Panduan Sederhana Aplikasi Pestisida pada Cabai Merah Bagi PetaniOleh : Ikhwantara BPP Panjatan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ) perlu dilakukan secara arif dan bijaksana, agar keberhasilan tercapai dengan maksimal, serta menjaga suberdaya lingkungan terpelihara. Oleh sebab itu perlu pedekatan berbagai tehnis dan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan yang ada sesuai kearifan lokal. Ada beberapa tahapan dan perlakuan yang bisa dilakukan untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) antara lain:A. Kultur Tehnis.a. Pengurangan kesesuaian ekosistem (sanitasi, penghancuran inang, pengolahan tanah dan pengelolaan air).b. Gangguan kontinyuitas penyediaan keperluan hidup hama (pergiliran tanaman, pemberoan lahan, penanaman serentak, penetapan jarak tanam, lokasi tanaman, memutus sinkronisasi hama dan tanaman, menghalangi peletakan telur).c. Pengalihan populasi hama menjauhi pertanaman (tanaman perangkap).d. Pengendalian fisik : Penggunaan lampu perangkap dan penghalang (netting house).e. Pengendalian mekanik : Nguler Uleri, gropyokan, pengusiran.f. Pengendalian hayati : Menggunakan parasitoid, predator dan pathogen.g. Pengendalian kimiawi :Pestisida sintetik maupun nabati.h. Pengendalian dengan Peraturan (Tata Tanam / Undang-undang (karantina tumbuhan).B. Prinsip Prinsip PHT.a. Budidaya Tanaman Sehat b. Pemanfaatan Musuh Alamic. Pengamatan Rutin C. Melaksanakan Konsep PHT.Melaksanakan konsep PHT bukan sebuah kata yang asing bagi kita semua, terutama bagi yang bergelut dibidang pertanian. Aplikasi pestisida merupakan suatu cara yang ditempuh untuk mengendalikan serangan opt (organisme pengganggu tanaman) agar tidak terjadi kerusakan yang berlebihan sehingga target produksi dari tanaman yang dibudidayakan akan tercapai sesuai yang di inginkan. Nah dalam aplikasi pestisida itu sendiri ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh efektifitas yang maksimal. Yaitu dengan melakukan 6 tepat:a. Tepat sasaranMaksudnya ialah agar pestisida yang digunakan sesuai dengan OPT yang menyerang sesuai hasil pengamatan.b. Tepat MutuPestisida yang digunakan harus bermutu baik. Untuk itu agar dipilih pestisida yang terdaftar dan diijinkan oleh Komisi Pestisida. Jangan menggunakan pestisida yang tidak terdaftar, sudah kadaluarsa, rusak atau yang diduga palsu. Hal ini perlu mengamati lebel yang tercantum dalam kemasan.c. Tepat JenisTidak semua pestisida cocok untuk mengendalikan OPT tertentu, agar sesuai keperuntukannya , maka perlu memilih pestisida yang sesuai dengan OPT yang ada. Dengan Cara mencari informasi pada lebel Kemasan.d. Tepat waktu penggunaanWaktu penggunaan pestisida harus tepat, yaitu pada saat OPT mencapai ambang pengendalian dan penyemprotannya harus dilakukan pada sore hari (pukul 16.00 atau 17.00).e. Tepat dosis atau konsentrasi formulasiDosis atau konsentrasi formulasi harus tepat yaitu sesuai dengan rekomendasi anjuran karena telah diketahui efektif mengendalikan OPT tersebut pada suatu jenis tanaman.f. Tepat cara penggunaanMaksudnya dilakukan dengan cara , pengabutan, hembusan , penyemprotan dll.Penyemprotan merupakan cara aplikasi pestisida yang paling umum. Sekitar 75% dari seluruh pestisida di dunia diaplikasikan dengan cara disemprotkan.