Loading...

PELATIHAN PENGAMATAN DAN PENGENDALIAN OPT KEPADA PETANI DI KABUPATEN BADUNG

PELATIHAN PENGAMATAN DAN PENGENDALIAN OPT KEPADA PETANI DI KABUPATEN BADUNG
Dalam upaya peningkatan produksi tanaman pangan dewasa ini dihadapkan kepada tantangan yang cukup berat antara lain alih fungsi lahan sawah, pertambahan penduduk, adanya serangan organisme penganggu tumbuhan (opt) dan bencana alam dalam sistem dan usaha agribisnis, perlindungan tanaman pangan merupakan salah satu bagian penting dari hulu sampai hilir. Serangan opt adalah merupakan risiko yang harus diperhitungkan dalam setiap budidaya tanaman, supaya produksi tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Kegagalan dalam pengelolaan opt dapat menimbulkan kerugian karena serangan dapat terjadi mulai dari serangan ringan, sedang berat maupun sampai puso. Oleh karena itu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian organisme penganggu tumbuhan (opt) merupakan salah satu kegiatan yang perlu dipertimbangkan dalam setiap usaha berbudidaya tanaman. Pada umumnya petani dalam usahataninya sering kali mengaplikasi/menyemprot pestisida terhadap tanamannya tanpa melakukan pengamatan organisme penganggu tumbuhan (opt) apa yang menyerang tanamannya, sehingga menyebabkan resistensi dan terbunuhnya musuh alami dan terkumpulnya residu pada tanaman. Bertitik tolak dari hal tersebut, maka sebelum melakukan pengendalian terlebih dahulu perlu melakukan pengamatan dan dan mengindentifikasi opt yang ada dilahan pertanian setelah itu baru melakukan tindakan pengendalian sesuai konsep pengendalian hama terpadu. Pelatihan pengamatan dan pengendalian oerganisme penganggu tumbuhan (opt) sub kegiatan pengendalian organisme penganggu tumbuhan (opt) tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, dimaksudkan untuk memberdayakan petani dalam melakukan pengamatan dan pengendalian organisme penganggu tumbuhan (opt) dalam berbudidaya padi maupun hortikultura. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan tanaman pangan dan hortikultura melalui penerapan teknologi budidaya yang baik, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam penanggulangan organisme pengganggu tumbuhan (opt) dilahan pertaniannya, meningkatkan produktifitas kerja dan hasil pertanian yang secara tidak langsung membantu dalam menjaga tingkat inflasi di kabupaten Badung.