Loading...

Pasca Panen Cengkeh

Pasca Panen Cengkeh
Cengkeh adalah salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Cengkeh ini sering digunakan sebagai bahan rempah, campuran pembuatan rokok kretek asal Indonesia atau bahan dalam pembuatan minyak atsiri. Oleh karena itu proses pasca panen ini harus diperhatikan baik – baik untuk menghasilkan cengkeh dengan kualitas baik. Berikut adalah beberapa proses pasca panen cengkeh yang harus dilakukan : Sortasi basah Setelah cengkeh masuk tempat pengolahan maka akan segera dilakukan proses sortasi basah, proses ini dilakukan dengan memisahkan bunga dari tangkainya dan menempatkannya di tempat yang berbeda. Cengkeh dan bunganya perlu dipisahkan karena keduanya memiliki harga dan mutu yang berbeda sehingga bila keduanya tercampur maka akan menurunkan mutu cengkeh tersebut. Pemeraman Kemudian bunga dan cengkeh tadi dimasukkan ke dalam karung atau peti untuk selanjutnya akan diperam kurang lebih 24 jam. Pemeraman ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pengeringan dan juga akan memperbaiki warna cengkeh menjadi cokelat mengkilap. Pengeringan Setelah selesai diperam maka selanjutnya cengkeh akan dikeringkan hingga mencapai kadar air 12% – 14% karena bila melebihi 14% maka cengkeh akan mudah terserang jamur sehingga tidak tahan disimpan. Namun bila kadar airnya di bawah 12 % akan membuat mutu cengkeh turun dan mudah hancur. Biasanya petani akan menggunakan alat ukur kadar air atau moisture meter untuk mengukur kadar air pada cengkeh. Pengeringan cengkeh ada beberapa jenis yaitu secara alami, buatan maupun campuran. Pengeringan dengan cara alami merupakan pengeringan menggunakan cahaya matahari dan lantai beton atau anyaman untuk meletakkan cengkeh. Karena biasanya cengkeh akan dipanen saat musim kemarau maka pengeringan secara alami biasanya tidak mengalami hambatan berarti. Apabila cuaca mendukung dan tidak mendung maka dalam waktu 5 – 6 hari cengkeh sudah kering yang ditandai dengan mudahnya cengkeh patah bila ditekan. Sedangkan pengeringan dengan cara buatan dilakukan menggunakan mesin pengering dengan bahan bakar minyak maupun kayu. Akan tetapi pengeringan menggunakan mesin hanya boleh dilakukan hingga kadar air cengkeh mencapai 22% – 25% dan masih membutuhkan pengeringan cara alami untuk mencapai kadar air 12% – 14%. Pengeringan memakai mesin ini tidak boleh menggunakan suhu 56 derajat Celcius untuk mencapai kadar air 14% karena akan mengakibatkan rusaknya senyawa – senyawa cengkeh bahkan cengkeh itu sendiri. Penggunaan cara gabungan ini mempunyai kelebihan selain waktu pengeringan yang lebih cepat juga membuat aroma cengkeh lebih tajam. Sortasi kering dan Pengemasan Tahap sortasi kering ini dilakukan untuk memisahkan kotoran – kotoran yang mungkin masih ada dengan cara ditampi menggunakan tampah yang kemudian akan dimasukkan ke dalam karung dengan berat 30 – 40 kg atau karung berkapasitas 50 – 60 kg. Setelah dikemas maka cengkeh juga masih harus disimpan pada suhu dan kelembaban yang sesuai untuk menjaga mutunya sebelum diolah lebih lanjut. Ditulis ulang : Enrico Syaefullah BBP2TP Bogor Sumber : Badan litbang pertanian