Dalam pelaksanaan tanaman jagung perlu tidak terlepas oleh mendapatkan mutu produksi dari hasil, seperti yang telah diketahui oleh para petani bahwa melakukan pemanenan jagung adalah tahapan akhir dari budidaya jagung. Untuk melakukan panen jagung ada 2 (dua)cara yaitu cara konvensional dan modern/menggunakan mesin panen jagung. Cara panen konvensional ,seperti yang sudah sering dilakukan oleh para petani , yaitu dengan memotong batang tanaman , mengumpulkannya dan kemudian mengupas kulit jagung / klobot dan memetik tongkol jagung .Selanjutnya mengumpulkan jagung yang telah bersih dari kulitnya atau jagung glondong ke sak- sak yang telah disiapkan dan selanjutnya dibawa pulang.Proses selanjutnya jagung dipisahkan dengan janggel/ dipipil dengan mesin pemipil jagung / selep jagung , setelah itu baru di jemur di bak an/ hamparan luas. Seperti diatas adalah proses pemanenan jagung hingga penjemuran dengan cara konvensional. Pemanenan jagung menggunakan mesin, tahapan pemanenan diatas menjadi satu dikerjakan oleh mesin pemanen jagung, yaitu pembabatan , pengumpulan ,pemisahan buah dari batang dan kulit / klobot, dan kemudian masuk keproses selep sehingga keluar sudah menjadi pipilan.Mesin pemanen jagung melakukan itu semua dengan satu langkah ,bandingkan dengan cara konvesional yang membutuhkan waktu yang lama, tenaga yang banyak, otomatis biaya juga banyak.Panen menggunakan mesin pemanen jagung maka dapat lebih mudah dan efisien hanya membutuhkan waktu 2 jam per hektar. Ada 2 (dua) macam mesin pemanen jagung menurut hasil akhir dari proses panen : Jika hasil panen berupa jagung tongkol yang bersih dan terpisah dari klobot / kulit buah mesin yang memanen disebut corn harvesteratau corn combine harvester; Jika hasil panen sudah berupa pipilan dan kulit jagung /klobot, batang tanaman hancur menjadi cacahan maka mesin panen disebut Ensilage harvester.Dalam Kegiatan Tanaman Jagung di Lokasi SL Jagung, Petani Dalam Pelaksanaan Mendapatkan Produksi sangat memperhatikan Mutu Kualitas yang akan didapat, agar Nilai jual yang akan diterima oleh petani bisa mendapatkan keuntungan lebih serta produksi terus meningkat. Pelaksanaan pemanenan yang dilakukan secara bersama-sama bergotong royong setiap kelompok baik itu pelasanaan menggunkan alat manual, maupun penggunaan combine harverster, setal pengambilan tongkol menjadi pipilan jagung di laksanakan penjemuran sehingga kadar air pipilan jagung diterima oleh pembeli dengan harga yang tinggi. (Lily Rokhmadiani, S.TP/Darmawansyah Siata ... admin_jambi/DTPHP Prov. Jambi)Penulis: Ichsan,S.Pt (BPP Nipah Panjang)