Loading...

PANGKAS BENTUK TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA KOPI

PANGKAS BENTUK TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA KOPI
Oleh :Sang Ketut Sukarma, SP Tujuan :- Membentuk keragaan tanaman yang proporsional dan kekar.- Memastikan dapat terbentuk cabang sekunder pada tempat yang diinginkan. Waktu pelaksanaan :- Dilaksanakan pada TBM I-III- Lebih utama dilaksanakan pada saat TBM masa vegetatif (September sampai Maret), walaupun pada masa generatif kopi arabika tetap terjadi pertumbuhan vegetatif. Cara pelaksanaan :- Saat TBM I pada cabang ketinggian 80 cm dilakukan sunat (kliping) di 2 cabang primer pada ruas ke-2(panjang ruas 15-20 cm) tunas yang tumbuh pada batang tetap dipertahankan.- Saat TBM II atau pada cabang ketinggian 120 cm dilakukan pemotongan tunas atas (toping) dan salah satu cabang primer.- Sisa cabang primer yang dipelihara dilakukan sunat (kliping) pada ruas ke-2. Cabang primer dibawah cabang primer yang ditoping juga dilakukan sunat/kliping pada ruas ke-2.- Pada saat TBM I-II semua trubusan yang tumbuh harus dibuang- Pada saat akhir TBM II atau saat cabang primer atas sudah kuat/berkayu, dipelihara 1 tunas (bayonet) sampai ketinggian 160 cm.- Pada cabang ketinggian 160 cm dilakukan pemotongan tunas (toping) dan salah satu cabang primer.- Sisa cabang primer yang dipelihara dilakukan sunat (kliping) pada ruas ke-2.- Pengaturan cabang primer yang disunat (kliping) diusahakan menyebar merata ketiga arah (seperti simbol Mercy).- Pelaksanaan pangkas bentuk harus dilakukan secara rutin, terutama pada saat masa vegetatif, dengan tenaga khusus agar tidak terjadi keterlambatan pangkas bentuk.Pangkas/Wiwil Halus Tujuan :- Membuang cabang penggangu perkembangan buah kopi.- Mempersiapkan cabang untuk produksi tahun berikutnya. Waktu pelaksanaan :- Wiwil Halus I bln Pebruari-April- Wiwil Halus II setelah mulai terbentuk primordia bunga (Mei-Juli) Cara pelaksanaan :- Membuang cabang yang terserang penyakit, ranting kering/mati,cabang balik, cabang cacing, dan cabang B2.- Apabila pada percabangan sekunder terdapat lebih dari satu cabang yang tumbuh, maka hanya dipelihara satu.- Apabila masih ditemukan trubusan yang bukan sengaja dipelihara, maka trubusan harus dibuang.- Dalam pelaksanaan WH perlu diperhitungkan sisa cabang yang harus dipelihara untuk menunjang produksi tahun berikutnya.