Loading...

Pasca Panen Jagung

Pasca Panen  Jagung
Kegiatan Pasca Panen jagung merupakan kegiatan setelah jagung dipetik dan biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakan serangkaian pekerjaan yang berkaitan dan pada akhirnya produk siap untuk disimpan atau dipasarkan. Beberapa kegiatan pasca panen jagung yang dapat dikerjakan agar diperoleh mutu dan standart produk yang baik dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Pengupasan Pengupasan jagung biasanya dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapaat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. Pengupasan bertujuan pula untuk memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. Untuk tujuan produksi jagung masak mati sebagai bahan makanan, maka begitu jagung selesai dipanen, klobot segera dikupas. 2) Pengeringan Kegiatan pengeringan jagung adalah upaya untuk menurunkan kadar air sehingga mencapai kadar air simpan yaitu sekitar 9-11%. Kegiatan pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami yaitu dengan cara tradisional menjemur dibawah terik sinar matahari dan juga dengan menggunakan pengeringan buatan. Penjemuran dapat dilakukan di lantai jemur, atau dengan alas anyaman bamboo maupun dengan cara diikat dan digantung. Untuk memperoleh kadar air sekitar 9-11%, dengan pengeringan alami dapat dilakukan dengan menjemur jagung di bawah terik sinar matahari selama 7-8 hari. Apabila menggunakan pengeringan buatan, dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia, terutama pada musim hujan. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan, tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-43oC, sehingga kadar air turun menjadi 12-13%. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan. 3) Pemipilan Kegiatan pemipilan dilakukan setelah jagung dijemur sampai kering. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar. Pada dasarnya"memipil" jagung hampir sama dengan proses perontokan gabah, yaitu memisahkan biji-biji dari tempat pelekatannya. Jagung melekat pada tongkolnya, maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan. 4) Penyortiran dan penggolongan Setelah jagung terlepas dari tongkol, biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apasaja yang tidak dikehendaki, sehingga tidak menurunkan kualitas jagung. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol, biji kecil, biji pecah, biji hampa, kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpulan. Kegiatan ini, sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan, selain itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam, biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran butirnya. Pemisahan ini, sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahkan jagung dari campuran kotoran. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi, akan mendapatkan hasil yang baik. Dengan uraian tersebut di atas diharapkan masyarakat dapat melakukan kegiatan pasca panen dengan baik sehingga diperoleh mutu atau kualitas yang baik pula. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Pedoman Bertanam Jagung, Tim Karya Tani Mandiri, Seri Budi Daya Tanaman. 2010. 2) http://www.google.com/imgres?imgurl=http://ptman.org