Loading...

Panen dan Pasca Panen Buah Duku

Panen dan Pasca Panen Buah Duku
Panen Penentuan saat panen buah duku dapat dilakukan dengan cara mengamati penampakan fisik buah duku atau 6 bulan setelah berbunga buah duku sudah matang. Buah duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak. Tanda-tanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah duku. Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji, biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih. Sedangkan untuk tanaman duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun. Prakiraan hasil panen buah duku agak bervariasi. Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg, buah duku meningkat menjadi 80-150 kg pada umur pohon 30 tahun dan diperkirakan hasil rata-rata akan diperoleh 2,5 ton per hektar. Alat yang digunakan untuk memanen antara lain pisau tajam untuk memanen dan keranjang untuk wadah buah duku. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari yang bertujuan untuk menghindari cahaya terik matahari terlalu panas. Panen dapat dilakukan dengan cara memotong dengan pisau tajam kebagian pangkal buah dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada buah duku. Buah duku yang telah dipanen dikumpulkan menggunakan keranjang yang diberi alas kemudian dikumpulkan ditempat yang teduh untuk menjaga agar buah duku tetap segar dan tidak cepat layu. Pengumpulan buah duku dilakukan secara hati-hati diberi pelapis kertas merang/daun pisang kering untuk menghindari benturanan/keberatan beban yang dapat mengakibatkan kerusakan. Pemanenan dalam hamparan yang luas sebaiknya dilakukan dengan cara bertahap, interpal waktu 2 - 3 hari Pasca Panen Pasca panen merupakan kegiatan yang dilakukan setelah panen, tujuan pasca panen adalah untuk menjaga agar buah duku tetap baik mutunya tetatap segar, menarik, memenuhi standar perdagangan, terjamin, dan buah duku lebih awet serta sewaktu-waktu dipasarkan tetap terjaga kualitasnya. Beberapa kegiatan Pasca Panen antara lain adalah; a. Pembersihan dengan cara menyingkirkan/membuang kotoran dan menyingkirkan komoditas lain yang tidak penting terbawa. b. Sortasi dilakukan untuk memisahkan, penggolongan berdasarkan kualitas dan keseragaman dengan berdasarkan prinsip keseragaman ukuran berat, bentuk, sifat permukaan, warna dan tingkat kematangan buah duku. c. Penyimpanan dilakukan dengan pendinginan untuk mempertahan kualitas produk, memperpanjang umur pengendalian, laju transpirasi, resprasi, infeksi penyakit/jamur serta mempertahankan produk dalam keadaan yang paling berguna bagi konsumen. Selain itu penyimpanan bertujuan untuk menghindari anjloknya harga akibat melimpahnya buah duku dipasaran hingga harganya kembali stabil. Buah duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang, tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. Sehingga diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15°C dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu, jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil d. Kemasan dilakukan untuk melindungi atau untuk mengawetkan produk buah duku, tempat atau wadah yang digunakan pengemasan terdiri dari peti kayu atau keranjang, baik yang terbuat dari anyaman bambu atau dari bahan Styofoam dan Plastik Wrapping. Pengemasan ini sangat penting, karena merupakan penunjang bagi tramsportasi, distribusi, dan merupakan bagian dari usaha untuk mengatasi persaingan dalam pemasaran. Syarat-syarat pengemasan diantaranya adalah; - Bahan yang dipakai tidak mengandung zat yang dapat mengganggu kesehatan manusia. - Cocok dengan jenis buah yang akan dikemas (buah duku) - Menjamin sanitasi dan syarat-syarat kesehatan - Untuk menjaga/mencegah pemalsuan - Mudah dan aman dalam mengeluarkan isi kemasan - Mudah diulang atau didaur ulang - Sesuai dengan bentuk, ukuran, dan berat - Biayanya rendah. ditulis oleh Dalmadi Sumber : Ditjen Horti dan Gambar globososo.com/image