Perubahan gaya hidup dan pola konsumsi pangan masyarakat saat ini dirasakan telah berdampak negatif pada kesehatan konsumen. Dampak yang ditimbulkan diantaranya menderita penyakit degeneratif seperti kanker, jantung koroner, hipertensi, dan diabetes. Kondisi inilah yang saat ini mulai disadari masyarakat, dan mulai beralih untuk menginsumsi bahan pangan yang sehat, salah satunya beras merah. Para leluhur telah mengajarkan pentingnya mengonsumsi beras merah atau beras hitam sebagai obat tradisional. Hal ini sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bahwa beras merah dan beras hitam mengandung antosianin tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan. Beras merah yang dijual di pasaran umumnya varietas lokal. Padi lokal umumnya berumur panjang, produktivitas rendah, dan rentan terhadap hama penyakit utama. Selain itu, beras merah varietas lokal biasanya tekstur nasinya pera. Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian telah merilis varietas unggul baru (VUB) padi beras merah unggul. Keunggulannya antara lain daya hasil yang cukup tinggi diatas 9 ton per hektar. Selain itu, VUB beras merah yang baru dirilis ini juga memiliki keunggulan lain, yaitu bearoma dan ada juga yang memiliki tekstur nasi pulen. Yuk kenali dua VUB padi beras merah beraroma atau dikenal dengan Pamera dan padi beras merah pulen atau dikenal dengan Pamelen. Pamera (Padi Merah Beraroma) Varietas Pamera atau Padi Merah Beraroma hadir untuk memenuhi kebutuhan beras merah bermutu. Dilepas tahun 2019 melalui SK Menteri Pertanian 165/HK.540/C/01/2019/, Pamera memiliki potensi hingga 11,33 ton per hektar, dengan rata-rata hasil 6,43 ton per hektar. Pamera baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl. Termasuk golongan cere, dengan tekstur nasi sedang dengan kadar amilosa 21,1%. Umur tanaman kurang lebih 113 hari, bentuk tanaman tegak, dan memiliki bentuk gabah ramping. Pamera memiliki tingkat kerontokan sedang dan tahan rebah. Selain itu, Pamera juga memiliki keunggulan ketahan terhadap hama dan penyakit, diantaranya agak tahan WBC biotipe 1, 2, dan 3, dan tahan HDB kelompok III dan VIII, agak tahan HDB kelompok IV, tahan blas ras 033 dan 173, agak tahan blas ras 133 dan 073, serta agak rentan tungro. Pamelen (Padi Merah Pulen) Sama halnya dengan Pamera, Pamelen atau Padi Merah Pulen hadir untuk memenuhi kebutuhan beras merah berkualitas. Sesuai Namanya, Padi Merah Pulen, tekstur nasi Pamelen pulen dengan kadar amilosa 19,6%. Bentuk gabahnya ramping, cukup mudah dirontokkan dan batangnya tahan rebah. Potensi hasil Pamelen juga cukup tinggi yaitu dapat mencapai 9,87 ton per hektar dengan rata-rata hasil 6,18 ton per hektar. Dilepas tahun 2019 melalui SK Menteri Pertanian 164/HK.540/C/01/2019, Pamelan dapat dipanen pada umur tanaman kurang lebih 112 hari. Ketahanan terhadap hama: Agak tahan WBC biotipe 1, dan Agak rentan WBC biotipe 2 dan 3. Penyakit: Tahan HDB IV, Agak tahan HDB III dan VIII, Tahan blas ras 033 dan 073, Agak tahan blas ras 133 dan 073, dan Rentan tungro. Baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 mdpl Penulis: Ume Humaedah Sumber: BB Padi. 2019. Deskripsi Varietas Unggul Padi. Tersedia di: http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/varietas-padi/inbrida-padi-sawah-inpari https://media.neliti.com/media/publications/238292-peningkatan-kadar-antosianin-beras-merah-f496867a.pdf Adriamin Azis, Munifatul Izzati1, Sri Haryanti. 2015. Aktivitas Antioksidan Dan Nilai Gizi Dari Beberapa Jenis Beras Dan Millet Sebagai Bahan Pangan Fungsional Indonesia. Jurnal Biologi, Volume 4 No 1, Januari 2015 https://technology-indonesia.com/pertanian-dan-pangan/inovasi-pertanian/inilah-empat-varietas-unggul-padi-tipe-khusus/