Loading...

Peluang Pengembangan Kakao, Produk Coklat dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

Peluang Pengembangan Kakao, Produk Coklat dan Manfaatnya  Untuk Kesehatan
Indonesia sebagai negara produsen kakao. Produksi kakao Indonesia terbesar ketiga setelah Kelapa Gading dan Ghana. Adapun pasar ekspor Indonesia terbagi atas: (1) cocoa butter, dan (2) bubuk coklat. Buah kakao banyak dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk coklat, minuman. Produksi biji Kakao terus menurun sementara permintaan tiap tahun meningkat 3-4%/ tahun dan 70 % tanaman Kakao Indonesia telah berusia tua. Pada umumnya Pendapatan petani Kakao 15 juta per bulan. Upaya meningkatkan produktivitas tanaman dan mutu Kakao terus digalakkan. Upaya ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan.Pemerintah mencanangkan gerakan peningkatan produksi dan mutu Kakao nasioanl melalui program Gernas Kakao. Gerakan ini meremajakan 70.000 ha, merehabilitasi 235.000 ha, intensifikasi pada 146.000 ha tanaman pada sentra produksi Kakao yang meliputi 9 propinsi. Sehingga diharapkan dalam kurun waktu 2010-2025 terdapat peningkatan areal perkebunan 1,5 % tahun hingga mencapai 1.354.152 ha dengan produksi 1.3 juta ton.Bila kakao dapat dikembangkan biji Kakao dapat diolah sehingga bernilai jual dan dikonsumsi oleh konsumen maka produksi dapat berkembang dengan cepat karena petani tertarik dengan sendirinya mengembangkan. Adapun pengolahan biji kakao terdiri atas: proses sortasi, pemeraman, pengupasan, fermentasi, dan pengeringan. Pengolahan berkaitan dengan rasa dan aroma terjadi saat fermentasi dan pengeringan. Waktu 4-6 hari setelah proses fermentasi menghasilkan aroma. Setelah itu biji Kakao dikeringkan hingga mencapai kadar air 6-7%. Pada tahap pengeringan biji kakao berubah warna menjadi gelap agak kehitaman. Cokelat banyak dikonsumsi masyarakat disebabkan rasanya yang khas. Tekstur coklat yang lembut dengan aroma yang khas. Banyak masyarakat yang menyakini mengkonsumsi cokelat memberikan efek menyenangkan. Lemak kakao mudah meleleh bila berada dalam mulut. Produk Cokelat sangat bervariasi, namun yang banyak dijual dan dikonsumsi di masyarakat berbentuk cokelat batang. Produk coklat bermacam-macam seperti coklat susu batang memiliki kandungan 12 % susu, 25 % pasta kakao, dan banyak gula. Perbedaan coklat susu dengan coklat batang gelap adalah pada Kristal lemak susu yang lebih rendah. Sementara cokelat susu tidak mengandung pasta kakao. Cokelat putih memiliki kandungan lemak kakao sejumlah 20% lemak dengan kandungan lainnya 14% susu. Kita banyak menemukan coklat putih sebagai pelapis kue dan hiasan.Selain faktor rasa, cokelat juga disukai masyarakat disebabkan memiliki manfaat untuk kesehatan. Kandungan cokelat seperti fenol dan flavonoid yang tinggi memiliki manfaat sebagai anti kanker, anti diabetes, anti hipertensi, anti inflamasi, mencegah karies tinggi. Manfaat lainnya dapat meningkatkan kemampuan kognitif, meningkatkan resistensi terhadap hemolisis,dapat membantu menyehatkan jantung. Cokelat disukai banyak orang karena selain rasa yang enak tapi juga member kesenangan bagi orang yang makannya. Cokelat pekat batangan memiliki kandungan fenol yang berjumlah lebih banyak. Kandungan cokelat pekat dibandingkan Sumber:1. Elsera Br Tarigan dan Juniaty Towaha. Tingkat Kesukaan Cokelat Susu Batang Produksi Balitri. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Volume 21 Nomor 2, Agustus 2015Penyusun: Miskat Ramdhani, Penyuluh Pertanian BBP2TP Email: annurd@gmail.com