Turi (Sesbania grandiflora) Berupa pohon dengan ketinggian bisa mencapai 15 meter dan diameter batang 20 cm. Tumbuh tegak, cabang sedikit, bentuk buah panjang seperti kacang panjang dengan warna hijau pada waktu masih muda dan coklat kekuningan pada saat sudah masak. Tanaman turi dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dengan ketinggian 800 m dari permukaan laut. Tidak tumbuh dengan baik pada tanah kritis, tetapi toleran terhadap tanah basah atau tanah yang agak asam. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji. Tanaman turi merupakan sumber hijauan pakan ternak yang berkualitas terutama untuk musim kering, tetapi produksi hijauannya agak rendah. Produksi hijauan per tahun per pohon mencapai 27 kg hijauan. Tanaman ini juga tidak terlalu tahan terhadap pemotongan yang terlalu berlebihan, sehingga pengambilan hijauan atau daunnya adalah dengan cara memetik cabang atau ranting secara bergiliran. Selain sebagai hijauan pakan ternak, bunganya terutama bunga putih didaerah tertentu dapat dimakan sebagai sayur dan dapat menambah produksi ASI (dikonsumsi manusia). Kayu turi dapat dipakai bahan bakar dan dapat juga sebagai bahan pulp (pembuatan kertas). Kaliandra (Calliandra calothyrsus) Merupakan pohon kecil yang bercabang banyak. Tingginya bisa mencapai 10 m namun rata-rata 4-6 m. Diameter batang sampai 30 cm. Warna batang coklat tua. Daunnya sangat lebat dengan perakaran yang tumbuh sangat cepat yaitu dalam waktu 5 bulan bisa mencapai 2 m. Bunganya komposit terdiri dari beberapa bunga. Warna bunga merah jambu sampai merah tua. Tanaman ini merupakan sumber hijauan potongan, kayunya sebagai kayu bakar dan dapat digunakan untuk pulp. Tanaman kaliandra berfungsi juga sebagai penahan erosi dan meningkatkan kesuburan tanah. Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Biji ditanam setelah disemaikan terlebih dahulu dan setelah penyemaian berumur 2 bulan kemudian dipindahkan ke tanah. Sebelum disemai sebaiknya biji disiram air panas selama 4 detik. Penanaman untuk pakan ternak dilakukan mengikuti garis contour tanah dengan jarak tanam 25-50 cm. Mulai bebunga pada tahun pertama dan berbuah pada tahun berikutnya. Pertumbuhan tanaman dalm 6 bulan dapat mencapai 1-2 m. Produksi hijauan mencapai 1-1,5 kg per pohon dengan interval pemotongan 3 bulan sekali. Jayanti (Sesbania sesban) Jayanti banyak ditemukan di Jawa, biasa di tanam di pekarangan, galengan sawah atau di perkebunan sebagai tanaman naungan, penahan angin atau pupuk hijau. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang jelek dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai sekitar 800 m dpi. Perdu atau pohon kecil, tinggi 2-6 m, banyak bercabang, tumbuhnya cepat dan umurnya tidak panjang. Daun berupa daun majemuk menyirip, dengan 7-25 pasang anak daun. Anak daun berbentuk garis sampai memanjang, bertangkai pendek, ujung bulat, tepi rata. Bunga dalam tandan, warnanya kuning. Buahnya buah polong, tumbuh menggantung, berbentuk garis. Daunnya dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur. Selain itu, daunnya juga dapat digunakan untuk pupuk hijau dan digunakan sebagai makanan ternak. Perbanyakan dengan biji. Ficus subcordata Tanaman ini dapat mencapai ketinggian 30 m dan bergaris tengah batang 70 cm; percabangan umumnya terjadi setelah ketinggian 2 meter dari permukaan tanah. Kulit batang berwarna putih keabuan, bertekstur halus dan bercelah, dengan ketebalan 10-17 mm; kulit batang bagian dalam berwarna keputihan dan mengeluarkan getah putih. Daun bersebelahan dan berseling, berbentuk memanjang, atau bulat telur memanjang, atau jorong, panjang 9-20 cm dan lebar 4-10 cm, dengan tulang daun utama berwarna hijau terang yang jelas, panjang tangkai daun 2-5 cm; tepi daun rata, bagian pangkal daun berbentuk runcing atau membulat, ujung daun meruncing, permukaan daun halus sampai berambut, daun muda berwarna keunguan, pada daun dewasa permukaan bawah daun berwarna hijau dan permukaan atasnya hijau tua. Buah berbentuk jorong pendek, panjang 3-5 cm dan lebar 2-2.5 cm, tunggal atau berpasangan. Biji-biji berukuran kecil, keras dan banyak. Berat buah segar berkisar antara 10-20 g, dan setiap gram mengandung 1000-2000 biji. Perbanyakan : Meskipun Ficus subcordata dapat diperbanyak menggunakan biji dan cangkok, namun perbanyakan dengan cara stek lebih sering dilakukan oleh para petani. Stek batang dapat dilakukan dengan memotong batang lurus dan sehat berusia 2 tahun yang memiliki diameter batang 5 - 10 cm dan panjang 1.5 - 2 m, dari pohon induknya. Setiap stek ditanam di lubang siap tanam dengan kedalaman 25 cm dan lebar 15 cm, yang kemudian ditutupi tanah. Manfaat : Di daerah kering, daun dan buah Ficus subcordata dimanfaatkan sebagai pakan hewan-hewan ternak ruminansia. Kayu dan rantingnya digunakan sebagai kayu bakar. Selain itu, pohonnya berfungsi sebagai peneduh, pereklamasi lahan-lahan gundul atau kritis, serta pelindung tanah-tanah miring dari bahaya erosi. Selain tanaman tersebut diatas masih banyak tanaman lain yang dapat dimanfaatkan sebagai pagar hidup yang dapat menghasilkan hijauan sebagai pakan ternak. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM, Penyuluh Pertanian Madya, Sumber : Petunjuk Teknis Penanaman Hijauan Pakan Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan 2005, http://www.proseanet.org)