Loading...

Pemanfaatan Bio-Slurry

Pemanfaatan Bio-Slurry
Bio –slurry :Bio-Slurry adalah produk dari sistem produksi biogas berbahan limbah organik (kotoran ternak, sampah organik, atau limbah lainnya ) dan air melalui proses tanpa oksigen di dalam ruang tertutup (anaerob digestion).. Sebagai Pupuk Penumbuh Pakan AlamiTerdapat dua cara pemanfaatan Bio-slurry sebagai pupuk penambah pakan alami ikan, yaitu (1) Menebarkan/mengalirkan Bio-slurry ke dalam kolam terpisah dari kolam budidaya ikan dan (2) Menebarkan/mengalirkan bio-slurry langsung ke dalam kolam. Metode pertama bertujuan untuk membudidayakan pakan alami ikan, untuk kemudian dipanen dan diberikan sebagai pakan ikan. Sedangkan metode kedua bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami ikan langsung di kolam ikan( berupa phytoplankton, zooplankton, alga, kutu air ) dan menciptakan suhu, pH. Serta keseimbangan bio-aquatic yang ideal untuk budidaya ikan. Aplikasi pemupukan pada metode kedua dilaksanakan sekitar 1 – 2 minggu sebelum benih ikan ditebar. Sebagai Substitusi Pakan Pabrikan/PelletBio-slurry dapat dimanfaatkan untuk menggantikan pakan pabrikan. Terdapat beragam cara yang lazim dilakukan oleh petani ikan, yaitu menebar langsung slurry cair ke kolam bergantian dengan pemberian pakan pabrikan, mengganti 100 % pakan pabrikan dengan slurry, dan atau mencampur slurry dengan pakan pabrikan. Pada metode yang disebut terakhir, sebelum diberikan sebagai pakan ikan, bio-slurry cair lebih dahulu dicampur dengan pakan pabrikan/pellet.Campurran slurry dan pellet selanjutnya dikeringkan, lalu digunakan sebagai pakan ikan Penerapan cara ini dapat mengurangi dosis pakan pabrikan sehingga dapat mengurangi biaya pakan. Dengan asumsi kebutuhan nutrisi ikan dapat terpenuhi sehingga pertumbuhan ikan tetap normal, maka keuntungan budidaya ikan dapat ditingkatkan, walaupun cara ini telah lazim diterapkan oleh petani ikan di beberapa daerah , tetapi belum ada kajian ilmiah yang dapat diacu sampai seberapa persen slurry dapat mensubtitusi pakan pabrikan. Seorang petani ikan lele menyatakan bahwa berdasarkan pengalamanya penggunaan slurry dapat mengurangi doses pelet sampai 80 % dan memperpendek waktu budidaya. Untuk menghasilkan lele dengan ukuran 10 – 12 ekor/kg cukup dibutuhkan waktu pemeliharaan 50 hari, sehingga jumlah pakan yang dibutuhkan juga dapat dikurangi. Untuk mencapai ukuran tersebut, setiap pemeliharaan 1000 ekor bibit ikan lele biasanya minimal dibutuhkan 90 kg pakan pabrikan, sedangkan dengan mencampur pakan dengan slurry jumlah pakan pabrikan dapat diturunkan menjadi hanya 1,5 kg pakan. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Balitbangtan