Loading...

PANEN DAN PASCAPANEN KEDELAI DI DESA GLONGGONG KEC. WANASARI KAB. BREBES

PANEN DAN PASCAPANEN KEDELAI  DI DESA GLONGGONG  KEC. WANASARI KAB. BREBES
Penanganan panen dan pascapanen kedelai yang kurang baik dapat menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar. Kehilangan hasil tersebut dapat mencapai 15 % dan dapat menurunkan produksi.Penanaman kedelai di desa Glonggong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes yaitu seluas 200 hektar yang ditanam pada bulan awal maret sampai dengan akhir mei setelah tanaman padi. Adapun cara penangan panen dan pascapanen di desa Glonggong dapat dijabarkan sebagai berikut : A. Penanganan PanenPenanganan panen sangat penting untuk mengurangi kehilangan hasil. Hal-hal yang berkaitan dengan penanganan panen yaitu sebagai berikut : 1. Umur PanenVarietas kedelai yang ditanam yaitu varietas Lokon yang mempunyai masa panen pendek (genjah) sekitar >80 hari setelah tanam. Ciri-ciri tanaman yang sudah siap panen ditandai dengan 90-95% daun telah rontok, polong berwarna kuning/coklat dan telah kering. 2. Cara PemanenanPetani di desa Glonggong masih menggunakan panen secara manual/tradisional menggunakan sabit bergerigi dengan memotong pangkal batang tanaman. Kemudian brangkasan dikumpulkan dan diangkut ke tempat penjemuran. 3. Waktu PanenPemanenan kedelai dilakukan pada pagi hari pada saat cuaca cerah dan kelembaban udara rendah. B. Penanganan PascapanenPenanganan pasca panen yang dilakukan meliputi kegiatan : 1. Pengeringan Brangkasan Brangkasan dijemur di atas terpal plastik di tepian jalan maupun di halaman rumah. Tebal hamparan sekotar 20 cm dan brangkasan dibolak balik setiap 2 jam. Brangkasan telah kering bila polong mudah pecah bila ditekan dengan jari.2. Perontokan BijiPerontokan biji kedelai yang dilakukan di desa Glonggong telah menggunakan mesin perontok (power thresser) dimana mempunyai keuntungan mempertahankan mutu, kehilangan hasil rendah, menghemat waktu dan tenaga kerja. 3. Pengeringan BijiSeelah perontokan biji kedelai maka biji dikeringkan. Pengeringan biji kedelai dengan cara dijemur sebagai beikut yaitu : biji kedelai dihamparkan pada lantai jemur yang telah diberi alas plastik/terpal. Penjemuran dilakukan selama 3-4 hari pada saat cuaca cerah. Biasanya biji telah kering jika kadar air di bawah 12%. 4. PemasaranKedelai yang sudah kering di masukkan ke dalam karung dengan berat 50 kg. Pemasaran dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan menjual kedelai kepada pedagang keliling dan menjual ke pedagang dipasar. Tidak ditemukan kendala yang berarti dalam hal pemasaran namun yang menjadi masalah klasik yaitu harga jual kedelai yang sangat rendah pada saat panen (rp 5.000/kg biji kering) dan di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang di patok Rp 7.000/kg biji kering. Perlu kiranya melakukan kemitraan dengan KOPTI sehingga diharapkan harga jual petani tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan petani.