Loading...

Pemanfaatan Lahan Pesisir Pantai Untuk Tanam Jagung Manis

Pemanfaatan Lahan Pesisir Pantai Untuk Tanam Jagung Manis
Tanaman jagung manis yang sering disebut dengan Zea Mays Saccharata ialah tanaman jagung yang sering sekali dikonsumsi sebagai jagung bakar atau sayur. Petani di Kecamatan Kuala Pesisir lebih memilih menanam jagung manis dari pada jagung pipilan, karena pengelolaannya lebih mudah, diminati dipasaran lokal dan harga lebih tinggi. Kecamatan Kuala Pesisir merupakan salah satu kecamatan dalam Kabupaten Nagan Raya yang berbatasan langsung dengan lautan Samudra Hindia. Pemanfaatan lahan pasir pantai sebagai lahan budidaya tanaman hortikultura khususnya jagung manis sudah lama dilakukan oleh petani dan produksi hasilnya belum optimal. Tanah pasir pada umumnya rendah kandungan bahan organiknya partikel tanah tidak membentuk gumpalan sehingga cenderung memiliki struktur mudah lepas dan mudah diolah, Oleh karena itu lahan pasir perlu diberikan bahan organik untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas tanaman di lahan pasir pantai ini adalah mengelola ketersediaan hara dengan cara memasukkan berbagai bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah serta dapat mempertahankan ketersediaan hara dalam tanah. Informasi Penyuluhan pertanian tentang cara pengelolaan lahan pesisir pantai untuk tanam jagung manis yang disampaikan kepada petani antara lain: 1). Penggunaan Mulsa; Penggunaan mulsa pada permukaan tanah bertujuan untuk mengurangi kehilangan air dari tanah. 2). Pemberian bahan organik; Bahan organik yang diberikan di lahan pasir pantai dapat berupa pupuk kandang (sapi, kambing dan unggas), kompos, pupuk hijau. Pemberian bahan organik dapat dilakukan dengan cara mencampur bahan organik ke dalam tanah atau pemberian bahan organik di permukaan tanah di sekitar tanaman. 3). Teknik budidaya; Sebelum tanah ditanami benih jagung, tanah tersebut dipersiapkan terlebih dahulu. Persiapan tersebut berupa pengolahan tanah dan pembuatan gundukan. Sebelum pemasangan mulsa, tanah diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang dan pupuk NPK (15:15:15) dengan cara ditugal. Setelah tiga hari, benih jagung mulai ditanam. Penanaman benih jagung dilakukan dengan cara ditugal dengan kedalaman 3 cm hingga 5 cm. Benih tersebut ditanam dengan jarak tanam 75 cm X 25 cm. Setiap lubang ditanami 1 benih jagung. Penyulaman tanaman dilakukan sebelum 15 hari setelah penanaman benih. Setelah itu, dilakukan perawatan tanaman yang meliputi penyiraman, penyiangan gulma, pembumbunan, dan pemberian pupuk susulan. Tanaman jagung tersebut disiram setiap hari pada waktu pagi hari pukul 08.00 dan sore hari pukul 16.00, kecuali jika hujan. Penyiraman dua kali sehari dimaksudkan agar tanaman jagung tersebut tidak mengalami kekeringan mengingat kondisi sekitar yang memiliki suhu udara yang tergolong ekstrim. Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan pengamatan pertumbuhan tanaman, Pembumbunan dilakukan untuk memperkokoh tanaman agar tidak mudah rebah mengingat lokasi penanaman berada di sekitar pantai. Tanaman jagung membutuhkan pemupukan untuk metabolisme pertumbuhannya, pemupukan pada budidaya tanaman jagung manis dilakukan dua kali yaitu umur tanaman 0 dan 35 hari setelah tanam (HST) pada jenis tanah yang didominasi liat dan tiga kali yaitu pada pupuk dasar, 28-30 HST dan 40-45 (HST) pada tanah yang didominasi pasir. Takaran pupuk tunggal per hektar yang umum digunakan adalah 300 kg Urea, 200 kg SP-36 dan 150 kg KCl. Pupuk susulan tersebut diberikan dengan cara ditugal. Panen utama budidaya jagung manis dapat dilakukan setelah 65-70 hari. Penulis : Hardik Nasutomo, S.TP dan Aminah (Penyuluh Pertanian BPP Kuala Pesisir)