Loading...

Panen dan Pasca Panen Vanili

Panen dan Pasca Panen Vanili
Vanili (Vanilla planifolia) merupakan salah satu komoditas pertanian yang masih cukup prospektif untuk dikembangkan, karena memiliki harga jual yang relatif lebih tinggi dibanding komoditas lain, khususnya di sub sektor perkebunan. Untuk menghasilkan vanili dengan kualitas yang baik, perlu dilakukan panen dan pasca panen yang benar. Panen Pemetikan buah vanili dilakukan setelah buah masak yaitu buah yang warnanya telah berubah dari hijau tua mengkilat menjadi hijau muda suram, kulit jagetnya berbentuk garis-garis kecil warna kuning yang lambat laun menjadi besar dan akhirnya ujungnya menjadi kuning. Pemanenan dilakukan pada umur yang cukup, agar kualitas maksimal dan mendapat harga terbaik. Bila panen terlalu muda, buah vanili akan layu dan aromanya berkurang, sedang bila terlalu tua (buah berbelah) maka akan menyebabkan harga panen turun. Pemetikan dilakukan dengan tangan (memuntir) atau dengan gunting agar buah yang tertinggal tidak rusak. Karena masaknya buah vanili tidak bersamaan dalam satu tandan, maka untuk mendapatkan buah vanili yang bermutu, maka pemanenan sebaiknya dilakukan secara bertahap (petik pilih) sedangkan yang belum masak ditunda. Hal ini juga akan memudahkan dalam melakukan proses sortasi. Pasca Panen Vanili Penanganan pasca panen terdiri atas beberapa tahapan yang saling berkaitan dimana satu tahap kegiatan akan mempengaruhi hasil kegiatan di tahap berikutnya. Adapun tahapan kegiatan pasca panen tanaman vanili adalah sebagai berikut: Sortasi Sortasi buah basah bertujuan untuk memperoleh buah yang seragam ukuran, bentuk, dan tingkat kemasakan. Setelah dilakukan sortasi, buah dicuci dengan air bersih lalu ditiriskan. Penyortiran buah akan mempermudah pengawasan dan pelaksanaan dalam pengelompokan mutu (grading) pada akhir proses pengolahan, menghemat waktu dalam proses akhir dan akan menghasilkan buah vanili kering yang bermutu seragam. Pelayuan (Wilthing Treatment) Pelayuan bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif dan mendorong aktivitas enzim pembentuk vanillin hingga kadar vanillin cukup tinggi (92,4%) rendemen cukup tinggi (21-23%), warna lebih hitam dan aroma cukup baik. Pelayuan dapat dilakukan dengan menggunakan oven pada suhu 45 – 50o atau dicelupkan dalam air panas yang dimasak pada wadah/drum yang terbuat dari besi atau stainless steel. Setelah suhu air pada wadah /drum mencapai ±65O C, celupkan polong vanili dengan menggunakan anyaman kawat atau keranjang bamboo. Lama pencelupan tergantung pada ukuran polong. Untuk polong yang besar dan utuh pencelupan antara 2,0-2,5 menit, sedangkan untuk polong yang lebih kecil kurang dari 2 menit. Proses pelayuan ini dilakukan untuk memberi jalan bekerjanya enzim pembentuk aroma (Enzims β-glukosidase dan peroksidase. Pemeraman (fermentasi) Fermentasi bertujuan untuk memberikan kesempatan terjadinya proses enzimatis pada buah vanili untuk mendapatkan flavor dan aroma yang diinginkan. Setelah proses pelayuan/perendaman dengan air panas selesai, buah vanili ditiriskan sampai seluruh air menetes, kemudian dimasukkan kedalam peti kayu/kotak fermentasi yang berdinding rangkap dan diberi sekat/isolasi berupa sabut kelapa yang sudah dihaluskan, serbuk gergaji, kain tebal atau karung goni. Apabila setelah ditiriskan suhu polong vanili kurang dari (38-40)o C maka perlu dilakukan penjemuran/pemanasan awal selama 3 jam sebelum diperam. Selain itu untuk meningkatkan daya isolator dan untuk menyerap air yang keluar dari polong vanili maka bagian dalam kotak dilapisi dengan kain yang agak tebal. Proses fermentasi perlu waktu 48 jam atau 2 hari dengan suhu kamar ± 36-37°C. Lama fermentasi sangat berpengaruh terhadap kadar vanillin olahan. Buah yang berwarna kecoklatan disertai berminyak mengindikasikan bahwa proses pemeraman (fermentasi) telah berjalan dengan baik. Pengeringan Polong ditaruh di atas rak bambu atau sejenisnya yang beralaskan kain hitam selama (2,0-2,5) jam dan dibolak-balik sebanyak (3-4) kali. Kemudian tutup dengan kain hitam dan penjemuran diteruskan sampai sore hari. Selesai penjemuran polong vanili dalam keadaan panas segera digulung dengan kain yang sama selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak pemeraman dan disimpan di ruangan yang kering. Proses ini diulang setiap hari sampai kadar air mencapai (55-60)%. Pada proses ini perlu penyeleksian buah yang telah kering (kadar air 55-60%) dengan ciri-ciri bentuk keriput, lentur, warna coklat kemerahan-merahan. Proses ini merupakan tahapan yang paling kritis dibanding tahapan lainnya. Jika ada polong yang berjamur maka dibersihkan secara hati-hati dengan kapas atau kain halus yang dibasahi air panas atau alkohol. Pengeringanginan Pengeringanginan dilakukan dengan mengangin-anginkan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari langsung) pada anyaman bambu atau kawat yang disusun rapi. Tujuan pengeringanginan adalah menurunkan kadar air dari 55-60% menjadi 25-30%. Waktu yang dibutuhkan 3 – 6 minggu. Untuk itu tempat untuk melaksanakan proses ini sebaiknya di tempat yang agak luas seperti gudang atau tempat yang dianggap layak. Pada proses ini perlu dilakukan sortasi untuk memilah buah yang telah betul-betul kering. Penyimpanan dan Pengepakan Penyimpanan dilakukan untuk mengantisipasi serangan jamur pada buah vanili yang telah dikeringkan, dan agar aroma khas vanilin dapat sempurna. Penyimpanan dan pengepakan buah dilakukan dengan beberapa tahapan yang antara lain: 1) Buah vanili dipisah-pisah berdasarkan standar mutunya; 2) Buah vanili dibersihkan dengan kain lap bersih kemudian dibungkus menggunakan kertas minyak atau kertas paraffin; 3) Masukan bungkusan ke dalam kotak penyimpanan yang terbuat dari kayu, kaleng, maupun karton; 4) Ruang penyimpanan harus bersih dan bebas dari hama gudang seperti tikus dan kecoa; 5) Sekali-kali buah harus diperiksa, jika ditemukan infeksi jamur, maka buah harus segera dibersihkan dengan bahan kimia berupa propylin glycol; 6) Apabila ada buah yang beraroma tidak wajar, harus segera dipisahkan untuk kemudian dijemur dan diperam lagi; 7)Setelah aroma vanilin dari buah sudah mantap, buah dapat langsung dijual dan dipasarkan. (Sri Wijiastuti, Pusluhtan). Sumber: http://silver-lamawara.blogspot.com/2017/01/ https://vanili-indonesia.com/index.php/budidaya/48-cara-panen-vanili ZAhron Helmi, Pusbangluhtan https://himagro.umy.ac.id/2018/12/16/proses-pengolahan-pasca-panen-vanili-hingga-siap-jual