Padi merupakan sumber pangan utama penduduk Indonesia, yang sebagian besar dibudidayakan sebagai padi sawah. Kegiatan dalam bercocok tanam padi meliputi pembibitan, persiapan lahan, pemindahan bibit atau tanam, pemupukan, pemeliharaan (pengairan, penyiangan, pengendalian OPT) dan panen. Pada umumnya, varietas padi pada kondisi jarak tanam sempit akan mengalami penurunan kualitas pertumbuhan seperti jumlah anakandan malai yang lebih sedikit, panjang malai yang lebih pendek, dan tentunya jumlah gabah per malai berkurang. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan rendahnya p’tivitas pada jarak tanam rapat sebagai berikut ; (a) varietas umumnya akan tumbuh tidak optimal apabila menerima sinar yang rendah akibat adanya persaingan antar individu tanaman dalam jarak tanam rapat, (b) terjadinya kekurangan hara tertentu terutama N, P, K serta air akibat pertanaman yang rapat, dan (c) terjadinya serangan penyakit endemik setempat akibat kondisi iklim mikro yang menguntungkan bagi perkembangan penyakit pada jarak tanam rapat.Sistem Tanam Jajar LegowoSistem tanam jajar legowo adalah suatu rekayasa teknologi untuk mendapatkan populasi tanaman lebih dari 160.000 per hektar. Selain itu, tanaman yang berada dipinggir diharapkan memberikan produksi yang lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik, mengingat pada system tanam jajar legowo terdapat ruang terbuka seluas 25 – 50%, sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari secara optimal yang berguna dalam proses fotosintesis. Penerapan system tanam legowo disarankan menggunakan jarak tanam 25x25cm antar rumpun dalam baris, 12,5 cm jarak dalam baris dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong (25x12,5x50 cm).Ada beberapa tipe cara tanam system jajar legowo yang umum dilakukan yaitu tipe legowo 2:1, 3:1, 4:1 dan 5:1. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Balai Pengkajian teknologi Pertanian diketahui jika tipe system tanam jajar legowo terbaik dalam memberikan hasil produksi gabah tinggi adalah tipe 4:1 sedangkan tipe 2:1 dapat diterapkan untuk mendapatkan butir gabah berkualitas benih.Manfaat Jajar LegowoMenurut Sembiring (2001) system tanam jajar legowo memiliki keuntungan sebagai berikut : (1) menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30% yang diharapkan akan meningkatkan produksi baik secara mikro maupun makro, (2) dengan adanya baris kosongakan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian OPT yang dilakukan melalui barisan yang kosong, (3) Mengurangi kemungkinan serangan hama tikus, (4) Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan, (5) menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir.Kelemahan Jajar LegowoAdapun kelemahan dari system tanam jajar legowo ini adalah : (1) membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama pada saat proses penanaman padi, (2) Membutuhkan benih yang lebih banyak dikarenakan semakin banyak populasi tanaman padi.Teknik Penerapan Jajar legowo1. Pembuatan Barisan Tanam2. Umur bibit padi yang digunakan sebaiknya kurang dari 21 hari3. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur. Posisi orang yang melakukan pemupukan berada pada barisan kosong diantara 2 barisan legowo. Pupuk ditabur ke kiri dan kanan secara merata sehingga satu kali jalan dapat melakukan pemupukan 2 barisan legowo. Khusus cara pemupukan pada legowo 2:1 ditabur ditengah alur dalam barisan legowo4. Penyiangan Penyiangan bisa dilakukan dengan tangan atau dengan menggunakan alat siang seperti landak/gasrok. Apabila penyiangan dilakukan dengan alat siang, cukup dilakukan ke satu arah sejajar legowo dan tidak perlu dipotong seperti penyiangan pada cara tanam bujur sangkar.5. Pengendalian Hama dan PenyakitPada pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan alat semprot atau handsprayer, posisi orang berada pada barisan kosong diantara 2 barisan legowo. Penyemprotan dilakukan ke kiri dank e kanan dengan merata, sehingga 1 kali jalan dapat melakukan penyemprotan 2 barisan legowo. OLEH AFRIANI WAHIBU (BPP MATUARI)