Lahan sawah di Kalimantan Barat sebagian besar merupakan lahan tadah hujan, yang dalam pengelolaannya sangat tergantung sekali kepada curah hujan. Hal ini membawa resiko yang besar sekali karena musim hujan kadang datang terlambat, sementara padi sawah tadah hujan membutuhkan air hujan yang cukup. Kondisi ini mengakibatkan tanaman padi mengalami kekeringan karena kurangnya curah hujan bahkan berdampak pada rendahnya hasil panen. Selain itu, kondisi seperti ini mengakibatkan petani khawatir menanam padi di musim kemarau sehingga sebagian besar padi di sawah tadah hujan hanya ditanam satu kali pada musim penghujan atau indeks pertanamannya masih 100%. Disisi lain, varietas padi yang digunakan sebagian masih menggunakan varietas lokal sehingga tidak mengherankan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan masih rendah hanya 2,4 – 3,0 ton/ha. Adanya serangan penyakit blas pada tanaman padi turut memberikan andil masih rendahnya produksi padi di lahan tadah hujan. Untuk itu Badan Litbang Pertanian pada tahun 2015 telah melepas beberapa varietas unggul baru tadah hujan, salah satunya varietas unggul baru Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, yang agak toleran kekeringan, cocok di tanam di dataran rendah tadah hujan sampai 600 m dpl, tahan terhadap penyakit blast ras 073, ras 033, ras 133 dan ras 173, serta potensi produksi tinggi 8,45 t/ha GKG. Dengan potensi yang tinggi, mempunyai ketahanan terhadap 4 ras penyakit blas serta agak toleran kekeringan, diharapkan varietas Inpari 39 berpeluang besar untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan Kalimantan Barat. Berikut deskripsi varietas Inpari 39 Tadah Hujan Agritan :Asal seleksi : BP342B-MR-1-3/Dendang//IR69502-6SKM-UBN-1-B1Umur Tanaman : ± 115 hari setelah sebarAnakan produktif : ± 16 malai/rumpunBentuk Tanaman : TegakTinggi tanaman : ± 98 cmDaun Bendera : TegakBentuk Gabah : mediumWarna gabah : Kuning BersihKerontokan : SedangKerebahan : ToleranTekstur nasi : PulenKadar Amilosa : ± 20,2 %Berat 1000 butir : ± 26,85 gramRata-rata hasil : ± 5,89 ton/ha GKGPotensi Hasil : ± 8,45 ton/ha GKGRendeman beras giling : ± 69,4 %Rendemen beras pecah kulit : ± 79,3 %Ketahanan terhadap Hama : Agak rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2, dan 3.Ketahanan terhadap penyakit : o Agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri (HDB) strain III, Rentan HDB Strain IV dan VIIIo Tahan terhadap penyakit blas ras 033, 073, 133 dan 173o Rentan terhadap virus tungroAnjuran Tanam : Agak toleran kekeringan serta cocok ditanam di daerah ekosistem sawah irigasi dan dataran rendah tadah hujan sampai ketinggian 600 m dplPemulia : Yudistira Nugraha, Erwina Lubis dan SuwarnoTahun dilepas : 2015 Sumber : Badan Litbang Pertanian, 2016 Penulis : Ir. Sari Nurita