha agribisnis P4S dikelola dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat khususnya petani melalui gerakan pengembangan informasi teknologi, ekonomi, sosial dan penanaman nilai-nilai etos kerja dibidang pertanian. P4S menerapkan sistem pembelajaran yang lebih bersifat keterampilan teknis pertanian yang ditularkan ke petani lain dan sekitarnya berdasarkan pengalaman, keberhasilan dan keahlian pengelola/pengurusnya melalui proses pelatihan dengan pendekatan "bekerja sambil belajar " atau permagangan. Sasaran pembelajaran P4S lebih umum dengan latar belakang profesi petani atau masyarakat baik individual kelompok tani (Poktan) maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang berkeinginan untuk meningkatkan keterampilan dibidang pertanian. P4S dipimpin/diketuai oleh petani/kontak tani, tokoh tani ataupun pengusaha tani berhasil. Menyimak latar belakang keberadaan P4S, dengan keunggulan antara lain ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, maka lembaga ini mempunyai peluang untuk mengembangkan agribisnis sesuai dengan karakteristik agroklimat dan potensi yang dimilikinya. upaya pemberdayaan kelembagaan P4S, dapat dilakukan sesuai dengan latar belakang pembentukannya, yaitu diarahkan untuk mencetak lebih banyak kader-kader petani terdidik guna mendorong tumbuh kembangnya jiwa kewirausahaan, agribisnis melalui proses pembelajaran antara lain pelatihan keterampilan, magang agribisnis, kaji terapi teknologi spesifik lokalita, inkubasi teknologi dan teknik agribisnis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penguatan lembaga P4S tantara lain : 1 P4S berciri khas kemandirian, sehingga perlu difasilitasi dengan pendampingan usaha agribisnisnya, dalam bentuk pelatihan kepemimpinan dan manamjemen serta pelatihan/permagangan teknis dan kewirausahaan, , akses modal dan pasar. 2 P4S berciri khas keswadayaan, sehingga perlu diberdayakan pengelolanya agar mampu mengembangkan informasi teknologi tepat guna dan spesifik lokalita dan melakukan desiminasi teknologi 3. P4S berciri khas sebagai lembaga pelatihan/permagangan, perlu diperkuat agar dapat menjadi lembaga pelatihan secara terstruktur dengan mengembangkan kurikulum, modal, silabus dan paket-paket pembelajaran sesuai potensi komoditas yang dikembangkannya. Pengembangan agribisnis dipedesaan membutuhkan kelembagaan yang mandiri dan mampu berswadaya sekaligus sebagai titik simpul dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan. P4S yang diidentikkan dengan lembaga diklat swadaya yang dikelola oleh petani (perorangan, Kelompok tani dan Gabungan Kelompoktani serta LM3) merupakan basis pemberdayaan dan pengembangan teknologi spesifik lokalita. Materi informasi pertanian dapat dikemas dalam paket pembelajaran dari petani, oleh petani dan untuk petani melalui pendekatan permagangan dan pelatihan keterampilan teknis berdasarkan situasi nyata di lapangan. Pengalaman menunjukkan, bahwa P4S yang berada dalam satu kawasan pengembangan usahsa agribisnis, ternyata dapat menjadi pelopor pengembangan agribisnis diperdesaan. Sisi lain yang menarik adalah motivasi para pengelola P4S semakin besar untuk mendalami dan memahami pentingnya sinergi dengan lembaga pemangku kepentingan lainnya baik dalam pengembangan agribisnis, maupun dalam menumbuh kembangkan jejaring kerjasama antar petani dan pelaku agribisnis lainnya di daerah, termasuk lembaga keagamaan seperti Lembaga Mandiri Yang Mengakar di Massyarakat (LM3). Selain itu,P4S dapat membantu mempercepat transfer teknologi, akses informasi dan pasar, pemberdayaan sumber daya masyarakat, guna penciptaan lapangan kerja baru dan pengurangan pengangguran dan kemiskinan di pedesaan. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) dapat berperan memfasilitasi kegiatan pendampingan, dan pemberdayaan penyiapan kurikulum, modul dan silabus, pelaksanaan sekolah lapangan dan permagangan bagi Santri, Jemaat, Sisya, petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dapat mengembangkan klinik teknologi dan program prima tani serta menerima umpan balik penerapan teknologi di kawasan LM3 dan P4S.Selanjutnya, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) dapat menjalin kerjasama dengan LM3 dan P4S sebagai tempat atau sarana Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa, serta mendapatkan umpan balik informasi untuk pengembangan materi dan metode Penyuluhan Pertanian. Sedangkan Dinas/Badan Lingkup Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat melaksanakan koordinasi dalam mengembangkan program, rencana kerja, penyuluhan dan pembinaan sesuai kebutuhan teknologi, sarana yang diperlukan bagi santri, jemaat, sisya dan petani. Penulis : Muhammad Ridha Ismail Penyuluhm Petanian Madya