Loading...

Panen Pepaya

Panen Pepaya
Tanaman pepaya yang dibudidayakan di dataran rendah mulai berbunga pada umur empat bulan. Enam bulan kemudian tanaman pepaya sudah dapat dipanen. Jadi, panenan pertama tanaman pepaya yang diusahakan di lahan dataran rendah dapat dilakukan setelah 10 bulan tanam. Umur berbunga dan umur petik ini akan bertambah bila tanaman pepaya ditanam pada lahan-lahan yang lebih tinggi atau di wilayah ikiim yang lebih dingin. Pemanenan pertama ini cukup mudah dilakukan karena pohon-pohon masih rendah. Pemetik hanya menggunakan tangan atau pisau untuk memanen buah. Selanjutnya buah diangkut dengan keranjang plastik ke tempat pengumpulan atau tempat pengepakan. Pada panen berikutnya pohon sudah mulai meninggi sehingga pemetik memerlukan alat bantu untuk memanen, seperti tangga atau galah. Untuk pasaran setempat biasanya buah dipetik pada tingkat kemasakan mengkal, sedangkan untuk pasaran jarak jauh buah dipetik pada tingkat kemasakan tua. Buah masak mengkal bila kulit buah di bagian ujung tampak mulai menguning, sedangkan daging buah masih tetap keras. Buah pepaya yang masak ditandai dengan kulit dan daging buahnya yang berwarna cerah, rasanya manis, dan aromanya sudah tercium. Waktu memanen harus dijaga agar kulit buah jangan sampai tergesek atau tergores, apalagi sampai terluka. Gesekan, goresan, atau luka membuat buah menjadi cacat. Akibatnya, wama kulit maupun penampilan buah menjadi tidak utuh lagi. Goresan pada buah menjadi jalan masuk atau tempat terjadinya infeksi mikroorganisme. Akibat lebih lanjut adalah daya simpan buah menjadi berkurang. Untuk itu, pada saat melakukan pemanenan harus dihindari kerusakan fisik ini. Tingkat kemasakan buah pepaya biasanya dinyatakan dalam bentuk buah muda, buah tua, buah mengkal, buah masak, dan buah terlaiu masak.   1. Buah muda Buah muda adalah buah yang masih dalam proses pertumbuhan dan pembentukan ke arah tingkat buah tua. Bentuk, berat, dan komposisi buah masih belum utuh dan belum lengkap. Kulit buah berwarna hijau muda dan mengandung banyak getah. Daging buah dan biji masih berwarna putih. Bila dipetik masih mengeluarkan banyak getah. Bila diperam atau dikarbit buah akan masak tidak sempuma. Kulit dan daging buah akan berwarna pucat dan rasanya tawar. Namun, rasa buah muda tersebut dapat pahit bila dikarbit. Buah muda hanya cocok digunakan untuk sayur. 2. Buah tua Buah tua (green mature stage) ditandai dengan warna kulitnya yang masih berwarna hijau. Getah sudah banyak berkurang dan encer. Secara umum, daging buah masih keras, tetapi bagian dalamnya mulai tampak ada perubahan wama. 3. Buah mengkal Buah mengkal (firm ripe stage) ditandai dengan mulai menguningnya wama kulit buah, terutama di bagian ujung buah. Daging buah masih keras, tetapi bagian dalam telah berubah wama. 4. Buah masak Pada buah masak {ripe stage) seluruh kulit buahnya telah berubah wama menjadi kuning atau kuning kemerahan. Daging buah seluruhnya telah lunak dan berwama kuning atau merah menyala. Rasanya manis segar beraroma dan berair banyak. 5. Buah masak bonyok Buah masak bonyok (over ripe stage) adalah buah sudah terlalu masak. Di beberapa tempat dari buah tersebut ada bercak antraknosa yang ditumbuhi cendawan. Kulit dan daging buah sangat lembek. Rasa daging buah sudah tidak enak dan ada rasa pahitnya. Buah yang baru dipetik diletakkan di atas daun-daun yang lunak di tempat yang teduh. Getah dibiarkan dulu keluar dari tangkai buah. Harus dijaga agar getah tersebut tidak menetes pada kulit buah karena mengakibatkan kulit buah menjadi tidak menarik. Untuk mempercepat pematangan buah, petani atau pedagang buah pepaya di Pasar Minggu, juga di Taiwan, mengempos buah pepaya yang baru dipetik dengan karbit selama semalam. Buah akan masak keesokan harinya dengan warna kulit kuning seragam. Pengemposan dilakukan dengan memasukkan buah pepaya ke dalam peti atau ruangan pengemposan yang rapat kemudian di bagian bawah peti diberi karbit yang dibungkus daun pisang. Bila buah yang dikarbit masih muda, rasa buah menjadi kurang enak, yaitu kurang manis, dingin, dan ada rasa pahit. Produksi buah pepaya sangat tergantung kepada varietas, kondisi benih yang digunakan, ikiim, dan kultur teknis yang dilakukan. Pada umumnya, produksi buah pepaya berkisar antara 6-20 ton untuk tiap hektar lahan. Suatu perkebunan pepaya komersial di Hawaii yang menanam varietas solo dapat menghasilkan sampai 35 ton buah untuk setiap hektar luas lahan. Tanaman pepaya tersebut hanya diusahakan untuk waktu tiga tahun dan tiga kali panenan. Tanaman yang berumur empat tahun ke atas pertumbuhannya telah meninggi sehingga tidak ekonomis lagi dari sudut pemetikan. Namun, kini teknik pemetikan baru secara mekanis telah dikembangkan sehingga tanaman pepaya mulai dipertahankan untuk waktu 4-5 tahun. Di Indonesia, tanaman pepaya yang diusahakan secara intensif dengan curah hujan yang sesuai dapat dipertahankan sampai 4-6 tahun. Buah pepaya untuk ekspor atau untuk pasar tertentu, seperti pasar swalayan, menghendaki suatu standar buah tertentu. Di Indonesia, standar buah untuk buah pepaya tersebut belum ada. Suatu pusat perdagangan buah di Filipina-Greater Manila Terminal Food Market sudah menetapkan dua kelas standard buah pepaya sebagai berikut. 1. Kelas 1 Buah pepaya yang masuk dalam kelas 1 ini memiliki persyaratan sebagai berikut. a. Tingkat kemasakan buah tua atau mengkal dan tidak boleh masak bonyok. b. Buah bersih, tangkai buah dipotong rapi, memiliki bentuk sempurna, dan kulit licin. c. Buah bebas dari kotoran, cacat memar, gesekan, luka, busuk, atau cacat serangan hama penyakit. d. Berat buah tidak boleh kurang dari 1 kg. 2. Kelas 2 Berikut ini adalah persyaratan buah pepaya yang masuk dalam kelas 2. a. Tingkat kemasakan buah tua atau mengkal dan tidak boleh masak bonyok. b. Buah bersih, tangkai buah terpotong rapi, bentuk buah tidak terlalu jelek, dan kulit buah cukup halus. c. Buah bebas dari kotoran, cacat memar, gesekan luka, atau busuk serta cacat karena serangan hama penyakit. d. Berat buah tidak boleh kurang dari 1 kg. Buah-buah pepaya di luar standar kelas 1 dan kelas 2 tergolong unclassified fruits (tidak memiliki standar). Golongan buah pepaya ini biasanya digunakan atau dimanfaatkan sebagai bahan untuk buah-buah yang diolah. Sumber : Bertanam Pepaya, Penebar Swadaya