Loading...

PASCA PANEN JAGUNG

PASCA PANEN JAGUNG
Pasca panen adalah tahapan kegiatan sejak pemungutan hasil di lapangan sampai siap untuk dipasarkan, sedangkan penanganan pasca panen merupakan tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada hasil pertanian agar hasil pertanian siap dan aman untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut oleh industri. BENTUK KERUSAKAN BIJI JAGUNG Rusak Fisik Berupa kerusakan endosferm, terutama disebabkan sering terjadinya perubahan kadar air, perubahan kadar air disebabkan oleh cuaca seperti panas, hujan, pergantian siang dan malam. Butir retak dalam proses selanjutnya dapat menjadi butir pecah, juga dapat disebabkan oleh proses pemipilan dengan menggunakan alat pemukul atau mesin perontok yang kurang sempurna. Rusak Bilogis Disebabkan oleh kegiatan selama penyimpanan seperti hama, jamur, dan mikroba. Padaserangan hama sebagian endosferm dimakan dan sisanya berupa butir berbetuk biji cacat. Biji cacat mudah mengalami oksidasi asam lemak, menghasilkan asam lemak bebas dan memberikan bau tidak enak. Hama tikus merupakan sumber kontaminasi jagung yang berupa bulu dan kotoran sehingga mutu jagung menjadi rendah Rusak Kimia Disebabkan adanya dekomposisi kimia selama penyimpanan, seperti penurunan kadar karbohidrat, protein, dan lemak karena metabolisme baik oleh serangga dan mikroba maupun oleh biji-bijian yang disimpan. Rusak kimia tidak dapat diamati secara visual. PEMISAHAN TONGKOL Pemisahan tongkol dilakukan untuk memisahkan tongkol yang baik dan kurang baik. Dengan tujuan: Menghindari Penularan Hama Penyakit, Menjaga Kualitas Jagung Pipilan Yang Dihasilkan, Memudahkan penanganan selanjutnya PENGUPASAN ATAU PENGOPEKAN Setelah jagung dipanen, langkah selanjutnya adalah pengupasan kulit atau pengopekan kulit jagung. Pengopekan kulit jagung dilakukan berdasarkan tujuan penggunaan jagung. Ada berbagai cara pengopekan jagung. Pengopekan jagung semi (baby corn) dilakukan sampai jagung kelihatan, kulit muda pada pangkal tongkol jagung ditinggalkan sepanjang 5 - 7 cm. Rambut-rambut jagung dibersihkan. Sedangkan jagung yang akan digunakan untuk jagung sayur biasanya tidak dikopek atau sebaliknya dikopek sampai bersih. Demikian juga jagung yang akan dikonsumsi untuk jagung rebus. Berbeda dengan jagung yang akan digunakan sebagai biji kering jagung, biasanya jagung dikopek dan dibuang rambutnya sampai bersih kemudian dijemur. Tetapi ada juga jagung yang dikopek hanya dengan mengupas kulitnya kemudian ditarik sampai ke pangkal tongkol sehingga bijinya kelihatan, tanpa harus membuang kulitnya. Kulit jagung ini digunakan untuk mengikat jagung satu dengan lainnya. PENGERINGAN Setelah dipanen, agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama atau siap dipasarkan, jagung perlu dikeringkan. Jagung dapat dikeringkan dalam berbagai keadaan, yaitu: 1. Dikeringkan di tongkol dengan kulit pada tanaman jagung 2. Dikeringkan di tongkol dengan kulit dikupas pada tanaman jagung 3. Dikeringkan di tong kol dengan kulitnya (klobot) 4. Dikeringkan di tongkol dengan kulit sudah dikupas (dikopek). 5. Dikeringkan sudah berupa jagung pipilan Pengeringan jagung dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dikeringkan secara alami dan dikeringkan secara buatan. Pengeringan jagung secara alami dilakukan dengan menggunakan panas dari sinar matahari atau perapian dapur. Penjemuran sampai jagung cukup kering untuk disimpan biasanya berlangsung kurang lebih selama 60 jam pada cuaca cerah. Umumnya pengeringan jagung tongkol dilaksanakan sampai kadar air mencapai 18-20%. Sedangkan pengeringan jagung pipil dianjurkan dilakukan sampai kadar air mencapai 13-14%. Pengeringan jagung secara buatan dilakukan dengan menggunakan mesin pengering atau grain dryer. Pengeringan jagung pipil dengan mesin dilakukan pada suhu 38-430C sehingga kadar air jagung turun menjadi 12-13%. Mesin pengering biji jagung dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan PENYORTIRAN DAN PENGGOLONGAN Setelah jagung terlepas dari tongkol, biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki, sehingga tidak menurunkan kualitas jagung. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan. Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam, biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya. Maka pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan jagung dari campuran kotoran. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi, akan mendapatkan hasil yang baik. PENGEMASAN Tujuan : Memudahkan penanganan (pemindahan dan penyimpanan), Perlindungan dari cuaca diharapkan pengemasan dapat melindungi biji jagung dari cuaca luar yang merugikan misalnya kelembaban udara yang tinggi, bocoran hujan, Perlindungan dari gangguan hama selama penyimpanan, dan Perlindungan dari gangguan cendawan Bahan kemasan yang dapat digunakan : Kantung plastik, Kertas, Karung atau wadah yang kaku. Persyaratan Bahan: Mudah didutup, Relatif murah, Dapat digunakan berulang ulang, Dapat menghemat ruangan PENYIMPANAN Penyimpanan jagung dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara penyimpanan jagung yang biasa dilakukan oleh para petani adalah dengan menyimpan jagung kering yang masih ditongkol. Jagung tongkol kering ini diletakkan di atas perapian atau disimpan di tempat yang kering, tidak terkena air hujan. Tempat penyimpanan jagung juga sebaiknya tidak ada tikus. Selain menyimpan jagung yang masih melekat di tongkol, jagung juga disimpan dalam bentuk pipilan kering. Jagung tongkol kering lebih tahan disimpan dalam waktu lama dari pada jagung pipil kering. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan apabila jagung akan disimpan dalam gudang. Faktor-faktor tersebut adalah: 1. Kebersihan gudang: sebaiknya gudang dibersihkan dan disemprot dengan insktisida yang aman untuk mencegah hama bubuk. 2. Kelembaban gudang: gudang yang lembab akan mendukung tumbuhnya mikroorganisme. 3. Alas : agar kadar air pada biji jagung terjaga, sebaiknya lantai gudang dialasi dengan denga papan. Sundari, SST (BBP2TP, Bogor),Email:sunburase@yahoo.com Penulis Koordinator Subsektor   Sumber : tatangkostaman.blogspot.com/.../pasca-panen-jagung-pendahuluan-pasca...? arrieagustian.blogspot.com/2013/.../penanganan-pasca-panen-jagung.ht...?