Loading...

Pascapanen Kencur

Pascapanen Kencur
Rimpang kencur banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus, rokok pada industri rokok kretek. Oleh karena itu, pasca panen kencur perlu diperhatikan oleh petani untuk memperoleh produk kencur yang tahan simpan, bermutu dengan mempertahankan komposisi kimia sesuai standar mutu secara konsisten. Pascapanen kencur merupakan tindakan yang dilakukan setelah panen, mulai dari penyortiran awal, pencucian, perajangan, pengeringan, penyortiran akhir (simplisia), pengemasan serta pelabelan, dan penyimpanan. Penyortiran Awal Memilih rimpang kencur yang besar, tua (umur 10 - 12 bulan), bagus (tidak busuk/rusak) atau tercemar bahan asing lainnya. Rimpang yang terpilih dibersihkan dari tanah atau kotoran lain yang masih menempel dengan perlahan-lahan agar rimpang tidak luka. Memotong daun-daun, batang dan akar menggunakan pisau yang tajam dan pisahkan rimpang untuk diproses dalam bentuk simplisia dan rimpang untuk bentuk segar. Pencucian Rimpang kencur dicuci dengan cara menyikat perlahan-lahan untuk menghilangkan kotoran dari hasil panen dan mengurangi mokroba yang menempel. Pencucian dilakukan secara bertahap dalam bak pencucian bertingkat dan diupayakan menggunakan air mengalir agar air bekas cucian langsung terbuang. Lalu rimpang yang bersih ditiriskan dalam keranjang. Perajangan Rimpang kencur untuk dipersiapkan diproses dalam bentuk simplisia yang sudah bersih, dirajang dengan menggunakan mesin perajang atau dirajang secara manual. Rimpang dirajang searah, berbentuk lonjong dengan panjang 1-5 cm dan lebar 0,5 -3 cm atau sesuai keinginan, tebal 0,2 - 0,5 cm. Irisan rimpang kencur ke dalam wadah. Pengeringan Pengeringan merupakan proses yang sangat penting dalam pasca panen rimpang kencur, karena untuk memperpanjang daya simpan dan menentukan mutu irisan rimpang kering. Proses pengeringan dimulai dari penyiapan tempat pengeringan di bawah naungan (dapat menggunakan paranet), atau alat pengering bertenaga sinar matahari (solar driyer), atau mesin pngering (tray driyer). Meletakan irisan rimpang kencur pada alat pengering secara merata. Pengeringan dengan sinar matahari selama 2 - 3 hari dengan penyinaran normal. Irisan rimpang yang dijemur ditutup dengan kain tipis berwarna hitam dan ditaruh di tempat minimal 20-30 cm di atas tanah untuk menghindari masuknya kotoran/benda lain. Khusus pemakaian alat pengering try driyer, ketebalan tumpukan masimal 5 cm. Dikeringkan dengan suhu 50 - 60oC dan irisan rimpang diangkat setelah kadar air mencapai 8 - 10%. Penyortiran Akhir (simplisia) Kegiatan ini dilakukan berdasarkan mutu dengan memisahkan benda-benda asing dan kotoran lainnya yang masih tertinggal. Lalu irisan rimpang kering yang sudah bersih ditimbang untuk menghitung rendemen hasil proses pengeringan. Pengemasan dan Pelabelan Rajangan rimpang kencur yang sudah kering dapat segera dikemas untuk menghindari penyerapan kembali uap air. Bahan pengemasan/kantong yang bersih serta kedap air dan udara, misalnya kantong plastik. Lalu hasil penyortiran akhir ditimbang untuk setiap kemasan dengan berat bersih menurut selera/permintaan pasar. Kemudian dikemas secara hati-hati agar tidak hancur, lalu menutup kemasan dengan rapat dan diberi label pada bagian setiap kemasan. Label berisi tulisan: nama jenis rimpang, tanggal panen, dan tanggal pengemasan. Isi kantong diusahakan tidak terlalu padat dan jangan ditekan. Kemasan kantong yang telah berisi irisan rimpang kering jangan ditumpuk-tumpuk, lebih bagus lagi ada sekat diantara setiap tumpukan. Penyimpanan Penyimpanan dilakukan diruang/gudang yang bersih dan sirkulasi udaranya baik dan tidak lembab, jauh dari bahan kimia yang berbahaya yang meyebabkan kontaminasi dan bebas dari hama gudang. Jika penyimpanan baik dan benar, produk dapat disimpan hingga 10 bulan. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Standar Prosedur Operasional (SPO) Kencur (Kaempferia galanga L.). Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura. Kementerian Pertanian. 2011. 2. Standar Prosedur Operasional (SPO) Budidaya Kencur. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura. Kementerian Pertanian. 2011. 3. Standar Prosedur Operasional (SPO), Penerapan Sistem Jaminan Mutu Kencur. Direktorat Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2004.