Loading...

PELAKSANAAN PENANAMAN PADI DENGAN METODE SRI DI KABUPATEN BULELENG TAHUN 2014

PELAKSANAAN PENANAMAN PADI DENGAN METODE SRI DI KABUPATEN BULELENG TAHUN 2014
Normal 0 false false false EN-GB X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-language:EN-US;} Pelaksanaan penanaman padi dengan Metode SRI ( System rice Intensification) mulai dilakukan tahun 2013 di Kabupaten Buleleng. Demikian dikatakan Kabid Padi Palawija ketika melakukan sosialisasi kepada Pengurus kelompok Tani/Subak di tempat Pertemuan Dinas Pertanian dan Peternakan, Jalan A Yani nomor 99 Singaraja, Kemis (20/2). Sedangkan tahun ini direncanakan dilakukan penanaman seluas 1.300 Ha yang akan dimulai penanamannya pada bulan April tahun ini. Selanjutnya dilaporkan oleh Kepala Seksi Padi palawija Ketut Santiana Sp, bahwa produksi penanaman padi melalui SRI tahun lalu mencapai angka 10 ton/Ha hasil ubinan di subak Pinjinan Busungbiu. Dengan demikian pengembangan model SRI sangat baik dilaksanakan di Kabupaten Buleleng, hal ini sesuai dengan potensi Buleleng pada lahan yang mempunyai pengairan yang baik. Padi system SRI ini adalah budidaya padi dengan efisiensi, diantaranya efisiensi air, serta bibit padi. Ketua Kelompok/Kelian subak penerima bantuan berupa Bansos pengembangan padi SRI ini, mendapat pengawalan dari Penyuluh Pertanian, dan dari TNI untuk bersama-sama mendampingi dilapangan. Dengan harapan pelaksanaan peningkatan beras Nasional (P2BN) dapat kita wujudkan. Para peserta dari kegiatan sosialisasi SRI, diharapkan menyiapkan kelengkapan administrasi berupa poto copy no rekening , menyusun RUK dan dilanjutkan dengan sosialisasi di tingkat kelompok penerima oleh Pihak Dinas Pertanian sebagai penanggung jawab kegiatan ( I Nyoman Sudrana)