Loading...

Panen dan Pascapanen Labu Siam

Panen dan Pascapanen Labu Siam
Buah labu siam Labu siam (Sechium edule) dibudidayakan untuk diambil buahnya sebagai bahan sayur yang enak rasanya. Oleh karena itu kondisi fisik buah labu siam perlu dijaga agar tetap segar dan tidak rusak. Kondisi buah labu rusak dapat mengurangi kandungan gizi, mengurangi bagian yang dapat dikonsumsi dan akan menurunkan harga, bahkan dapat tidak laku dijual sama sekali. Akhirnya petani akan mengalami kerugian. Oleh karena itu petani labu siam perlu memahami cara panen dan pasca panennya. Panen Tanaman labu siam dapat dipanen pertama kali sekitar umur 3 bulan sesudah tanam. Panen selanjutnya dilakukan setiap 4 hari sekali sampai berumur 2 tahun. Buah labu siam dapat dipanen jika berat buah sekitar 3 buah per kg, padat, warnanya hijau terang, dan permukaannya cukup rata. Panen buah labu siam harus tepat, karena apabila panen terlambat akan mempengaruhi rasa buahnya kurang enak. Waktu panen dilakukan pada pagi sampai siang hari dan memanennya dimulai dari buah yang tergantung paling bawah. Caranya dipetik dengan menggunakan tangan secara hati-hati, jangan sampai jatuh karena kulitnya yang halus mudah lecet sehingga dapat mengurangi mutunya. Setelah dipetik segera mungkin masukkan buah labu siam ke dalam karung plastik. Pascapanen Pascapanen labu siam meliputi kegiatan: sortasi, pengemasan, dan distribusi. Kegiatan sortasi adalah proses memisahkan hasil panen buah labu siam yang berkualitas baik dengan yang berkualitas tidak baik. Berkualitas tidak baik meliputi rusak atau terluka akan mudah terkena infeksi mikroba pembusuk yang dapat menyebabkan tidak laku dijual dan akhirnya petani dapat merugi. Sedangkan kegiatan pengemasan adalah proses mengemas hasil panen buah labu siam yang dilakukan dengan menggunakan bahan pengemas sesuai dengan permintaan pasar, misalnya katong plastik transparan, kotak kayu, dan lain-lain. Tujuan pengemasan buah labu siam untuk memudahkan distribusi/pengiriman dan melindungi labu siam dari kerusakan mekanis maupun kerusakan fisiologis, serta memperbaiki penampilan. Bahan untuk pengemas harus menggunakan bahan yang kuat dan aman (bersih dan bukan bekas pengemas bahan kimia yang dapat menyebabkan kontaminasi). Jumlah tiap kemasan harus sesuai atau tidak melebihi kapasitas. Setiap kemasan berisi 50 buah untuk pasar lokal dan untuk pasar luar kota berisi 40 buah labu siam. Kemudian kegiatan distribusi adalah proses memindahkan hasil panen buah labu siam dari produsen/petani ke tempat pemasaran dengan aman atau tidak rusak. Dalam pendistribusian harus diketahui tujuan tempat pemasaran, jumlah, dan waktu pengiriman. Alat transportasi yang digunakan harus layak dan aman, agar buah labu siam tidak lama diperjalanan dan tidak ada yang rusak. Selama perjalanan harus hati-hati untuk menjaga buah labu siam tidak rusak dan perlu terlindung dari sinar matahari agar tidak menimbulkan kerugian. Semoga bermanfaat nagi petani labu siam. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Labu Siam (Sechiuj edule) Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Direktorat Buidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2. http://www.iptek.net.id