Loading...

PEMANFAATAN ASAP CAIR UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

PEMANFAATAN ASAP CAIR UNTUK  MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN
Rabu, 03 Juli 2019, Oleh : Wahyu Rachma Perdani, SPPertanian organik adalah langkah yang bijaksana dan perlu dilakukan untuk memperbaiki pencemaran lingkungan saat ini yang disebabkan oleh penggunaan bahan kimia yang telah malampaui batas. Asap cair (arang sekam ataupun arang dari tempurung kelapa/kayu) memiliki manfaat yang sangat besar termasuk di bidang pertanian. Asap cair dapat menyerap ozon, ini artinya dapat mengatasi masalah dampak perubahan iklim. Asap cair dengan kekayaan nutrisinya, ternyata bisa menaikkan produksi 20% pada tanaman padi yang diberikan 400 kg.ha : semakin ditambah semakin meningkat pula produksinya. Asap Cair (Liquid Smoke) diperoleh dengan pembakaran pirolisa bahan-bahan yang mengandung selulose/ hemiselulose seperti kayu, sekam padi, tempurung kelapa, cangkang kalapa sawit dan lain-lain. Fungsi asap cair diantaranya adalah memperbaiki kondisi tanah, yaitu struktur tanah, membentuk keseimbangan tersedianya air, udara, panas sinar matahari sehingga sehingga kualitas fisik, klinis, dan biologis tanah tersedia bagi pertumbuhan tanaman. Asap cair dengan Ph ≥ 7 memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap tersedianya unsur-unsur hara tanaman. Ratusan macam sanyawa-senyawa organik yang dikandung asap cair, ternyata memiliki daya guna yang sangat luas. Zat ini memiliki sifat anti bakteri, anti mikroba, anti cendawan dan anti oksidan, ternyata sangat baik dipakai untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman. Juga sangat baik dipakai , sebagai bahan pengawet makanan maupun bidang farmasi. Asap cair juga berfungsi sebagai penyedia unsur hara tanaman. Kerusakan jaringan pada tanaman akibat pengaruh ozon dapat diatasi oleh asap cair karena sifat anti oksidan nya. Aplikasi asap cair pada berbagai macam tanaman memberikan hasil yang positif. Tanaman terbebas dari gangguan penyakit, baik yang disebabkan oleh golongan cendawan (fungi), bakteri virus dan serangan hama. Pertumbuhan tanaman sehat dan anti stres, produktifitas meningkat. Asap cair memiliki manfaat diberbagai bidang kehidupan salah satunya adalah di bidang pertanian tanaman pangan dan perkebunan diantaranya adalah untuk pengendalian hama penyakit tanaman dengan dosis 20cc/liter air dan interval 1-2 minggu sekali maka cukup efektif menanggulangi berbagai jenis pathogen cendawan, kutu-kutu, virus mozaik dan serangga hama. Selain itu tanaman yang diaplikasi dengan asap cair menunjukkan pertumbuhan tanaman yang sehat, mempercepat pertumbuhan tunas, buah, daun lebih hijau, batang dan ranting bersih dari noda-noda cendawan. Asap cair juga dapat diaplikasikan pada kebun karet, kakao, kopi,dan lain-lain. Untuk tanaman hortikultura juga sangat baik dianjurkan menggunakan asap cair dalam pengendalian hama penyakit, agar diperoleh produk yang organis dan sehat. Asap cair sangat baik digunakan untuk mengendalikan lalat buah pada tanaman hortikultura seperti jambu madu, melon dan cabe merah, mencegah serangan layu fusarium pada pisang dan melon.Sumber : Makalah Bapak M. Yusuf Ali