Pembangunan pertanian diarahkan untuk tujuan pembangunan nasional dengan targetan petani dapat sejahtera dan mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Salah satu upaya untuk mewujudkannya perlu dilakukan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas handal dan berkompetensi. Berkaitan dengan pembangunan petanian maka yang paling dekat hubungannya dengan petani/pelaku usahatani adalah penyuluh pertanian Untuk itu perlu adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi peyuluh pertanian agar mampu mendukung petani membangun usaha tani yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Peningkatan kompetensi penyuluh pertanian ditingkat kecamatan perlu dilakukan saat ini, agar penyuluh pertanian memiliki kompetensi yang tinggi untuk mengoptimalkan fungsi, tugas dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung melalui UPTD Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengembangan kompetensi penyuluhan pertanian ASN. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, tanggal 06 Desember – 08 Desember 2022 bertempat di UPTD Balai Diklat Koperasi dan UMKM Jl. Dokter Susilo No.39, Sumur Batu Kec. Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung. Pelatihan pengembangan kompetensi penyuluh pertanian ASN yang diadakan dikhusukan untuk penyuluh pertanian dari kabupaten dan diutamakan penyuluh pertanian ASN baru. Peserta yang mengikuti kegiatan pelatian berjumlah 40 orang yang berasal dari 6 Kabupaten, yaitu Lampung Selatan 7 orang, Lampung Timur 8 orang, Pesawaran 5 orang, Way Kanan 7 orang, Lampung Tengah 8 orang dan Lampung Utara 7 orang. Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung diwakili oleh Koordinator KJF, Ir. Khairul Amri, MEP., menyampaikan tujuan pelatihan pengembangan kompetensi penyuluh pertanian ASN adalah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian di bidang penyuluhan dan agribisnis, meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian di bidang teknologi budidaya bawang merah, teknologi budidaya kedelai, teknologi pemeliharaan ayam dan teknologi pemeliharaan sapi, dan mempersiapkan penyuluh pertanian untuk memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Materi yang disampaikan pada hari pertama kegiatan pelatihan ini adalah Perencanaan Usaha Agribisnis yang disampaikan oleh Ahmad Suryanto,S.TP., M.P. dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung; materi kedua adalah Pengelolaan Subsistem Agro Input yang disampaikan oleh Ir. Hasan Basri, M.M. dari BPP Lampung; materi ketiga Pengelolaan Subsistem Agro Produksi, Penerapan Good Agriculture Product dalam peningkatan kegiatan Usahatani yang disampaikan oleh Maryani, S.P., M.M. dari BPP Lampung; dan materi terakhir untuk kegiatan di hari pertama adalah Pengelolaan Subsistem Agro Procesing, Penerapan Good Handling Practice (GHP) dan Good Manufacturing Practice (GMP) kegiatan Pasca Panen Usahatani yang disampaikan oleh Bambang Haryanto,S.P., M.Si. dari BPP Lampung. Materi yang disampaikan pada hari kedua pada kegiatan pelatihan ini adalah Pengelolaan Subsistem Agro Niaga dan Startegi Rencana Agroniaga Penyuluhan Pertanian, upaya mengelola pasar dalam efisiensi rantai pasok dan rantai nilai kegiatan usaha tani yang disampaikan oleh Ir. Adia Nugroho, M.S., Lektor Fakultas Pertanian Universitas Lampung; materi yang kedua pada hari kedua adalah Jasa Konsultasi Agribisnis, mengembangkan sistem agribisnis yang tangguh dan kompetitif dalam kegiatan usaha tani disampaikan oleh narasumber Ir. Adia Nugroho, M.S.; materi ketiga adalah Budidaya Bawang Merah, serta Pengenalan dan Pengendalian OPT Bawang yang disampaikan oleh Agung Lasmono, S.P., M.Si. dan Dr. Ir. Nila Wardani, M.Si., Peneliti dari BPTP / BRIN Lampung; materi yang keempat Budidaya Usaha Tani Tanaman Kedelai serta Penanganan Pasca Panen Kedelai yang disampaikan oleh narasumber Dr. Danarsi Diptaningsari, S.P., M.Si. dan Dea Sylva Lisnandar, S.Si., M.Si, Peneliti dari BPTP / BRIN Lampung; materi kelima adalah Pengkajian Penyuluhan Pertanian yang materi Pengkajian Penyuluhan Pertanian; dan materi yang terakhir untuk kegiatan dihari kedua adalah Menumbuh Kembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani yang disampaikan oleh narasumber Ir. Noviar Akmal, Praktisi Penyuluh Pertanian. Materi yang disampaikan pada hari ketiga pada kegiatan pelatihan, yakni mengenai pemeliharaan ternak, yaitu ternak ayam dan sapi. Pada sesi pertama materinya adalah Teknologi Pemeliharaan Ayam. disampaikan oleh narasumber Yuli Purwanti,S.Pt. M.M., Praktisi Penyuluh Pertanian, dan materi yang terakhir yang mengakhiri pelatihan ini adalah Teknologi Pemeliharaan Sapi, yang disampaikan disampaikan oleh Drh. Fitri Yanti, Praktisi Penyuluh Pertanian. Kegiatan pelatihan pengembangan kompetensi penyuluh pertanian ASN terlaksana dengan baik. Dari setiap sesi kegiatan diharapkan dapat menambah wawasan dan adanya peningkatan kompetensi penyuluh pertanian di bidang agribisnis, agroinput, agro produksi, agro prosesing, agroniaga, menumbuh kembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), teknologi budidaya bawang merah, kedelai, pemeliharaan ayam dan sapi. Penulis : Alvika Putri, S.P. PPL BPP Kecamatan Abung Tinggi