Kabupaten Bintan merupakan salah satu kabupaten yang memiliki luas areal kebun sawit terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan data BPS Kepulauan Riau tahun 2019, pada tahun 2018 tercatat Kabupaten Bintan memiliki luas areal kebun sawit sebesar 1077 Ha. Kebun Sawit ini berpotensi menghasilkan biomasa yang melimpah sebagai sumber pakan ternak sapi, sebut saja salah satunya adalah pelepah sawit. Pelepah sawit yang diperoleh dari pemangkasan tanaman sawit ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan dalam pembuatan pakan ternak sapi. Hal ini dikarenakan komposisi nutrien yang terkandung dalam pelepah sawit dibutuhkan oleh sapi. Jenis bahan pakan sapi serta kandungan nya antara lain Rumput alam berprotein (8,2%) dan berserat kasar (31,8%)serts berenergi (3.562 kkal/kg) ,sedangkan Daun sawit mengandung Protein (14,1 %),Smemiliki serat kasar (21,5%)serta Energi (4.461kkal/kg) , untuk Pelepah sawit memiliki Protein (3,1 %) mengandung Serat kasar (50,9%)serta ber Energi (4.841 kkal/kg) Salah satu kelompok tani yang telah memanfaatkan pelepah sawit adalah Kelompok Tani Tunas Jaya yang berlokasi di desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan. Kelompok tani ini selain bertani juga beternak sapi. Kelompok tani ini telah memanfaatkan pelepah sawit yang berada disekitar lokasi peternakannya sebagai bahan dalam pembuatan pakan ternak untuk sapi. setelah diberikan pendampingan oleh peneliti peternakan BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau Diketahui sebelumnya kelompok Tani Tunas Jaya ini hanya memanfaatkan rumput lapang segar yang berada disekitar lokasi sebagai bahan dalam pembuatan pakan ternak sapi. Namun setelah melihat terjadinya peningkatan produktivitas sapi setelah pemberian pakan ternak pelepah sawit, kini pelepah sawit hasil pemangkasan tanaman sawit ini sudah dimanfaatkan oleh Kelompok Tani Tunas Jaya sebagai bahan pakan ternak sapi. Keunggulan Pelepah Sawit sebagai Pakan Ternak Sapi Penggunaan pelepah sawit dapat dimanfaatkan oleh para peternak yang berada disekitar lokasi perkebunan sawit sebagai pakan ternak sapi, selain dapat menekan jumlah limbah/hasil samping tanaman sawit, pembuatan pakan ternak dari pelepah sawit ini juga sederhana pengolahannya. Hasil kajian peneliti madya BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau (Drh. Salfina Nurdin Ahmad, MP) juga menunjukkan pemberian pakan ternak pelepah sawit kepada sapi betina (bunting) dapat meningkatkan produktivitas sapi. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya peningkatan bobot harian sapi sebesar 0.68 kg/ekor/hari, waktu birahi sapi betina menjadi lebih cepat 1 bulan dari sebelumnya dan rataan bobot lahir anakan sapi terjadi peningkatan bobot sebesar 5 kg, yang pada awalnya mengkonsumsi pakan rumput lapang segar hanya 12 kg meningkat bobotnya menjadi 17 kg dengan menggunakan pakan dengan pelepah sawit ini. Di tingkat peternak, peningkatan produktivitas sapi ini juga diikuti peningkatan nilai jual sapi sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak. Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Sumber : Artikel dari Astrid Fransisca, dkk, BPTP Tanjung Pinang Sumber Gambar : Kompasiana.com